{"id":28614,"date":"2025-10-31T18:16:01","date_gmt":"2025-10-31T11:16:01","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/efraim-menjadi-roti-bundar-yang-tidak-dibalik-hosea-78\/"},"modified":"2025-10-31T18:16:06","modified_gmt":"2025-10-31T11:16:06","slug":"efraim-menjadi-roti-bundar-yang-tidak-dibalik-hosea-78","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/efraim-menjadi-roti-bundar-yang-tidak-dibalik-hosea-78\/","title":{"rendered":"Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang. [Hosea 13:5]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ya, Tuhan, sesungguhnya Engkau telah mengenalku dalam kejatuhanku, dan Engkau bahkan memilih aku untuk-Mu. Ketika aku menjijikkan dan membenci diri, Engkau menerimaku sebagai anak-Mu, dan Engkau memuaskan hasrat dan keperluanku. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya atas belas kasih yang cuma-cuma, kaya, dan berlimpah. Sejak itu, pengalamanku di dalam sering kali merupakan padang gurun; namun Engkau tetap memilikiku sebagai kekasih-Mu, dan menuangkanku aliran kasih dan anugerah untuk membuatku gembira, dan menjadikanku berbuah. Bahkan, ketika keadaanku di luar adalah yang terburuk, dan aku keluyuran di tanah gersang, manis kehadiran-Mu telah melipurku. Manusia tidak mengenalku ketika cemooh menanti aku, tetapi Engkau telah mengenal jiwaku dalam kesukaran, sebab penderitaan apapun tidak dapat mengurangi kilau kasih-Mu. Tuhan yang maha pemurah, aku membesarkan Engkau atas segala kesetiaan-Mu kepadaku dalam masa-masa ujian, dan aku menyesalkan diriku yang sewaktu-waktu melupakan Engkau dan bertinggi hati, padahal segalanya kumiliki karena kelembutan dan kasih-Mu. Kasihanilah hamba-Mu dalam hal ini! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ya, Tuhan, sesungguhnya Engkau telah mengenalku dalam <i>kejatuhanku<\/i>, dan Engkau bahkan memilih aku untuk-Mu. Ketika aku menjijikkan dan membenci diri, Engkau menerimaku sebagai anak-Mu, dan Engkau memuaskan hasrat dan keperluanku. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya atas belas kasih yang cuma-cuma, kaya, dan berlimpah. Sejak itu, <i>pengalamanku di dalam<\/i> sering kali merupakan padang gurun; namun Engkau tetap memilikiku sebagai kekasih-Mu, dan menuangkanku aliran kasih dan anugerah untuk membuatku gembira, dan menjadikanku berbuah. Bahkan, ketika <i>keadaanku di luar<\/i> adalah yang terburuk, dan aku keluyuran di tanah gersang, manis kehadiran-Mu telah melipurku. Manusia tidak mengenalku ketika cemooh menanti aku, tetapi Engkau telah mengenal jiwaku dalam kesukaran, sebab penderitaan apapun tidak dapat mengurangi kilau kasih-Mu. Tuhan yang maha pemurah, aku membesarkan Engkau atas segala kesetiaan-Mu kepadaku dalam masa-masa ujian, dan aku menyesalkan diriku yang sewaktu-waktu melupakan Engkau dan bertinggi hati, padahal segalanya kumiliki karena kelembutan dan kasih-Mu. Kasihanilah hamba-Mu dalam hal ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ya, Tuhan, sesungguhnya Engkau telah mengenalku dalam kejatuhanku, dan Engkau bahkan memilih aku untuk-Mu. Ketika aku menjijikkan dan membenci diri, Engkau menerimaku sebagai anak-Mu, dan Engkau memuaskan hasrat dan keperluanku. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya atas belas kasih yang cuma-cuma, kaya, dan berlimpah. Sejak itu, pengalamanku di dalam sering kali merupakan padang gurun; namun Engkau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-28614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"141","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28614"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68276,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28614\/revisions\/68276"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}