{"id":29969,"date":"2025-11-10T18:16:49","date_gmt":"2025-11-10T11:16:49","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/lembu-lembu-yang-buruk-bangunnya-dan-kurus-badannya-itu-memakan-ketujuh-ekor-lembu-yang-indah-bangunnya-dan-gemuk-itu-kejadian-414\/"},"modified":"2025-11-10T18:16:51","modified_gmt":"2025-11-10T11:16:51","slug":"lembu-lembu-yang-buruk-bangunnya-dan-kurus-badannya-itu-memakan-ketujuh-ekor-lembu-yang-indah-bangunnya-dan-gemuk-itu-kejadian-414","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/lembu-lembu-yang-buruk-bangunnya-dan-kurus-badannya-itu-memakan-ketujuh-ekor-lembu-yang-indah-bangunnya-dan-gemuk-itu-kejadian-414\/","title":{"rendered":"Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu. [Ulangan 33:27]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - &quot;Tempat perlindungan&quot; bisa diartikan sebagai \u201cgedung\u201d, atau \u201ctempat tinggal,\u201d yang memberikan ide bahwa Allah adalah tempat tinggal kita, rumah kita. Ada rasa penuh dan manis pada perumpamaan ini, karena hal yang sangat dekat dengan hati kita adalah rumah kita, meskipun itu sebuah gubuk yang sederhana, ataupun loteng yang sempit; dan yang jauh lebih dekat adalah Allah kita yang terpuji, yang di dalam-Nya kita hidup, kita bergerak, kita ada [Kis 17:28]. Di rumahlah kita merasa aman: kita menutup dunia luar dan berdiam dalam rasa aman yang tentram. Demikian pula ketika kita bersama Allah, kita \u201ctidak takut bahaya.\u201d [Mazmur 23:4] Ia adalah perlindungan dan pengungsian kita, tempat berlindung kita yang kekal. Di rumah, kita beristirahat; di situlah kita memperoleh peristirahatan sehabis lelah dan keringat dari bekerja seharian. Dan demikianlah hati kita memperoleh peristirahatan di dalam Allah, ketika, di tengah lelahnya konflik hidup, kita berpaling kepada-Nya, dan jiwa kita berdiam dengan tentram. Di rumah, juga, hati kita menjadi lega kita tidak khawatir disalahpahami, ataupun kata-kata kita disalahartikan. Demikian ketika kita bersama Allah, kita bisa berelasi secara bebas dengan-Nya, meletakkan keinginan-keinginan kita yang tersembunyi; karena jikalau \u201cTUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,\u201d [Mazmur 25:14] [1] maka segala rahasia orang-orang yang takut akan Dia pastilah, dan haruslah, ada pada TUHAN mereka. Rumah, juga, adalah tempat kebahagiaan kita yang sesungguhnya dan semurninya: dan di dalam Allah-lah hati kita memperoleh kesukaan yang terdalam. Kita memperoleh sukacita di dalam Dia yang melebihi sukacita apapun. Demi rumah pula kita bekerja dan berusaha. Memikirkan akan rumah memberi kita kekuatan untuk menanggung beban sehari-hari, dan membangunkan jari-jari kita untuk menyelesaikan tugas; dan dalam pengertian ini kita juga bisa mengatakan bahwa Allah adalah rumah kita. Kasih kepada-Nya menguatkan kita. Kita memikirkan Dia dalam pribadi Putera-Nya yang tercinta; dan sekilas saja wajah Penebus yang menderita sudah memaksa kita untuk berusaha demi tujuan-Nya. Kita merasa harus bekerja, karena kita memiliki saudara-saudara yang masih harus diselamatkan, dan kita memiliki hati Bapa untuk kita bahagiakan dengan memulangkan anak-anak-Nya yang tersesat; kita akan memenuhi keluarga sakral yang di antaranya kita berada dengan kegirangan kudus. Berbahagialah mereka yang memiliki Allah Yakub sebagai tempat perlindungan mereka! