{"id":30100,"date":"2025-11-12T18:16:00","date_gmt":"2025-11-12T11:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dipanggil-dan-dijadikan-orang-orang-kudus-roma-17\/"},"modified":"2025-11-12T18:16:03","modified_gmt":"2025-11-12T11:16:03","slug":"dipanggil-dan-dijadikan-orang-orang-kudus-roma-17","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dipanggil-dan-dijadikan-orang-orang-kudus-roma-17\/","title":{"rendered":"Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu. [1 Petrus 1:7]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Iman yang belum diuji bisa saja merupakan iman yang benar, tetapi tentunya itu adalah iman yang kecil, dan hampir pasti akan tetap kerdil selama tidak diuji. Iman tidak berbuah sebaik ketika segala sesuatu melawan iman itu: badai adalah pelatih iman, dan petir adalah penerang iman. Ketika ketenangan menguasai laut, kembangkan layar sesukamu, kapal tetap tidak bergerak ke pelabuhan, karena di samudera yang terlelap kapal juga tertidur. Biarkan angin bertiup, dan biarkan air terangkat, kemudian, meski kapal bergoncang, dan geladak kapal didera ombak, dan tiangnya berderak ditekan layar yang terkembang, itulah saatnya kapal itu bergerak menuju daratan tujuannya. Tidak ada bunga yang memiliki warna biru seindah bunga-bunga yang tumbuh di kaki sungai es yang beku; tidak ada bintang yang bersinar seterang bintang-bintang yang bercahaya di langit kutub; tidak ada air semanis air di tengah gurun pasir; dan tidak ada iman yang seberharga iman yang hidup dan menang dalam kesulitan. Iman yang teruji menghasilkan pengalaman. Engkau tidak mungkin percaya kelemahanmu kalau engkau belum pernah didesak melewati sungai-sungai; dan engkau tidak akan mengerti kemahakuasaan Allah kalau engkau belum pernah ditopang di tengah-tengah luapan air. Iman semakin kuat dalam keteguhannya, keyakinannya, dan intensitasnya, seiring iman itu dilatih di dalam kesukaran. Baik iman maupun ujian iman, keduanya berharga. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Iman yang belum diuji bisa saja merupakan iman yang benar, tetapi tentunya itu adalah iman yang kecil, dan hampir pasti akan tetap kerdil selama tidak diuji. Iman tidak berbuah sebaik ketika segala sesuatu melawan iman itu: badai adalah pelatih iman, dan petir adalah penerang iman. Ketika ketenangan menguasai laut, kembangkan layar sesukamu, kapal tetap tidak bergerak ke pelabuhan, karena di samudera yang terlelap kapal juga tertidur. Biarkan angin bertiup, dan biarkan air terangkat, kemudian, meski kapal bergoncang, dan geladak kapal didera ombak, dan tiangnya berderak ditekan layar yang terkembang, itulah saatnya kapal itu bergerak menuju daratan tujuannya. Tidak ada bunga yang memiliki warna biru seindah bunga-bunga yang tumbuh di kaki sungai es yang beku; tidak ada bintang yang bersinar seterang bintang-bintang yang bercahaya di langit kutub; tidak ada air semanis air di tengah gurun pasir; dan tidak ada iman yang seberharga iman yang hidup dan menang dalam kesulitan. Iman yang teruji menghasilkan pengalaman. Engkau tidak mungkin percaya kelemahanmu kalau engkau belum pernah didesak melewati sungai-sungai; dan engkau tidak akan mengerti kemahakuasaan Allah kalau engkau belum pernah ditopang di tengah-tengah luapan air. Iman semakin kuat dalam keteguhannya, keyakinannya, dan intensitasnya, seiring iman itu dilatih di dalam kesukaran. Baik iman maupun ujian iman, keduanya berharga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Iman yang belum diuji bisa saja merupakan iman yang benar, tetapi tentunya itu adalah iman yang kecil, dan hampir pasti akan tetap kerdil selama tidak diuji. Iman tidak berbuah sebaik ketika segala sesuatu melawan iman itu: badai adalah pelatih iman, dan petir adalah penerang iman. Ketika ketenangan menguasai laut, kembangkan layar sesukamu, kapal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"110","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30100"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68319,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30100\/revisions\/68319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}