{"id":26870,"date":"2025-08-02T18:15:36","date_gmt":"2025-08-02T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215\/"},"modified":"2025-08-02T18:15:37","modified_gmt":"2025-08-02T11:15:37","slug":"tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tangkaplah-bagi-kami-rubah-rubah-itu-rubah-rubah-yang-kecil-yang-merusak-kebun-kebun-anggur-kidung-agung-215\/","title":{"rendered":"Yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya. [Ef 1:11]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kepercayaan kita tentang hikmat Tuhan mengharuskan dan memastikan bahwa Dia sudah memiliki tujuan dan rencana yang tetap dalam karya keselamatan. Apa yang akan terjadi dengan penciptaan tanpa rancangan-Nya? Apakah masih ada ikan di laut, atau burung-burung di udara, kalau mereka terbentuk berdasarkan kebetulan saja? Sebenarnya, di setiap tulang, sendi, dan otot, urat, otot kelenjar dan pembuluh darah, engkau menemukan kehadiran Allah yang bekerja dalam segala sesuatu sesuai dengan rancangan dari hikmat yang tak terbatas. Dan akankah Allah hadir dalam ciptaan, memerintah semuanya, tetapi tidak dalam anugrah-Nya? Akankah ciptaan yang baru mempunyai serpihan kejeniusan kehendak bebas yang memimpin mereka padahal keputusan ilahi mengatur ciptaan lama? Lihatlah Sang Pemelihara! Siapa yang tidak tahu bahwa seekor burung pipitpun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu? Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya [Mat 10:29-30]. Allah menimbang pegunungan kesedihan kita dalam timbangan, dan bukit-bukit kemalangan kita dalam neraca. Dan akankah ada pemeliharaan Allah tanpa anugrah-Nya? Mungkinkah cangkang diperintah oleh Hikmat tetapi isinya dibiarkan dalam kebetulan belaka? Tidak; Dia tahu dari awal sampai akhir. Dia melihat segala sesuatu di tempat yang sudah ditentukan, bukan hanya batu penjuru yang diletakkan-Nya di atas batu hitam, dalam darah Anak-Nya yang terkasih, tetapi Dia memperhatikan segalanya di posisi yang sudah diatur, setiap batu yang terpilih yang sudah diambil dari penggalian alam, dan dipoles dengan anugrah-Nya; Dia melihat keseluruhan dari segala sudut, dari kereta penopang sampai atap, dari dasar sampai bubungannya. Dia memiliki pengetahuan yang jelas untuk setiap batu yang akan diletakkan di ruang yang sudah dipersiapkan, dan seberapa luaskah bangunannya, dan ketika batu yang paling atas akan diletakkan, orang bersorak: &quot;Bagus! Bagus sekali batu itu!&quot; [Zak 4:7]. Dan pada akhirnya, akan terlihat jelas bahwa tiap benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipilih, TUHAN melakukannya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya sendiri; dan bahwa di setiap bagian pekerjaan anugrah, Dia telah mencapai maksud-Nya, dan memuliakan nama-Nya sendiri. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kepercayaan kita tentang hikmat Tuhan mengharuskan dan memastikan bahwa Dia sudah memiliki tujuan dan rencana yang tetap dalam karya keselamatan. Apa yang akan terjadi dengan <i>penciptaan<\/i> tanpa rancangan-Nya? Apakah masih ada ikan di laut, atau burung-burung di udara, kalau mereka terbentuk berdasarkan kebetulan saja? Sebenarnya, di setiap tulang, sendi, dan otot, urat, otot kelenjar dan pembuluh darah, engkau menemukan kehadiran Allah yang bekerja dalam segala sesuatu sesuai dengan rancangan dari hikmat yang tak terbatas. Dan akankah Allah hadir dalam ciptaan, memerintah semuanya, tetapi tidak dalam <i>anugrah-Nya<\/i>? Akankah ciptaan yang baru mempunyai serpihan kejeniusan kehendak bebas yang memimpin mereka padahal keputusan ilahi mengatur ciptaan lama? Lihatlah <i>Sang Pemelihara<\/i>! Siapa yang tidak tahu bahwa seekor burung pipitpun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu? Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%2010:29-30\">Mat 10:29-30<\/a>]. Allah menimbang pegunungan kesedihan kita dalam timbangan, dan bukit-bukit kemalangan kita dalam neraca. Dan akankah ada pemeliharaan Allah tanpa anugrah-Nya? Mungkinkah cangkang diperintah oleh Hikmat tetapi isinya dibiarkan dalam kebetulan belaka? Tidak; Dia tahu dari awal sampai akhir. Dia melihat segala sesuatu di tempat yang sudah ditentukan, bukan hanya batu penjuru yang diletakkan-Nya di atas batu hitam, dalam darah Anak-Nya yang terkasih, tetapi Dia memperhatikan segalanya di posisi yang sudah diatur, setiap batu yang terpilih yang sudah diambil dari penggalian alam, dan dipoles dengan anugrah-Nya; Dia melihat keseluruhan dari segala sudut, dari kereta penopang sampai atap, dari dasar sampai bubungannya. Dia memiliki pengetahuan yang jelas untuk setiap batu yang akan diletakkan di ruang yang sudah dipersiapkan, dan seberapa luaskah bangunannya, dan ketika batu yang paling atas akan diletakkan, orang bersorak: &#8220;Bagus! Bagus sekali batu itu!&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Zak%204:7\">Zak 4:7<\/a>]. Dan pada akhirnya, akan terlihat jelas bahwa tiap benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipilih, TUHAN melakukannya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya sendiri; dan bahwa di setiap bagian pekerjaan anugrah, Dia telah mencapai maksud-Nya, dan memuliakan nama-Nya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kepercayaan kita tentang hikmat Tuhan mengharuskan dan memastikan bahwa Dia sudah memiliki tujuan dan rencana yang tetap dalam karya keselamatan. Apa yang akan terjadi dengan penciptaan tanpa rancangan-Nya? Apakah masih ada ikan di laut, atau burung-burung di udara, kalau mereka terbentuk berdasarkan kebetulan saja? Sebenarnya, di setiap tulang, sendi, dan otot, urat, otot [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"310","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26870"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68017,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26870\/revisions\/68017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}