{"id":26974,"date":"2025-10-22T18:16:14","date_gmt":"2025-10-22T11:16:14","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-bergembiralah-karena-tuhan-maz-374\/"},"modified":"2025-10-22T18:16:16","modified_gmt":"2025-10-22T11:16:16","slug":"dan-bergembiralah-karena-tuhan-maz-374","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-bergembiralah-karena-tuhan-maz-374\/","title":{"rendered":"Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela. [Hosea 14:4]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Kalimat ini adalah keseluruhan dari keilahian dalam bentuk kecil. Dia yang mengerti maknanya adalah seorang teolog, dan dia yang sanggup menyelami kedalamannya adalah seorang Guru Israel sejati. Ini adalah penyingkatan pesan mulia keselamatan yang diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus Penebus kita. Pengertiannya bertumpu pada kata \u201cdengan sukarela.\u201d Inilah cara yang mulia, pas, dan ilahi yang dengannya kasih mengalir dari surga ke bumi, kasih spontan mengalir keluar kepada mereka yang tidak berhak atasnya, ataupun membelinya, ataupun mencarinya. Memang inilah satu-satunya cara Allah dapat mengasihi orang-orang seperti kita ini. Teks ini adalah pukulan maut bagi segala macam kelayakan: \u201cAku akan mengasihi mereka dengan sukarela.\u201d Sekarang, jika sama sekali ada kelayakan apapun yang wajib terdapat dalam diri kita, berarti Dia tidak mengasihi kita dengan sukarela; setidaknya, ini menunjukkan kurangnya dan mundurnya kesukarelaan itu. Namun, perkataan tadi tetaplah, \u201dAku akan mengasihi engkau dengan sukarela.\u201d Kita menggerutu, \u201dTuhan, hatiku begitu keras.\u201d \u201dAku akan mengasihi engkau dengan sukarela.\u201d \u201cTapi, aku tidak merasa perlu Kristus sebagaimana aku harapkan.\u201d \u201dAku tidak akan mengasihimu karena engkau merasakan perlu; Aku akan mengasihi engkau dengan sukarela.\u201d \u201cTapi aku tidak merasakan jiwa yang melembut seperti yang aku inginkan.\u201d Ingat, jiwa yang melembut bukanlah sebuah syarat, sebab tidak ada syarat; perjanjian kasih karunia tidak memiliki persyaratan apapun; sehingga kita tanpa kelayakan apapun dapat mencari dengan berani janji Allah yang dibuat-Nya bagi kita dalam Kristus Yesus, ketika Dia berkata, \u201dBarangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan dihukum.\u201d [Yohanes 3:18] Berbahagialah mereka yang tahu bahwa anugerah Allah disediakan cuma-cuma bagi kita setiap waktu, tanpa persiapan, tanpa kelayakan, tanpa uang, dan tanpa bandrol! \u201cAku akan mengasihi mereka dengan sukarela.\u201d Kata-kata ini mengundang orang yang murtad untuk kembali: memang, teks ini secara khusus ditulis untuk itu\u2014\u201dAku akan memulihkan mereka dari penyelewengan; Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela.\u201d Hai penyeleweng! tentunya kemurahan janji itu akan segera meluluhkan hatimu, dan engkau akan kembali, dan mencari wajah Bapamu yang terluka. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kalimat ini adalah keseluruhan dari keilahian dalam bentuk kecil. Dia yang mengerti maknanya adalah seorang teolog, dan dia yang sanggup menyelami kedalamannya adalah seorang Guru Israel sejati. Ini adalah penyingkatan pesan mulia keselamatan yang diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus Penebus kita. Pengertiannya bertumpu pada kata \u201cdengan sukarela.\u201d Inilah cara yang mulia, pas, dan ilahi yang dengannya kasih mengalir dari surga ke bumi, kasih spontan mengalir keluar kepada mereka yang tidak berhak atasnya, ataupun membelinya, ataupun mencarinya. Memang inilah satu-satunya cara Allah dapat mengasihi orang-orang seperti kita ini. Teks ini adalah pukulan maut bagi segala macam kelayakan: \u201cAku akan mengasihi mereka <i>dengan sukarela<\/i>.\u201d Sekarang, jika sama sekali ada kelayakan apapun yang wajib terdapat dalam diri kita, berarti Dia tidak mengasihi kita dengan sukarela; setidaknya, ini menunjukkan kurangnya dan mundurnya kesukarelaan itu. Namun, perkataan tadi tetaplah, \u201dAku akan mengasihi engkau dengan sukarela.\u201d Kita menggerutu, \u201dTuhan, hatiku begitu keras.\u201d \u201dAku akan mengasihi engkau <i>dengan sukarela<\/i>.\u201d \u201cTapi, aku tidak merasa perlu Kristus sebagaimana aku harapkan.\u201d \u201dAku tidak akan mengasihimu karena engkau merasakan perlu; Aku akan mengasihi engkau dengan sukarela.\u201d \u201cTapi aku tidak merasakan jiwa yang melembut seperti yang aku inginkan.\u201d Ingat, jiwa yang melembut bukanlah sebuah syarat, sebab tidak ada syarat; perjanjian kasih karunia tidak memiliki persyaratan apapun; sehingga kita tanpa kelayakan apapun dapat mencari dengan berani janji Allah yang dibuat-Nya bagi kita dalam Kristus Yesus, ketika Dia berkata, \u201dBarangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan dihukum.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%203:18\">Yohanes 3:18<\/a>] Berbahagialah mereka yang tahu bahwa anugerah Allah disediakan cuma-cuma bagi kita setiap waktu, tanpa persiapan, tanpa kelayakan, tanpa uang, dan tanpa bandrol! \u201cAku akan mengasihi mereka dengan sukarela.\u201d Kata-kata ini <i>mengundang orang yang murtad untuk kembali<\/i>: memang, teks ini secara khusus ditulis untuk itu\u2014\u201dAku akan memulihkan mereka dari penyelewengan; Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela.\u201d Hai penyeleweng! tentunya kemurahan janji itu akan segera meluluhkan hatimu, dan engkau akan kembali, dan mencari wajah Bapamu yang terluka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kalimat ini adalah keseluruhan dari keilahian dalam bentuk kecil. Dia yang mengerti maknanya adalah seorang teolog, dan dia yang sanggup menyelami kedalamannya adalah seorang Guru Israel sejati. Ini adalah penyingkatan pesan mulia keselamatan yang diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus Penebus kita. Pengertiannya bertumpu pada kata \u201cdengan sukarela.\u201d Inilah cara yang mulia, pas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"77","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26974"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68249,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26974\/revisions\/68249"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}