{"id":27756,"date":"2025-10-29T18:16:12","date_gmt":"2025-10-29T11:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-yang-terelok-di-antara-anak-anak-manusia-maz-452\/"},"modified":"2025-10-29T18:16:16","modified_gmt":"2025-10-29T11:16:16","slug":"engkau-yang-terelok-di-antara-anak-anak-manusia-maz-452","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-yang-terelok-di-antara-anak-anak-manusia-maz-452\/","title":{"rendered":"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dst. [Matius 6:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Doa ini memulai di mana semua doa yang sejati harus bermula, dengan semangat adopsi, &quot;Bapa kami.&quot; Tidak ada doa yang diterima sampai kita dapat berkata, &quot;Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku.&quot; [Lukas 15:18] Semangat yang seperti anak-anak ini lekas menyadari keagungan Bapa &quot;yang di sorga,&quot; dan menuju kepada pemujaan yang saleh, &quot;Dikuduskanlah nama-Mu.&quot; Celoteh anak, &quot;ya Abba, ya Bapa!&quot; [Roma 8:15] bertumbuh menjadi kerub yang berseru, &quot;Kudus, Kudus, Kudus.&quot; [Yesaya 6:3] Selangkah saja dari penyembahan yang girang kepada semangat pengabaran injil yang berkilau, yang pasti tumbuh dari kasih persaudaraan dan pemujaan yang khusyuk\u2014 &quot;Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.&quot; Berikutnya diikuti ekspresi ketergantungan yang tulus kepada Allah\u2014 &quot;Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.&quot; Setelah dicerahkan lebih oleh Roh, dia sadar bukan saja dia bergantung, tapi juga berdosa, maka dia memohon belas kasihan, &quot;Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami:&quot; dan setelah diampuni, kebenaran Kristus diperhitungkan kepadanya, dan mengetahui dirinya diterima Allah, dia dengan rendah hati meminta kekudusan dengan tak putus-putusnya, &quot;Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat,&quot; yaitu pengudusan dalam bentuk negatif dan positifnya. Sebagai hasil dari semuanya ini, lalu diikuti pengakuan pujian yang berkemenangan, &quot;Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.&quot; Kita bersuka sebab Raja kita memerintah dalam pemeliharaan-Nya dan akan memerintah dalam kasih karunia, dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi [Zakharia 9:10], pemerintahan-Nya tidak akan berkesudahan [Lukas 1:33]. Oleh sebab itu, mulai dari kesadaran diangkat menjadi anak Allah, hingga persekutuan dengan Tuhan pemerintah kita, model doa yang pendek ini memimpin jiwa kita. Tuhan, ajarlah kami berdoa. [Lukas 11:1] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Doa ini memulai di mana semua doa yang sejati harus bermula, dengan semangat <i>adopsi<\/i>, &#8220;Bapa kami.&#8221; Tidak ada doa yang diterima sampai kita dapat berkata, &#8220;Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2015:18\">Lukas 15:18<\/a>] Semangat yang seperti anak-anak ini lekas menyadari keagungan Bapa &#8220;yang di sorga,&#8221; dan menuju kepada <i>pemujaan yang saleh<\/i>, &#8220;Dikuduskanlah nama-Mu.&#8221; Celoteh anak, &#8220;ya Abba, ya Bapa!&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:15\">Roma 8:15<\/a>] bertumbuh menjadi kerub yang berseru, &#8220;Kudus, Kudus, Kudus.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%206:3\">Yesaya 6:3<\/a>] Selangkah saja dari penyembahan yang girang kepada <i>semangat pengabaran injil yang berkilau<\/i>, yang pasti tumbuh dari kasih persaudaraan dan pemujaan yang khusyuk\u2014 &#8220;Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.&#8221; Berikutnya diikuti <i>ekspresi ketergantungan yang tulus<\/i> kepada Allah\u2014 &#8220;Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.&#8221; Setelah dicerahkan lebih oleh Roh, dia sadar bukan saja dia bergantung, tapi juga berdosa, maka dia <i>memohon belas kasihan<\/i>, &#8220;Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami:&#8221; dan setelah diampuni, kebenaran Kristus diperhitungkan kepadanya, dan mengetahui dirinya diterima Allah, dia dengan rendah hati <i>meminta kekudusan dengan tak putus-putusnya<\/i>, &#8220;Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat,&#8221; yaitu pengudusan dalam bentuk negatif dan positifnya. Sebagai hasil dari semuanya ini, lalu diikuti <i>pengakuan pujian yang berkemenangan<\/i>, &#8220;Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.&#8221; Kita bersuka sebab Raja <i>kita<\/i> memerintah dalam pemeliharaan-Nya dan akan memerintah dalam kasih karunia, dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Zakharia%209:10\">Zakharia 9:10<\/a>], pemerintahan-Nya tidak akan berkesudahan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%201:33\">Lukas 1:33<\/a>]. Oleh sebab itu, mulai dari kesadaran diangkat menjadi anak Allah, hingga persekutuan dengan Tuhan pemerintah kita, model doa yang pendek ini memimpin jiwa kita. Tuhan, ajarlah kami berdoa. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2011:1\">Lukas 11:1<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Doa ini memulai di mana semua doa yang sejati harus bermula, dengan semangat adopsi, &#8220;Bapa kami.&#8221; Tidak ada doa yang diterima sampai kita dapat berkata, &#8220;Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku.&#8221; [Lukas 15:18] Semangat yang seperti anak-anak ini lekas menyadari keagungan Bapa &#8220;yang di sorga,&#8221; dan menuju kepada pemujaan yang saleh, &#8220;Dikuduskanlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-27756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"153","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27756"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68272,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27756\/revisions\/68272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}