{"id":30092,"date":"2025-11-11T18:15:35","date_gmt":"2025-11-11T11:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kuduskanlah-mereka-dalam-kebenaran-yohanes-1717\/"},"modified":"2025-11-11T18:15:37","modified_gmt":"2025-11-11T11:15:37","slug":"kuduskanlah-mereka-dalam-kebenaran-yohanes-1717","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kuduskanlah-mereka-dalam-kebenaran-yohanes-1717\/","title":{"rendered":"Di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. [Ulangan 33:27]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Allah \u2014 Allah yang kekal \u2014 adalah tumpuan kita setiap waktu, dan terutama saat kita tenggelam ke suatu masalah yang dalam. Ada saat seorang Kristen tenggelam begitu rendah dalam kehinaan. Di bawah kesadaran akan dirinya yang berdosa besar, ia menjadi rendah hati di hadapan Allah sampai-sampai ia hampir tidak tahu lagi bagaimana berdoa, karena ia tampak, dalam pandangan dirinya sendiri, begitu tidak berarti. Wahai engkau anak Allah, ingatlah ketika engkau sedang terpuruk dan hancur, \u201cdi bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.\u201d Dosa mungkin menarik engkau begitu rendahnya, tetapi penebusan mulia Kristus tetap di bawah segalanya. Engkau mungkin sudah terpuruk sangat dalam, tetapi engkau tidak mungkin terpuruk sampai yang \u201cterdalam;\u201d dan hingga yang terdalam itulah Ia pergi menyelamatkan. Lagi-lagi, seorang Kristen terkadang tenggelam sangat rendah di dalam ujian yang menyakitkan dari luar. Setiap topangan duniawi sudah patah. Jadi bagaimana? Tetap, di bawah dia adalah \u201clengan-lengan yang kekal.\u201d Ia tidak mungkin jatuh terlalu dalam di dalam kesulitan dan penderitaan tanpa janji anugerah Allah yang kekal kasih setia-Nya terus melingkupinya. Seorang Kristen mungkin tenggelam dalam permasalahan dari dalam melalui konflik yang sengit, tetapi walaupun demikian ia tidak mungkin bisa direndahkan sampai berada di luar jangkauan \u201clengan-lengan yang kekal\u201d \u2014 lengan-lengan tersebut ada di bawah dia; dan, selama keadaannya seperti itu, semua usaha Iblis untuk mencelakakan dia tidak berhasil. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Allah \u2014 Allah yang kekal \u2014 adalah tumpuan kita setiap waktu, dan terutama saat kita tenggelam ke suatu masalah yang dalam. Ada saat seorang Kristen <i>tenggelam begitu rendah dalam kehinaan<\/i>. Di bawah kesadaran akan dirinya yang berdosa besar, ia menjadi rendah hati di hadapan Allah sampai-sampai ia hampir tidak tahu lagi bagaimana berdoa, karena ia tampak, dalam pandangan dirinya sendiri, begitu tidak berarti. Wahai engkau anak Allah, ingatlah ketika engkau sedang terpuruk dan hancur, \u201cdi bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.\u201d Dosa mungkin menarik engkau begitu rendahnya, tetapi penebusan mulia Kristus tetap di bawah segalanya. Engkau mungkin sudah terpuruk sangat dalam, tetapi engkau tidak mungkin terpuruk sampai yang \u201cterdalam;\u201d dan hingga yang terdalam itulah Ia pergi menyelamatkan. Lagi-lagi, seorang Kristen terkadang tenggelam sangat rendah di dalam <i>ujian yang menyakitkan dari luar<\/i>. Setiap topangan duniawi sudah patah. Jadi bagaimana? Tetap, di bawah dia adalah \u201clengan-lengan yang kekal.\u201d Ia tidak mungkin jatuh terlalu dalam di dalam kesulitan dan penderitaan tanpa janji anugerah Allah yang kekal kasih setia-Nya terus melingkupinya. Seorang Kristen mungkin tenggelam dalam <i>permasalahan dari dalam<\/i> melalui konflik yang sengit, tetapi walaupun demikian ia tidak mungkin bisa direndahkan sampai berada di luar jangkauan \u201clengan-lengan yang kekal\u201d \u2014 lengan-lengan tersebut ada di bawah dia; dan, selama keadaannya seperti itu, semua usaha Iblis untuk mencelakakan dia tidak berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Allah \u2014 Allah yang kekal \u2014 adalah tumpuan kita setiap waktu, dan terutama saat kita tenggelam ke suatu masalah yang dalam. Ada saat seorang Kristen tenggelam begitu rendah dalam kehinaan. Di bawah kesadaran akan dirinya yang berdosa besar, ia menjadi rendah hati di hadapan Allah sampai-sampai ia hampir tidak tahu lagi bagaimana berdoa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"158","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30092"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68317,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30092\/revisions\/68317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}