{"id":26872,"date":"2025-08-03T18:15:34","date_gmt":"2025-08-03T11:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/raja-menyeberangi-sungai-kidron-2-samuel-1523\/"},"modified":"2025-08-03T18:15:35","modified_gmt":"2025-08-03T11:15:35","slug":"raja-menyeberangi-sungai-kidron-2-samuel-1523","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/raja-menyeberangi-sungai-kidron-2-samuel-1523\/","title":{"rendered":"Anak Domba itu adalah lampunya. [Wahyu 21:23]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dengan tenang, renungkanlah Anak Domba sebagai cahaya surga. Terang dalam Alkitab adalah lencana sukacita. Sukacita orang-orang suci di surga terdiri dari ini: Yesus memilih kita, mencintai kita, membeli kita, membersihkan kita, mengenakan kita pakaian, menjaga kita, memuliakan kita: kita di sini semata-mata melalui Tuhan Yesus. Setiap pemikiran bagi mereka seperti sekumpulan anggur Eskol. Terang juga adalah penyebab keindahan. Tidak ada keindahan yang tersisa ketika terang lenyap. Tanpa terang tidak ada kilauan cahaya dari batu safir, tidak ada sinar damai yang keluar dari mutiara; dan dengan demikian segala keindahan orang-orang suci di atas berasal dari Yesus. Seperti halnya planet, mereka mencerminkan cahaya dari Surya Kebenaran; mereka hidup sebagai sinar yang keluar dari matahari yang di pusat. Jika Ia undur, mereka harus mati; jika kemuliaan-Nya terselumbung, kemuliaan mereka juga harus berakhir. Terang juga adalah lencana pengetahuan. Di surga, pengertian kita akan sempurna, namun Tuhan Yesus sendirilah yang akan menjadi sumbernya. Takdir gelap, yang tidak pernah dipahami sebelumnya, akan kemudian terlihat jelas, dan segala yang membingungkan kita sekarang akan terpampang jelas kepada kita dalam terang Anak Domba. Oh! penyingkapan macam apa itu dan betapa mulianya Tuhan Maha Pengasih! Terang juga berarti perwujudan. Terang berwujud. Di dunia ini, kita belum terlihat sebagaimana kita seharusnya. Umat Tuhan adalah umat yang tersembunyi, tetapi ketika Kristus menerima umat-Nya di surga, Dia akan menjamah mereka dengan tongkat kasih-Nya sendiri, mengubah mereka menjadi gambar dari perwujudan kemuliaan-Nya. Mereka tadinya miskin dan sengsara, namun perubahan macam apa ini! Mereka ternodai oleh dosa, tetapi hanya dengan satu sentuhan jari-Nya, dan mereka menjadi terang seperti matahari, dan jernih seperti kristal. Oh! Perwujudan macam apa ini! Semuanya ini keluar dari Anak Domba Allah yang ditinggikan. Dan, bila mungkin ada kemegahan yang berkilau, Yesuslah yang menjadi pusat dan jiwa dari itu semua. Oh! Kalau saja kita hadir dan melihat Dia dalam terang-Nya, Raja segala raja, dan Tuan di atas segala tuan! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dengan tenang, renungkanlah Anak Domba sebagai cahaya surga. Terang dalam Alkitab adalah lencana <i>sukacita<\/i>. Sukacita orang-orang suci di surga terdiri dari ini: <i>Yesus<\/i> memilih kita, mencintai kita, membeli kita, membersihkan kita, mengenakan kita pakaian, menjaga kita, memuliakan kita: kita di sini semata-mata melalui Tuhan Yesus. Setiap pemikiran bagi mereka seperti sekumpulan anggur Eskol. Terang juga adalah penyebab <i>keindahan<\/i>. Tidak ada keindahan yang tersisa ketika terang lenyap. Tanpa terang tidak ada kilauan cahaya dari batu safir, tidak ada sinar damai yang keluar dari mutiara; dan dengan demikian segala keindahan orang-orang suci di atas berasal dari Yesus. Seperti halnya planet, mereka mencerminkan cahaya dari Surya Kebenaran; mereka hidup sebagai sinar yang keluar dari matahari yang di pusat. Jika Ia undur, mereka harus mati; jika kemuliaan-Nya terselumbung, kemuliaan mereka juga harus berakhir. Terang juga adalah lencana <i>pengetahuan<\/i>. Di surga, pengertian kita akan sempurna, namun Tuhan Yesus sendirilah yang akan menjadi sumbernya. Takdir gelap, yang tidak pernah dipahami sebelumnya, akan kemudian terlihat jelas, dan segala yang membingungkan kita sekarang akan terpampang jelas kepada kita dalam terang Anak Domba. Oh! penyingkapan macam apa itu dan betapa mulianya Tuhan Maha Pengasih! Terang juga berarti <i>perwujudan<\/i>. Terang berwujud. Di dunia ini, kita belum terlihat sebagaimana kita seharusnya. Umat Tuhan adalah umat yang tersembunyi, tetapi ketika Kristus menerima umat-Nya di surga, Dia akan menjamah mereka dengan tongkat kasih-Nya sendiri, mengubah mereka menjadi gambar dari perwujudan kemuliaan-Nya. Mereka tadinya miskin dan sengsara, namun perubahan macam apa ini! Mereka ternodai oleh dosa, tetapi hanya dengan satu sentuhan jari-Nya, dan mereka menjadi terang seperti matahari, dan jernih seperti kristal. Oh! Perwujudan macam apa ini! Semuanya ini keluar dari Anak Domba Allah yang ditinggikan. Dan, bila mungkin ada kemegahan yang berkilau, Yesuslah yang menjadi pusat dan jiwa dari itu semua. Oh! Kalau saja kita hadir dan melihat Dia dalam terang-Nya, Raja segala raja, dan Tuan di atas segala tuan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dengan tenang, renungkanlah Anak Domba sebagai cahaya surga. Terang dalam Alkitab adalah lencana sukacita. Sukacita orang-orang suci di surga terdiri dari ini: Yesus memilih kita, mencintai kita, membeli kita, membersihkan kita, mengenakan kita pakaian, menjaga kita, memuliakan kita: kita di sini semata-mata melalui Tuhan Yesus. Setiap pemikiran bagi mereka seperti sekumpulan anggur Eskol. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"149","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26872"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68020,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26872\/revisions\/68020"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}