{"id":30125,"date":"2025-11-16T18:15:33","date_gmt":"2025-11-16T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/janganlah-lupakan-segala-kebaikan-nya-mazmur-1032\/"},"modified":"2025-11-16T18:15:35","modified_gmt":"2025-11-16T11:15:35","slug":"janganlah-lupakan-segala-kebaikan-nya-mazmur-1032","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/janganlah-lupakan-segala-kebaikan-nya-mazmur-1032\/","title":{"rendered":"\u201cTUHAN adalah bagianku,\u201d kata jiwaku. [Ratapan 3:24]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Bukan \u201cTUHAN adalah sebagian bagianku,\u201d bukan pula \u201cTUHAN berada di dalam bagianku\u201d; tetapi Dia sendiri merupakan keseluruhan total dari pusaka jiwaku. Di dalam keliling lingkaran itu terletak semua yang kita miliki atau inginkan. TUHAN adalah bagianku. Bukan hanya anugerah-Nya, atau kasih-Nya, atau perjanjian-Nya, melainkan TUHAN sendiri. Dia telah memilih kita untuk menjadi bagian-Nya, dan kita telah memilih-Nya untuk menjadi bagian kita. Adalah benar bahwa TUHAN harus terlebih dahulu memilih bagi kita tanah pusaka kita [Mazmur 47:4], sebab kalau tidak kita tidak akan pernah memilihnya bagi diri kita; namun jika kita benar-benar dipanggil sesuai dengan maksud dari kasih yang memilih itu, kita dapat bernyanyi\u2014 RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Bukan \u201cTUHAN adalah <i>sebagian<\/i> bagianku,\u201d bukan pula \u201cTUHAN berada <i>di dalam<\/i> bagianku\u201d; tetapi Dia sendiri merupakan keseluruhan total dari pusaka jiwaku. Di dalam keliling lingkaran itu terletak semua yang kita miliki atau inginkan. <i>TUHAN<\/i> adalah bagianku. Bukan hanya anugerah-Nya, atau kasih-Nya, atau perjanjian-Nya, melainkan TUHAN sendiri. Dia telah memilih kita untuk menjadi bagian-Nya, dan kita telah memilih-Nya untuk menjadi bagian kita. Adalah benar bahwa TUHAN harus terlebih dahulu memilih bagi kita tanah pusaka kita [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2047:4\">Mazmur 47:4<\/a>], sebab kalau tidak kita tidak akan pernah memilihnya bagi diri kita; namun jika kita benar-benar dipanggil sesuai dengan maksud dari kasih yang memilih itu, kita dapat bernyanyi\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Bukan \u201cTUHAN adalah sebagian bagianku,\u201d bukan pula \u201cTUHAN berada di dalam bagianku\u201d; tetapi Dia sendiri merupakan keseluruhan total dari pusaka jiwaku. Di dalam keliling lingkaran itu terletak semua yang kita miliki atau inginkan. TUHAN adalah bagianku. Bukan hanya anugerah-Nya, atau kasih-Nya, atau perjanjian-Nya, melainkan TUHAN sendiri. Dia telah memilih kita untuk menjadi bagian-Nya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"113","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30125"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68328,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30125\/revisions\/68328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}