{"id":26870,"date":"2026-07-29T18:15:33","date_gmt":"2026-07-29T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215\/"},"modified":"2026-07-29T18:15:34","modified_gmt":"2026-07-29T11:15:34","slug":"tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215\/","title":{"rendered":"Tetapi aku tetap di dekat-Mu. [Mazmur 73:23]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - \u201cTetapi,\u201d\u2014Seakan-akan, tanpa memedulikan segala kebodohan dan ketidakpedulian yang baru saja Daud akui pada Allah, sungguh suatu kebenaran dan kepastian bahwa Daud telah diselamatkan dan diterima, dan berkat untuk tetap berada di dalam hadirat Allah tidak diragukan lagi adalah miliknya. Sambil tersadar akan kondisinya yang terhilang, dan kelicikan dan kejahatan naturnya, ia tetap, dalam peluapan imannya yang mulia, bernyanyi \u201ctetapi aku tetap di dekat-Mu.\u201d Hai orang percaya, Anda didorong memasuki pengakuan dan sambutan Asaf, berusaha di dalam roh yang seperti itu untuk mengatakan \u201ctetapi, karena aku milik Kristus, aku tetap di dekat Allah!\u201d Ini berarti tetap berada di dalam pikiran-Nya, Ia terus memikirkanku demi kebaikanku. Terus di hadapan mata-Nya; mata Tuhan tidak pernah tertidur, tetapi terus-menerus mengawasi kesejahteraan kita. Terus-menerus dalam tangan-Nya, sehingga tidak ada yang dapat merenggutku. Terus-menerus di dalam hati-Nya, dikenakan sebagai pengingat, bahkan seperti imam besar yang menyandang nama kedua belas suku pada dadanya selamanya. Engkau selalu memikirkanku, Oh Allah. Hati kasih sayang-Mu selalu merindukanku. Engkau selalu memberikan pemeliharaan untuk kebaikanku. Engkau telah menetapkanku seperti materai pada tangan-Mu, cinta-Mu sekuat maut, air yang banyak tidak dapat memuaskannya; tidak juga ada banjir yang dapat menenggelamkannya. Anugerah yang menakjubkan! Engkau telah melihatku di dalam Kristus, dan meskipun dibenci dalam diriku sendiri, Engkau melihatku memakai pakaian Kristus, dan dicuci dalam darah-Nya, maka dengan demikian aku berdiri diterima di hadirat-Nya. Demikian aku tetap di dalam perkenanan-Nya\u2014\u201ctetap di dekat-Mu\u201d. Inilah penghiburan dari jiwa yang telah diuji dan ditindas; tertekan oleh badai di dalam\u2014 lihatlah ketenangan di luar. \u201cTetapi\u201d \u2013 Oh katakanlah di dalam hatimu, dan ambillah damai yang diberikannya. \u201cTetapi aku tetap di dekat-Mu\u201d. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">\u201c<i>Tetapi<\/i>,\u201d\u2014Seakan-akan, tanpa memedulikan segala kebodohan dan ketidakpedulian yang baru saja Daud akui pada Allah, sungguh suatu kebenaran dan kepastian bahwa Daud telah diselamatkan dan diterima, dan berkat untuk tetap berada di dalam hadirat Allah tidak diragukan lagi adalah miliknya. Sambil tersadar akan kondisinya yang terhilang, dan kelicikan dan kejahatan naturnya, ia tetap, dalam peluapan imannya yang mulia, bernyanyi \u201ctetapi aku tetap di dekat-Mu.\u201d Hai orang percaya, Anda didorong memasuki pengakuan dan sambutan Asaf, berusaha di dalam roh yang seperti itu untuk mengatakan \u201ctetapi, karena aku milik Kristus, aku tetap di dekat Allah!\u201d Ini berarti tetap berada di dalam <i>pikiran<\/i>-Nya, Ia terus memikirkanku demi kebaikanku. Terus di hadapan mata-Nya; mata Tuhan tidak pernah tertidur, tetapi terus-menerus mengawasi kesejahteraan kita. Terus-menerus dalam <i>tangan<\/i>-Nya, sehingga tidak ada yang dapat merenggutku. Terus-menerus di dalam <i>hati<\/i>-Nya, dikenakan sebagai pengingat, bahkan seperti imam besar yang menyandang nama kedua belas suku pada dadanya selamanya. Engkau selalu memikirkanku, Oh Allah. Hati kasih sayang-Mu selalu merindukanku. Engkau selalu memberikan pemeliharaan untuk kebaikanku. Engkau telah menetapkanku seperti materai pada tangan-Mu, cinta-Mu sekuat maut, air yang banyak tidak dapat memuaskannya; tidak juga ada banjir yang dapat menenggelamkannya. Anugerah yang menakjubkan! Engkau telah melihatku di dalam Kristus, dan meskipun dibenci dalam diriku sendiri, Engkau melihatku memakai pakaian Kristus, dan dicuci dalam darah-Nya, maka dengan demikian aku berdiri diterima di hadirat-Nya. Demikian aku tetap di dalam perkenanan-Nya\u2014\u201ctetap di dekat-Mu\u201d. Inilah penghiburan dari jiwa yang telah diuji dan ditindas; tertekan oleh badai di dalam\u2014 lihatlah ketenangan di luar. \u201c<i>Tetapi<\/i>\u201d \u2013 Oh katakanlah di dalam hatimu, dan ambillah damai yang diberikannya. \u201cTetapi aku tetap di dekat-Mu\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; \u201cTetapi,\u201d\u2014Seakan-akan, tanpa memedulikan segala kebodohan dan ketidakpedulian yang baru saja Daud akui pada Allah, sungguh suatu kebenaran dan kepastian bahwa Daud telah diselamatkan dan diterima, dan berkat untuk tetap berada di dalam hadirat Allah tidak diragukan lagi adalah miliknya. Sambil tersadar akan kondisinya yang terhilang, dan kelicikan dan kejahatan naturnya, ia tetap, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","comment_count":0,"views":"7","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26870"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69204,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870\/revisions\/69204"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}