{"id":30132,"date":"2025-11-19T18:15:39","date_gmt":"2025-11-19T11:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dikasihi-dikuduskan-dalam-allah-bapa-yudas-11\/"},"modified":"2025-11-19T18:15:40","modified_gmt":"2025-11-19T11:15:40","slug":"dikasihi-dikuduskan-dalam-allah-bapa-yudas-11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dikasihi-dikuduskan-dalam-allah-bapa-yudas-11\/","title":{"rendered":"Hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh. [Titus 3:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Hari-hari umur kita hanya sedikit, jauh mendingan dihabiskan dengan berbuat baik, daripada mempermasalahkan hal-hal yang kecil sekali kepentingannya. Skolastisisme tua [1] telah banyak usil dengan tidak henti-hentinya mendiskusikan persoalan yang tidak berguna secara nyata; dan Gereja-gereja kita banyak mengalami perkelahian yang picik atas hal-hal yang tidak jelas dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting. Setelah segala yang dapat diucapkan telah diucapkan, tidak ada pihak yang lebih berhikmat, dan diskusi itu pun tidak menambahkan baik pengetahuan maupun kasih, maka betapa bodohnya kita menabur di tanah yang gersang. Pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak Alkitab beritahukan; mengenai misteri milik Allah sendiri; mengenai nubuat-nubuat yang tafsirannya meragukan; dan mengenai cara-cara bagaimana manusia melaksanakan adat istiadat mereka, semua itu bodoh, dan orang-orang bijak akan menghindarinya. Tugas kita bukanlah bertanya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh, melainkan menghindari seluruhnya; dan jika kita mengamati ajaran para rasul (Titus 3:8) untuk sungguh-sungguh melakukan pekerjaan yang baik, kita akan mendapatkan bahwa diri kita sibuk dengan urusan yang bermanfaat, sehingga tidak lagi mengurusi perjuangan yang tidak berharga, penuh tengkar, dan percuma. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Hari-hari umur kita hanya sedikit, jauh mendingan dihabiskan dengan berbuat baik, daripada mempermasalahkan hal-hal yang kecil sekali kepentingannya. Skolastisisme tua [1] telah banyak usil dengan tidak henti-hentinya mendiskusikan persoalan yang tidak berguna secara nyata; dan Gereja-gereja kita banyak mengalami perkelahian yang picik atas hal-hal yang tidak jelas dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting. Setelah segala yang dapat diucapkan telah diucapkan, tidak ada pihak yang lebih berhikmat, dan diskusi itu pun tidak menambahkan baik pengetahuan maupun kasih, maka betapa bodohnya kita menabur di tanah yang gersang. Pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak Alkitab beritahukan; mengenai misteri milik Allah sendiri; mengenai nubuat-nubuat yang tafsirannya meragukan; dan mengenai cara-cara bagaimana manusia melaksanakan adat istiadat mereka, semua itu bodoh, dan orang-orang bijak akan menghindarinya. Tugas kita bukanlah bertanya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh, melainkan menghindari seluruhnya; dan jika kita mengamati ajaran para rasul (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Titus%203:8\">Titus 3:8<\/a>) untuk sungguh-sungguh melakukan pekerjaan yang baik, kita akan mendapatkan bahwa diri kita sibuk dengan urusan yang bermanfaat, sehingga tidak lagi mengurusi perjuangan yang tidak berharga, penuh tengkar, dan percuma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Hari-hari umur kita hanya sedikit, jauh mendingan dihabiskan dengan berbuat baik, daripada mempermasalahkan hal-hal yang kecil sekali kepentingannya. Skolastisisme tua [1] telah banyak usil dengan tidak henti-hentinya mendiskusikan persoalan yang tidak berguna secara nyata; dan Gereja-gereja kita banyak mengalami perkelahian yang picik atas hal-hal yang tidak jelas dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"224","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30132"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68336,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30132\/revisions\/68336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}