{"id":26884,"date":"2025-08-05T18:15:28","date_gmt":"2025-08-05T11:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-keinginan-daging-berlawanan-dengan-keinginan-roh-dan-keinginan-roh-berlawanan-dengan-keinginan-daging-gal-517\/"},"modified":"2025-08-05T18:15:30","modified_gmt":"2025-08-05T11:15:30","slug":"sebab-keinginan-daging-berlawanan-dengan-keinginan-roh-dan-keinginan-roh-berlawanan-dengan-keinginan-daging-gal-517","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-keinginan-daging-berlawanan-dengan-keinginan-roh-dan-keinginan-roh-berlawanan-dengan-keinginan-daging-gal-517\/","title":{"rendered":"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. [Roma 8:28]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh Yesus melangkahi ombak-ombak, dan ia mendengar suara yang berkata, &quot;Aku ini, jangan takut!&quot; [Mat 14:27] Ia juga mengetahui Allah senantiasa bijak, dan, mengetahui ini, ia percaya tidak bisa ada kecelakaan, tidak ada kesalahan; tidak ada yang mungkin terjadi jika seharusnya tidak terjadi. Dia dapat berkata, &quot;Jika aku harus kehilangan segala yang aku miliki, maka lebih baik aku kehilangan daripada memiliki, jika itu memang kehendak Allah: bencana yang terburuk adalah hal terbijak dan hal terbaik yang mungkin menimpa aku, jika memang itu yang diperintahkan Allah.&quot; &quot;Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.&quot; [Rom 8:28] Orang Kristen tidak hanya berpegang pada hal ini sebagai teori, tetapi ia mengetahui hal itu sebagai fakta. Segalanya telah bekerja untuk kebaikan hingga kini; campuran obat beracun dalam porsi yang pas telah menyembuhkan kita; potongan tajam pisau bedah telah membersihkan keangkuhan daging dan memudahkan penyembuhannya. Setiap peristiwa hingga kini telah menghasilkan suatu hasil yang paling diberkati secara ilahi; maka, dengan percaya bahwa Allah menguasai segalanya, bahwa Ia memerintah dengan bijak, dan Ia memunculkan kebaikan dari kejahatan, hati seorang percaya ditenangkan, dan dia dimungkinkan untuk bertemu dengan setiap pencobaan dengan tenang. Orang percaya dapat berdoa dalam roh kepasrahan yang sejati, &quot;Kirim aku sesuai dengan kehendak Engkau, Allahku, asalkan itu berasal dari-Mu; tidak terhidang bagian yang rusak di meja-Mu untuk setiap anak-Mu.&quot; RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh Yesus melangkahi ombak-ombak, dan ia mendengar suara yang berkata, &#8220;Aku ini, jangan takut!&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%2014:27\">Mat 14:27<\/a>] Ia juga mengetahui Allah senantiasa bijak, dan, mengetahui ini, ia percaya tidak bisa ada kecelakaan, tidak ada kesalahan; tidak ada yang mungkin terjadi jika seharusnya tidak terjadi. Dia dapat berkata, &#8220;Jika aku harus kehilangan segala yang aku miliki, maka lebih baik aku kehilangan daripada memiliki, jika itu memang kehendak Allah: bencana yang terburuk adalah hal terbijak dan hal terbaik yang mungkin menimpa aku, jika memang itu yang diperintahkan Allah.&#8221; &#8220;Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Rom%208:28\">Rom 8:28<\/a>] Orang Kristen tidak hanya berpegang pada hal ini sebagai teori, tetapi <i>ia mengetahui hal itu<\/i> sebagai fakta. Segalanya <i>telah<\/i> bekerja untuk kebaikan hingga kini; campuran obat beracun dalam porsi yang pas telah menyembuhkan kita; potongan tajam pisau bedah telah membersihkan keangkuhan daging dan memudahkan penyembuhannya. Setiap peristiwa hingga kini telah menghasilkan suatu hasil yang paling diberkati secara ilahi; maka, dengan percaya bahwa Allah menguasai segalanya, bahwa Ia memerintah dengan bijak, dan Ia memunculkan kebaikan dari kejahatan, hati seorang percaya ditenangkan, dan dia dimungkinkan untuk bertemu dengan setiap pencobaan dengan tenang. Orang percaya dapat berdoa dalam roh kepasrahan yang sejati, &#8220;Kirim aku sesuai dengan kehendak Engkau, Allahku, asalkan itu berasal dari-Mu; tidak terhidang bagian yang rusak di meja-Mu untuk setiap anak-Mu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"267","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26884"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68025,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26884\/revisions\/68025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}