{"id":26990,"date":"2025-10-25T18:15:59","date_gmt":"2025-10-25T11:15:59","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tolonglah-kiranya-tuhan-maz-121\/"},"modified":"2025-10-25T18:16:01","modified_gmt":"2025-10-25T11:16:01","slug":"tolonglah-kiranya-tuhan-maz-121","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tolonglah-kiranya-tuhan-maz-121\/","title":{"rendered":"Oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya. [2 Yohanes 1:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sekali kebenaran Allah dipersilakan memperoleh jalan masuk ke dalam hati manusia dan menaklukkan seluruh manusia kepada kebenaran-Nya, kekuatan manusia maupun neraka tidak dapat mengusirnya. Kita menyambut kebenaran-Nya bukan sebagai tamu tetapi sebagai tuan rumah\u2014ini keharusan orang Kristen, ia yang tidak percaya begitu bukan seorang Kristen. Mereka yang merasakan kekuatan vital injil, dan mengenal keperkasaan Roh Kudus yang membuka, menerapkan, dan memateraikan Firman Tuhan, lebih mudah terkoyak berkeping-keping daripada terlepas dari injil keselamatan mereka. Ribuan rahmat dibungkus dalam jaminan bahwa kebenaran akan bersama kita selama-lamanya; akan menjadi tunjangan hidup kita, kenyamanan kita yang sekarat, nyanyian kebangkitan kita, kemuliaan abadi kita; inilah hak istimewa orang Kristen, yang tanpanya iman kita kecil nilainya. Beberapa kebenaran sudah kita kuasai dan tinggalkan, karena kebenaran-kebenaran itu adalah pelajaran dasar bagi pemula, tetapi kita tidak bersikap demikian kepada kebenaran Ilahi, karena kebenaran Ilahi adalah makanan manis bayi sekaligus makanan keras orang dewasa [Ibrani 5:12]. Kebenaran bahwa kita adalah orang-orang berdosa secara menyakitkan menyertai kita untuk merendahkan hati kita dan membuat kita berjaga-jaga; kebenaran yang terlebih diberkati bahwa barangsiapa percaya pada Tuhan Yesus akan diselamatkan, tinggal diam bersama kita sebagai pengharapan dan sukacita kita. Pengalaman bukannya melonggarkan pegangan kita akan doktrin anugerah, justru semakin kuat merajut kita kepadanya; alasan dan motif kita untuk percaya sekarang lebih kuat, lebih banyak daripada sebelumnya, dan kita memiliki alasan untuk berharap bahwa akan terus begitu hingga dalam maut lengan kita memeluk Sang Juruselamat. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sekali kebenaran Allah dipersilakan memperoleh jalan masuk ke dalam hati manusia dan menaklukkan seluruh manusia kepada kebenaran-Nya, kekuatan manusia maupun neraka tidak dapat mengusirnya. Kita menyambut kebenaran-Nya bukan sebagai tamu tetapi sebagai tuan rumah\u2014ini <i>keharusan orang Kristen<\/i>, ia yang tidak percaya begitu bukan seorang Kristen. Mereka yang merasakan kekuatan vital injil, dan mengenal keperkasaan Roh Kudus yang membuka, menerapkan, dan memateraikan Firman Tuhan, lebih mudah terkoyak berkeping-keping daripada terlepas dari injil keselamatan mereka. Ribuan rahmat dibungkus dalam jaminan bahwa kebenaran akan bersama kita selama-lamanya; akan menjadi tunjangan hidup kita, kenyamanan kita yang sekarat, nyanyian kebangkitan kita, kemuliaan abadi kita; inilah <i>hak istimewa orang Kristen<\/i>, yang tanpanya iman kita kecil nilainya. Beberapa kebenaran sudah kita kuasai dan tinggalkan, karena kebenaran-kebenaran itu adalah pelajaran dasar bagi pemula, tetapi kita tidak bersikap demikian kepada kebenaran Ilahi, karena kebenaran Ilahi adalah makanan manis bayi sekaligus makanan keras orang dewasa [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibrani%205:12\">Ibrani 5:12<\/a>]. Kebenaran bahwa kita adalah orang-orang berdosa secara menyakitkan menyertai kita untuk merendahkan hati kita dan membuat kita berjaga-jaga; kebenaran yang terlebih diberkati bahwa barangsiapa percaya pada Tuhan Yesus akan diselamatkan, tinggal diam bersama kita sebagai pengharapan dan sukacita kita. Pengalaman bukannya melonggarkan pegangan kita akan doktrin anugerah, justru semakin kuat merajut kita kepadanya; alasan dan motif kita untuk percaya sekarang lebih kuat, lebih banyak daripada sebelumnya, dan kita memiliki alasan untuk berharap bahwa akan terus begitu hingga dalam maut lengan kita memeluk Sang Juruselamat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sekali kebenaran Allah dipersilakan memperoleh jalan masuk ke dalam hati manusia dan menaklukkan seluruh manusia kepada kebenaran-Nya, kekuatan manusia maupun neraka tidak dapat mengusirnya. Kita menyambut kebenaran-Nya bukan sebagai tamu tetapi sebagai tuan rumah\u2014ini keharusan orang Kristen, ia yang tidak percaya begitu bukan seorang Kristen. Mereka yang merasakan kekuatan vital injil, dan mengenal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"183","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26990"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68264,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26990\/revisions\/68264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}