{"id":29965,"date":"2025-11-08T18:15:31","date_gmt":"2025-11-08T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/terus-berlangsung-dalam-musim-panas-dan-dalam-musim-dingin-zakharia-148\/"},"modified":"2025-11-08T18:15:33","modified_gmt":"2025-11-08T11:15:33","slug":"terus-berlangsung-dalam-musim-panas-dan-dalam-musim-dingin-zakharia-148","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/terus-berlangsung-dalam-musim-panas-dan-dalam-musim-dingin-zakharia-148\/","title":{"rendered":"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. [Kolose 2:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kehidupan iman diwakili oleh menerima\u2014sebuah perbuatan yang artinya sangat berlainan dengan layak atau pantas. Perbuatan itu hanyalah menerima hadiah. Seperti bumi minum air hujan, seperti laut menerima aliran sungai-sungai, seperti malam mendapat cahaya dari bintang-bintang, kita pun, tanpa memberikan apapun, menerima anugerah Allah dengan cuma-cuma. Orang-orang kudus, menurut kodratnya, bukanlah sumur, ataupun aliran sungai, mereka sekadar penampungan air yang kepadanya air hidup mengalir; mereka adalah wadah kosong yang kepadanya Allah mencurahkan keselamatan-Nya. Konsep menerima memiliki makna penyataan, yaitu menjadikan suatu hal sebuah realitas. Seseorang tidak bisa menerima sebuah bayangan; kita menerima sesuatu yang substansial: begitu juga dengan kehidupan iman, Kristus menjadi realitas bagi kita. Ketika kita tidak beriman, Yesus hanyalah sebuah nama bagi kita\u2014seorang yang hidup pada zaman dahulu, begitu kunonya sehingga kehidupan-Nya hanyalah sebuah sejarah bagi kita sekarang! Dengan perbuatan iman Yesus menjadi Seorang yang nyata di dalam kesadaran hati kita. Tetapi menerima juga bermakna mengenggam atau memiliki. Hal yang aku terima menjadi milikku: aku memperuntukkan bagiku hal yang sudah diberikan. Ketika aku menerima Yesus, Ia menjadi Juruselamatku, sungguh milikku sehingga hidup maupun maut tidak bisa merenggut Dia dariku. Semua ini adalah menerima Kristus\u2014menerima-Nya sebagai hadiah cuma-cuma dari Allah; merealisasikan-Nya di dalam hatiku, dan menjadikan-Nya milikku. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kehidupan iman diwakili oleh <i>menerima<\/i>\u2014<i>sebuah perbuatan yang artinya sangat berlainan dengan layak atau pantas<\/i>. Perbuatan itu hanyalah menerima hadiah. Seperti bumi minum air hujan, seperti laut menerima aliran sungai-sungai, seperti malam mendapat cahaya dari bintang-bintang, kita pun, tanpa memberikan apapun, menerima anugerah Allah dengan cuma-cuma. Orang-orang kudus, menurut kodratnya, bukanlah sumur, ataupun aliran sungai, mereka sekadar penampungan air yang kepadanya air hidup mengalir; mereka adalah wadah kosong yang kepadanya Allah mencurahkan keselamatan-Nya. Konsep menerima memiliki <i>makna penyataan<\/i>, yaitu menjadikan suatu hal sebuah <i>realitas<\/i>. Seseorang tidak bisa menerima sebuah bayangan; kita menerima sesuatu yang substansial: begitu juga dengan kehidupan iman, Kristus menjadi realitas bagi kita. Ketika kita tidak beriman, Yesus hanyalah sebuah nama bagi kita\u2014seorang yang hidup pada zaman dahulu, begitu kunonya sehingga kehidupan-Nya hanyalah sebuah sejarah bagi kita sekarang! Dengan perbuatan iman Yesus menjadi Seorang yang nyata di dalam kesadaran hati kita. Tetapi menerima juga bermakna <i>mengenggam atau memiliki<\/i>. Hal yang aku terima menjadi milikku: aku memperuntukkan bagiku hal yang sudah diberikan. Ketika aku menerima Yesus, Ia menjadi Juruselamatku, sungguh milikku sehingga hidup maupun maut tidak bisa merenggut Dia dariku. Semua ini adalah menerima Kristus\u2014menerima-Nya sebagai hadiah cuma-cuma dari Allah; merealisasikan-Nya di dalam hatiku, dan menjadikan-Nya milikku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kehidupan iman diwakili oleh menerima\u2014sebuah perbuatan yang artinya sangat berlainan dengan layak atau pantas. Perbuatan itu hanyalah menerima hadiah. Seperti bumi minum air hujan, seperti laut menerima aliran sungai-sungai, seperti malam mendapat cahaya dari bintang-bintang, kita pun, tanpa memberikan apapun, menerima anugerah Allah dengan cuma-cuma. Orang-orang kudus, menurut kodratnya, bukanlah sumur, ataupun aliran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-29965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"99","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29965"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68310,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29965\/revisions\/68310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}