{"id":26988,"date":"2025-10-24T18:15:30","date_gmt":"2025-10-24T11:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-aku-memberikan-hidup-yang-kekal-kepada-mereka-dan-mereka-pasti-tidak-akan-binasa-yoh-1028\/"},"modified":"2025-10-24T18:15:32","modified_gmt":"2025-10-24T11:15:32","slug":"dan-aku-memberikan-hidup-yang-kekal-kepada-mereka-dan-mereka-pasti-tidak-akan-binasa-yoh-1028","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-aku-memberikan-hidup-yang-kekal-kepada-mereka-dan-mereka-pasti-tidak-akan-binasa-yoh-1028\/","title":{"rendered":"Pohon-pohon Tuhan penuh dengan getah. [Mazmur 104:16]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tanpa getah pohon tidak dapat tumbuh dengan subur atau bahkan berada. Vitalitas itu esensial bagi seorang Kristen. Haruslah ada hidup \u2014 sebuah prinsip vital yang ditanamkan kepada kita oleh Allah Roh Kudus, atau kita tidak dapat menjadi pohon-pohon Tuhan. Menamai diri orang Kristen saja adalah sesuatu hal yang mati, kita harus dipenuhi dengan roh kehidupan ilahi. Hidup ini misterius. Kita tidak mengerti sirkulasi getah, oleh kekuatan apa getah naik, dan oleh kuasa apa getah turun kembali. Begitu pula kehidupan di dalam kita adalah misteri sakral. Kelahiran kembali dikerjakan Roh Kudus yang masuk ke dalam manusia dan menjadi hidup manusia itu; dan hidup ilahi di dalam seorang percaya kemudian memperoleh makanan dari daging dan darah Kristus dan oleh karena itu dapat bertahan hidup dari makanan ilahi, namun bagaimana hal itu datang dan ke mana hal itu pergi siapa yang dapat menjelaskannya kepada kita? Getah itu adalah hal yang rahasia! Akar tembus menelusuri tanah dengan spongiola kecil mereka, namun kita tidak dapat melihat mereka menghisap berbagai jenis gas, atau mengubah mineral menjadi sayuran; pekerjaan ini dikerjakan di dalam kegelapan bawah tanah. Akar kita ialah Kristus Yesus, dan hidup kita tersembunyi di dalam Dia; ini ialah rahasia Tuhan. Akar kehidupan Kristen sama rahasianya dengan kehidupan itu sendiri. Betapa aktif secara permanen getah di dalam pohon aras! Dalam seorang Kristen hidup ilahi selalu penuh dengan energi, tidak selalu dalam menghasilkan buah, namun dalam pekerjaan di dalam. Perbuatan baik orang percaya tidak semuanya bergerak secara konstan, namun hidup di dalamnya tidak pernah berhenti berdenyut. Ia tidak selalu bekerja untuk Allah, namun hatinya selalu hidup dari Allah. Seperti getah yang terejawantahkan dari produksi dedaunan dan buahnya, demikianlah pula seorang Kristen yang sungguh-sungguh sehat, anugerahnya secara eksternal diejawantahkan dalam langkah dan percakapannya. Jika engkau berbicara kepadanya, ia tidak bisa tidak berbicara mengenai Yesus. Jika engkau melihat perbuatannya engkau akan melihat ia telah selalu bersama Yesus. Saking banyaknya getah di dalam yang ia miliki, getah itu memenuhi perbuatan dan ucapannya dengan kehidupan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tanpa getah pohon tidak dapat tumbuh dengan subur atau bahkan berada. <i>Vitalitas<\/i> itu esensial bagi seorang Kristen. Haruslah ada <i>hidup<\/i> \u2014 sebuah prinsip vital yang ditanamkan kepada kita oleh Allah Roh Kudus, atau kita tidak dapat menjadi pohon-pohon Tuhan. Menamai diri orang Kristen saja adalah sesuatu hal yang mati, kita harus dipenuhi dengan roh kehidupan ilahi. Hidup ini <i>misterius<\/i>. Kita tidak mengerti sirkulasi getah, oleh kekuatan apa getah naik, dan oleh kuasa apa getah turun kembali. Begitu pula kehidupan di dalam kita adalah misteri sakral. Kelahiran kembali dikerjakan Roh Kudus yang masuk ke dalam manusia dan menjadi hidup manusia itu; dan hidup ilahi di dalam seorang percaya kemudian memperoleh makanan dari daging dan darah Kristus dan oleh karena itu dapat bertahan hidup dari makanan ilahi, namun bagaimana hal itu datang dan ke mana hal itu pergi siapa yang dapat menjelaskannya kepada kita? Getah itu adalah hal yang <i>rahasia<\/i>! Akar tembus menelusuri tanah dengan spongiola kecil mereka, namun kita tidak dapat melihat mereka menghisap berbagai jenis gas, atau mengubah mineral menjadi sayuran; pekerjaan ini dikerjakan di dalam kegelapan bawah tanah. Akar kita ialah Kristus Yesus, dan hidup kita tersembunyi di dalam Dia; ini ialah rahasia Tuhan. Akar kehidupan Kristen sama rahasianya dengan kehidupan itu sendiri. Betapa <i>aktif secara permanen<\/i> getah di dalam pohon aras! Dalam seorang Kristen hidup ilahi selalu penuh dengan energi, tidak selalu dalam menghasilkan buah, namun dalam pekerjaan di dalam. <i>Perbuatan baik<\/i> orang percaya tidak semuanya bergerak secara konstan, namun <i>hidup<\/i> di dalamnya tidak pernah berhenti berdenyut. Ia tidak selalu bekerja untuk Allah, namun hatinya selalu hidup dari Allah. Seperti getah yang <i>terejawantahkan dari produksi dedaunan dan buahnya<\/i>, demikianlah pula seorang Kristen yang sungguh-sungguh sehat, anugerahnya secara eksternal diejawantahkan dalam langkah dan percakapannya. Jika engkau berbicara kepadanya, ia tidak bisa tidak berbicara mengenai Yesus. Jika engkau melihat perbuatannya engkau akan melihat ia telah selalu bersama Yesus. Saking banyaknya getah di dalam yang ia miliki, getah itu memenuhi perbuatan dan ucapannya dengan kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tanpa getah pohon tidak dapat tumbuh dengan subur atau bahkan berada. Vitalitas itu esensial bagi seorang Kristen. Haruslah ada hidup \u2014 sebuah prinsip vital yang ditanamkan kepada kita oleh Allah Roh Kudus, atau kita tidak dapat menjadi pohon-pohon Tuhan. Menamai diri orang Kristen saja adalah sesuatu hal yang mati, kita harus dipenuhi dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"153","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26988"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68253,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26988\/revisions\/68253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}