{"id":29702,"date":"2025-11-06T18:16:48","date_gmt":"2025-11-06T11:16:48","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-yang-telah-meninggal-tidur-dalam-yesus-akan-dikumpulkan-allah-bersama-sama-dengan-dia-1-tesalonika-414\/"},"modified":"2025-11-06T18:16:51","modified_gmt":"2025-11-06T11:16:51","slug":"mereka-yang-telah-meninggal-tidur-dalam-yesus-akan-dikumpulkan-allah-bersama-sama-dengan-dia-1-tesalonika-414","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-yang-telah-meninggal-tidur-dalam-yesus-akan-dikumpulkan-allah-bersama-sama-dengan-dia-1-tesalonika-414\/","title":{"rendered":"Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus. [Yesaya 44:3] [1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Saat seorang percaya jatuh ke dalam keadaan yang sedih dan terpuruk, sering kali ia mencoba untuk mengangkat kembali dirinya dengan cara menghukum dirinya sendiri dengan ketakutan yang muram dan gelap. Itu bukan cara untuk bangkit dari keterpurukan, itu hanya melanjutkan keterpurukan itu. Bagaikan merantai sayap elang agar ia dapat terbang, demikianlah keraguan meningkatkan kasih karunia kita. Bukan hukum, melainkan injillah yang pertama menyelamatkan jiwa yang mencari; dan bukanlah perbudakan hukum, melainkan kemerdekaan injillah yang dapat memulihkan orang percaya setelah dia terpuruk. Ketakutan seorang budak tidak membawa seorang penyeleweng kembali kepada Allah, tetapi rayuan kasih yang manis menarik dia ke pelukan Yesus. Apakah engkau haus akan Allah yang hidup pagi ini, dan tidak bahagia karena engkau tidak mendapatkan-Nya sebagai sukacita hatimu? Apakah engkau sudah kehilangan sukacita agamamu, dan apakah ini doamu, &quot;Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu&quot; [Mazmur 51:12]? Apakah engkau menyadari juga gersangnya dirimu, seperti tanah yang kering; bahwa engkau tidak berbuah bagi Allah, yang mana Allah berhak atasnya; bahwa engkau tidak terlalu berguna dalam Gereja, atau dalam dunia ini, seperti yang diharapkan hatimu? Maka ini tepatnya janji yang engkau perlukan, &quot;Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus.&quot; Engkau akan menerima anugerah yang sangat engkau perlukan, dan engkau akan mendapatinya sebanyak yang engkau perlukan. Air menyegarkan orang yang haus: engkau akan disegarkan; hasratmu akan dipuaskan. Air membangunkan hidup sayuran yang tertidur: hidupmu akan dibangunkan oleh anugerah yang baru. Air membesarkan tunas dan mematangkan buah; engkau akan memiliki anugerah yang membuatmu berbuah; engkau akan dibuat berbuah dalam jalan Allah. Apapun kualitas baik yang ada dalam anugerah ilahi, engkau akan menikmatinya sepenuhnya. Engkau akan menerima semua kekayaan anugerah ilahi dengan berlimpah; engkau akan sampai basah kuyup dengan anugerah itu: dan terkadang padang rumput dibanjiri oleh ledakan air sungai, dan ladang-ladang itu berubah menjadi kolam air, begitu pula engkau \u2014 tanah yang haus akan menjadi sumber-sumber air. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Saat seorang percaya jatuh ke dalam keadaan yang sedih dan terpuruk, sering kali ia mencoba untuk mengangkat kembali dirinya dengan cara menghukum dirinya sendiri dengan ketakutan yang muram dan gelap. Itu bukan cara untuk bangkit dari keterpurukan, itu hanya melanjutkan keterpurukan itu. Bagaikan merantai sayap elang agar ia dapat terbang, demikianlah keraguan meningkatkan kasih karunia kita. Bukan hukum, melainkan injillah yang pertama menyelamatkan jiwa yang mencari; dan bukanlah perbudakan hukum, melainkan kemerdekaan injillah yang dapat memulihkan orang percaya setelah dia terpuruk. Ketakutan seorang budak tidak membawa seorang penyeleweng kembali kepada Allah, tetapi rayuan kasih yang manis menarik dia ke pelukan Yesus. Apakah engkau haus akan Allah yang hidup pagi ini, dan tidak bahagia karena engkau tidak mendapatkan-Nya sebagai sukacita hatimu? Apakah engkau sudah kehilangan sukacita agamamu, dan apakah ini doamu, &#8220;Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2051:12\">Mazmur 51:12<\/a>]? Apakah engkau menyadari juga gersangnya dirimu, seperti tanah yang kering; bahwa engkau tidak berbuah bagi Allah, yang mana Allah berhak atasnya; bahwa engkau tidak terlalu berguna dalam Gereja, atau dalam dunia ini, seperti yang diharapkan hatimu? Maka ini tepatnya janji yang engkau perlukan, &#8220;Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus.&#8221; Engkau akan menerima anugerah yang sangat engkau perlukan, dan engkau akan mendapatinya sebanyak yang engkau perlukan. Air menyegarkan orang yang haus: engkau akan disegarkan; hasratmu akan dipuaskan. Air membangunkan hidup sayuran yang tertidur: hidupmu akan dibangunkan oleh anugerah yang baru. Air membesarkan tunas dan mematangkan buah; engkau akan memiliki anugerah yang membuatmu berbuah; engkau akan dibuat berbuah dalam jalan Allah. Apapun kualitas baik yang ada dalam anugerah ilahi, engkau akan menikmatinya sepenuhnya. Engkau akan menerima semua kekayaan anugerah ilahi dengan berlimpah; engkau akan sampai basah kuyup dengan anugerah itu: dan terkadang padang rumput dibanjiri oleh ledakan air sungai, dan ladang-ladang itu berubah menjadi kolam air, begitu pula engkau \u2014 tanah yang haus akan menjadi sumber-sumber air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Saat seorang percaya jatuh ke dalam keadaan yang sedih dan terpuruk, sering kali ia mencoba untuk mengangkat kembali dirinya dengan cara menghukum dirinya sendiri dengan ketakutan yang muram dan gelap. Itu bukan cara untuk bangkit dari keterpurukan, itu hanya melanjutkan keterpurukan itu. Bagaikan merantai sayap elang agar ia dapat terbang, demikianlah keraguan meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-29702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"139","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29702"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68306,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29702\/revisions\/68306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}