{"id":30130,"date":"2025-11-18T18:15:35","date_gmt":"2025-11-18T11:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/melengkapi-meneguhkan-menguatkan-dan-mengokohkan-kamu-sesudah-kamu-menderita-seketika-lamanya-1-petrus-510\/"},"modified":"2025-11-18T18:15:38","modified_gmt":"2025-11-18T11:15:38","slug":"melengkapi-meneguhkan-menguatkan-dan-mengokohkan-kamu-sesudah-kamu-menderita-seketika-lamanya-1-petrus-510","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/melengkapi-meneguhkan-menguatkan-dan-mengokohkan-kamu-sesudah-kamu-menderita-seketika-lamanya-1-petrus-510\/","title":{"rendered":"Kebun tertutup dan mata air termeterai. [Kidung Agung 4:12]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam kiasan ini, yang merujuk pada kehidupan batin seorang percaya, kita memiliki ide yang jelas akan kerahasiaan. Kebun yang tertutup: seperti kebun-kebun di Timur, yang di atasnya dibangun sebuah bangunan, sehingga tidak ada yang dapat mencapai kebun kecuali mereka yang tahu pintu rahasianya; demikian pula hati seorang percaya ketika diperbarui anugerah: terdapat hidup misterius di dalamnya yang tidak dapat dijangkau ketrampilan manusia. Itulah rahasia yang tidak dapat diketahui orang lain; bahkan, manusia yang memilikinya pun tidak dapat memberitahu sesamanya. Ayat tadi bukan saja mengandung kerahasiaan, tetapi juga pemisahan. Bukanlah kebun biasa, yang mana sembarang orang lewat dapat meminumnya, melainkan kebun yang dipelihara dan dilindungi dari segala hal; pada mata airnya terpasang tanda tertentu\u2014segel kerajaan dari seorang raja, sehingga semua yang melihatnya sadar bahwa ini bukan mata air biasa, melainkan mata air dari seorang pemilik, dan sengaja ditaruh di tempat itu. Demikian pula kehidupan rohani. Orang pilihan Allah dipisahkan dalam keputusan kekal; mereka dipisahkan oleh Allah pada hari penebusan; dan mereka terpisah karena mereka memiliki hidup yang tidak dimiliki orang lain; mustahil bagi mereka untuk merasa dunia ini rumah mereka, mustahil untuk berbahagia dalam kenikmatan dunia. Terdapat juga ide kekudusan. Kebun yang tertutup dijaga untuk digunakan hanya oleh orang tertentu: demikianlah hati seorang Kristen. Hati orang Kristen adalah kebun yang disimpan untuk Yesus. Setiap orang Kristen seharusnya merasa bahwa ia memiliki materai Allah atas mereka\u2014dan ia dapat berkata bersama Paulus, &quot;Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.&quot; [Galatia 6:17] Ide lainnya yang menyolok\u2014yaitu keamanan. Oh! betapa pasti dan aman hidup batiniah seorang percaya! Walaupun segala kekuatan bumi dan neraka dapat bergabung melawannya, prinsip abadi itu tinggal tetap, sebab Dia yang memberikannya menyerahkan nyawa-Nya untuk memelihara orang percaya. Dan siapakah &quot;yang akan berbuat jahat terhadap kamu,&quot; [1 Petrus 3:13] jika Allah adalah pelindungmu? RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam kiasan ini, yang merujuk pada kehidupan batin seorang percaya, kita memiliki ide yang jelas akan <i>kerahasiaan<\/i>. Kebun yang <i>tertutup<\/i>: seperti kebun-kebun di Timur, yang di atasnya dibangun sebuah bangunan, sehingga tidak ada yang dapat mencapai kebun kecuali mereka yang tahu pintu rahasianya; demikian pula hati seorang percaya ketika diperbarui anugerah: terdapat hidup misterius di dalamnya yang tidak dapat dijangkau ketrampilan manusia. Itulah rahasia yang tidak dapat diketahui orang lain; bahkan, manusia yang memilikinya pun tidak dapat memberitahu sesamanya. Ayat tadi bukan saja mengandung kerahasiaan, tetapi juga <i>pemisahan<\/i>. Bukanlah kebun biasa, yang mana sembarang orang lewat dapat meminumnya, melainkan kebun yang dipelihara dan dilindungi dari segala hal; pada mata airnya terpasang tanda tertentu\u2014segel kerajaan dari seorang raja, sehingga semua yang melihatnya sadar bahwa ini bukan mata air biasa, melainkan mata air dari seorang pemilik, dan sengaja ditaruh di tempat itu. Demikian pula kehidupan rohani. Orang pilihan Allah dipisahkan dalam keputusan kekal; mereka dipisahkan oleh Allah pada hari penebusan; dan mereka terpisah karena mereka memiliki hidup yang tidak dimiliki orang lain; mustahil bagi mereka untuk merasa dunia ini rumah mereka, mustahil untuk berbahagia dalam kenikmatan dunia. Terdapat juga ide <i>kekudusan<\/i>. Kebun yang tertutup dijaga untuk digunakan hanya oleh orang tertentu: demikianlah hati seorang Kristen. Hati orang Kristen adalah kebun yang disimpan untuk Yesus. Setiap orang Kristen seharusnya merasa bahwa ia memiliki materai Allah atas mereka\u2014dan ia dapat berkata bersama Paulus, &#8220;Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Galatia%206:17\">Galatia 6:17<\/a>] Ide lainnya yang menyolok\u2014yaitu <i>keamanan<\/i>. Oh! betapa pasti dan aman hidup batiniah seorang percaya! Walaupun segala kekuatan bumi dan neraka dapat bergabung melawannya, prinsip abadi itu tinggal tetap, sebab Dia yang memberikannya menyerahkan nyawa-Nya untuk memelihara orang percaya. Dan siapakah &#8220;yang akan berbuat jahat terhadap kamu,&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Petrus%203:13\">1 Petrus 3:13<\/a>] jika Allah adalah pelindungmu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam kiasan ini, yang merujuk pada kehidupan batin seorang percaya, kita memiliki ide yang jelas akan kerahasiaan. Kebun yang tertutup: seperti kebun-kebun di Timur, yang di atasnya dibangun sebuah bangunan, sehingga tidak ada yang dapat mencapai kebun kecuali mereka yang tahu pintu rahasianya; demikian pula hati seorang percaya ketika diperbarui anugerah: terdapat hidup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"119","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30130"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68333,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30130\/revisions\/68333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}