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">&#8220;Tempat perlindungan&#8221; bisa diartikan sebagai \u201cgedung\u201d, atau \u201ctempat tinggal,\u201d yang memberikan ide bahwa <i>Allah adalah tempat tinggal kita, rumah kita<\/i>. Ada rasa penuh dan manis pada perumpamaan ini, karena hal yang sangat dekat dengan hati kita adalah rumah kita, meskipun itu sebuah gubuk yang sederhana, ataupun loteng yang sempit; dan yang jauh lebih dekat adalah Allah kita yang terpuji, yang di dalam-Nya kita hidup, kita bergerak, kita ada [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kis%2017:28\">Kis 17:28<\/a>]. Di rumahlah kita <i>merasa aman<\/i>: kita menutup dunia luar dan berdiam dalam rasa aman yang tentram. Demikian pula ketika kita bersama Allah, kita \u201ctidak takut bahaya.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2023:4\">Mazmur 23:4<\/a>] Ia adalah perlindungan dan pengungsian kita, tempat berlindung kita yang kekal. Di rumah, <i>kita beristirahat<\/i>; di situlah kita memperoleh peristirahatan sehabis lelah dan keringat dari bekerja seharian. Dan demikianlah hati kita memperoleh peristirahatan di dalam Allah, ketika, di tengah lelahnya konflik hidup, kita berpaling kepada-Nya, dan jiwa kita berdiam dengan tentram. Di rumah, juga, <i>hati kita menjadi lega<\/i> kita tidak khawatir disalahpahami, ataupun kata-kata kita disalahartikan. Demikian ketika kita bersama Allah, kita bisa berelasi secara bebas dengan-Nya, meletakkan keinginan-keinginan kita yang tersembunyi; karena jikalau \u201cTUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2025:14\">Mazmur 25:14<\/a>] [1] maka segala rahasia orang-orang yang takut akan Dia pastilah, dan haruslah, ada pada TUHAN mereka. Rumah, juga, adalah tempat <i>kebahagiaan kita yang sesungguhnya dan semurninya<\/i>: dan di dalam Allah-lah hati kita memperoleh kesukaan yang terdalam. Kita memperoleh sukacita di dalam Dia yang melebihi sukacita apapun. <i>Demi rumah pula kita bekerja dan berusaha<\/i>. Memikirkan akan rumah memberi kita kekuatan untuk menanggung beban sehari-hari, dan membangunkan jari-jari kita untuk menyelesaikan tugas; dan dalam pengertian ini kita juga bisa mengatakan bahwa Allah adalah rumah kita. Kasih kepada-Nya menguatkan kita. Kita memikirkan Dia dalam pribadi Putera-Nya yang tercinta; dan sekilas saja wajah Penebus yang menderita sudah memaksa kita untuk berusaha demi tujuan-Nya. Kita merasa harus bekerja, karena kita memiliki saudara-saudara yang masih harus diselamatkan, dan kita memiliki hati Bapa untuk kita bahagiakan dengan memulangkan anak-anak-Nya yang tersesat; kita akan memenuhi keluarga sakral yang di antaranya kita berada dengan kegirangan kudus. Berbahagialah mereka yang memiliki Allah Yakub sebagai tempat perlindungan mereka!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; &#8220;Tempat perlindungan&#8221; bisa diartikan sebagai \u201cgedung\u201d, atau \u201ctempat tinggal,\u201d yang memberikan ide bahwa Allah adalah tempat tinggal kita, rumah kita. Ada rasa penuh dan manis pada perumpamaan ini, karena hal yang sangat dekat dengan hati kita adalah rumah kita, meskipun itu sebuah gubuk yang sederhana, ataupun loteng yang sempit; dan yang jauh lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-29969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"105","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29969"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68314,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29969\/revisions\/68314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}