{"id":29967,"date":"2025-11-09T18:15:36","date_gmt":"2025-11-09T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ya-karena-dia-hati-kita-bersukacita-mazmur-3321\/"},"modified":"2025-11-09T18:15:38","modified_gmt":"2025-11-09T11:15:38","slug":"ya-karena-dia-hati-kita-bersukacita-mazmur-3321","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ya-karena-dia-hati-kita-bersukacita-mazmur-3321\/","title":{"rendered":"Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. [Kolose 2:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Jika kita sudah menerima Kristus itu sendiri di dalam hati kita yang terdalam, hidup baru kita akan menunjukkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui perjalanan iman di dalam Dia. Berjalan merupakan tindakan. Agama kita bukan untuk disembunyikan di dalam kamar kita; kita harus membawanya menjadi tindakan sesuai dengan kepercayaan kita. Jikalau seseorang berjalan di dalam Kristus, maka ia akan berbuat apa yang Kristus akan perbuat; karena dengan Kristus ada di dalam dirinya, harapannya, kasihnya, sukacitanya, dan hidupnya, dia memancarkan sinar dari gambar Yesus; dan orang-orang akan berkomentar tentang dia, \u201cDia seperti Tuannya, dia hidup seperti Yesus Kristus.\u201d Berjalan menunjukkan kemajuan. \u201cKarena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia\u201d; lanjutlah dari anugerah ke anugerah selanjutnya, berlarilah ke depan sampai engkau mencapai pengetahuan setinggi mungkin mengenai Dia kekasih kita. Berjalan berarti berkelanjutan. Haruslah ada kepatuhan yang terus-menerus di dalam Kristus. Berapa banyak orang Kristen berpikir bahwa pada pagi dan malam hari mereka harus datang ke dalam hadirat Yesus, tapi sepanjang hari memberikan hati mereka kepada dunia: tetapi ini adalah cara hidup yang buruk; kita harus selalu bersama Dia, menapak langkah-langkah-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Berjalan juga berarti kebiasaan. Ketika berbicara tentang perjalanan dan perbincangan seseorang, yang kita maksudkan adalah kebiasaannya, yakni karakter dan arah hidupnya. Nah, kalau kita kadang-kadang menikmati Kristus, tetapi lalu melupakan-Nya, kadang-kadang menyebut-Nya milik kita, tetapi segera kehilangan pegangan kita, itu tidak disebut kebiasaan; kita tidak berjalan di dalam-Nya. Kita harus turut bersama-Nya, melekat dengan-Nya, tidak pernah melepaskan-Nya, melainkan hidup dan berada bersama Dia. [Kis 17:28] \u201dKamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia\u201d; setia seperti saat engkau memulai, dan, seperti pada mulanya Kristus Yesus adalah kepercayaan imanmu, sumber hidupmu, prinsip perbuatanmu, dan sukacita rohmu, hendaklah Dia tetap sama hingga akhir hidupmu, sama saat engkau berjalan dalam lembah kekelaman, dan masuk ke dalam sukacita dan istirahat yang tetap bagi umat Allah. Oh Roh Kudus, mampukan kami menaati perintah sorgawi ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Jika kita sudah menerima Kristus itu sendiri di dalam hati kita yang terdalam, hidup baru kita akan menunjukkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui <i>perjalanan iman di dalam Dia<\/i>. Berjalan merupakan <i>tindakan<\/i>. Agama kita bukan untuk disembunyikan di dalam kamar kita; kita harus membawanya menjadi tindakan sesuai dengan kepercayaan kita. Jikalau seseorang berjalan di dalam Kristus, maka ia akan berbuat apa yang Kristus akan perbuat; karena dengan Kristus ada di dalam dirinya, harapannya, kasihnya, sukacitanya, dan hidupnya, dia memancarkan sinar dari gambar Yesus; dan orang-orang akan berkomentar tentang dia, \u201cDia seperti Tuannya, dia hidup seperti Yesus Kristus.\u201d Berjalan menunjukkan <i>kemajuan<\/i>. \u201cKarena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia\u201d; lanjutlah dari anugerah ke anugerah selanjutnya, berlarilah ke depan sampai engkau mencapai pengetahuan setinggi mungkin mengenai Dia kekasih kita. Berjalan berarti <i>berkelanjutan<\/i>. Haruslah ada kepatuhan yang terus-menerus di dalam Kristus. Berapa banyak orang Kristen berpikir bahwa pada pagi dan malam hari mereka harus datang ke dalam hadirat Yesus, tapi sepanjang hari memberikan hati mereka kepada dunia: tetapi ini adalah cara hidup yang buruk; kita harus selalu bersama Dia, menapak langkah-langkah-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Berjalan juga berarti <i>kebiasaan<\/i>. Ketika berbicara tentang perjalanan dan perbincangan seseorang, yang kita maksudkan adalah kebiasaannya, yakni karakter dan arah hidupnya. Nah, kalau kita kadang-kadang menikmati Kristus, tetapi lalu melupakan-Nya, kadang-kadang menyebut-Nya milik kita, tetapi segera kehilangan pegangan kita, itu tidak disebut kebiasaan; kita tidak <i>berjalan<\/i> di dalam-Nya. Kita harus turut bersama-Nya, melekat dengan-Nya, tidak pernah melepaskan-Nya, melainkan hidup dan berada bersama Dia. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kis%2017:28\">Kis 17:28<\/a>] \u201dKamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia\u201d; setia seperti saat engkau memulai, dan, seperti pada mulanya Kristus Yesus adalah kepercayaan imanmu, sumber hidupmu, prinsip perbuatanmu, dan sukacita rohmu, hendaklah Dia tetap sama hingga akhir hidupmu, sama saat engkau berjalan dalam lembah kekelaman, dan masuk ke dalam sukacita dan istirahat yang tetap bagi umat Allah. Oh Roh Kudus, mampukan kami menaati perintah sorgawi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Jika kita sudah menerima Kristus itu sendiri di dalam hati kita yang terdalam, hidup baru kita akan menunjukkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui perjalanan iman di dalam Dia. Berjalan merupakan tindakan. Agama kita bukan untuk disembunyikan di dalam kamar kita; kita harus membawanya menjadi tindakan sesuai dengan kepercayaan kita. Jikalau seseorang berjalan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-29967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"118","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29967"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68312,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29967\/revisions\/68312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}