{"id":30432,"date":"2025-12-06T18:15:37","date_gmt":"2025-12-06T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-di-dalam-mereka-yohanes-1723\/"},"modified":"2025-12-06T18:15:39","modified_gmt":"2025-12-06T11:15:39","slug":"aku-di-dalam-mereka-yohanes-1723","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-di-dalam-mereka-yohanes-1723\/","title":{"rendered":"Makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. [1 Korintus 15:48]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kepala dan anggota-anggota tubuh ada dalam satu sifat dasar, dan tidak seperti gambaran mengerikan yang Nebukadnezar lihat dalam mimpinya. Kepalanya terbuat dari emas murni, namun perut dan pinggangnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi, dan kakinya, sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat [Daniel 2:32-33]. Tubuh Kristus yang mistis bukanlah gabungan yang konyol dari hal-hal yang bertentangan; anggota-anggotanya fana, dapat mati, dan maka itu Yesus mati; Kepala yang agung itu tidak dapat mati, maka tubuh itu juga tidak dapat mati, karena tercatat begini, \u201cSebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.\u201d [Yohanes 14:19] Seperti Kepala kita yang pengasih, demikian jugalah tubuh, dan setiap anggota pada khususnya. Kepala yang terpilih dan anggota yang terpilih; Kepala yang diterima dan anggota yang diterima; Kepala yang hidup dan anggota yang hidup. Jika Kepala itu emas murni, seluruh bagian tubuh juga emas murni. Sebab itu ada persatuan kodrat yang ganda sebagai basis dari persekutuan yang paling intim. Berhentilah sejenak disini, pembaca budiman, tidakkah engkau merenungkan dengan kekaguman luar biasa perendahan diri Anak Allah yang tak terhingga yang meninggikan keadaanmu yang menyedihkan ke dalam persatuan penuh bahagia dengan kemuliaan-Nya. Engkau sangat jahat sehingga ketika mengingat-ingat keadaanmu yang fana, engkau berkata kepada liang kubur, \u201cEngkau ayahku,\u201d kepada berenga, \u201cIbuku dan saudara perempuanku\u201d [Ayub 17:14]; namun dalam Kristus engkau sangat dihargai sehingga engkau dapat berkata kepada yang Mahakuasa, \u201cAbba, Bapa\u201d, dan kepada Allah Inkarnasi, \u201cEngkau Saudaraku dan Suamiku.\u201d Jikalau relasi terhadap keluarga bangsawan dan terhormat membuat orang menilai tinggi dirinya, apalagi kita yang mendapat kemuliaan lebih dari mereka semua. Marilah orang percaya yang termiskin dan terhina memegang erat-erat hak istimewa ini; jangan biarkan kemalasan yang tidak masuk akal membuatnya lalai untuk menelusuri asal usulnya, dan jangan sampai ia begitu bodohnya sehingga terikat dengan kesia-siaan masa kini yang memenuhi pikirannya sehingga menyingkirkan persatuan dengan Kristus yang mulia, dan merupakan kehormatan sorgawi ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kepala dan anggota-anggota tubuh ada dalam satu sifat dasar, dan tidak seperti gambaran mengerikan yang Nebukadnezar lihat dalam mimpinya. Kepalanya terbuat dari emas murni, namun perut dan pinggangnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi, dan kakinya, sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Daniel%202:32-33\">Daniel 2:32-33<\/a>]. Tubuh Kristus yang mistis bukanlah gabungan yang konyol dari hal-hal yang bertentangan; anggota-anggotanya fana, dapat mati, dan maka itu Yesus mati; Kepala yang agung itu tidak dapat mati, maka tubuh itu juga tidak dapat mati, karena tercatat begini, \u201cSebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%2014:19\">Yohanes 14:19<\/a>] Seperti Kepala kita yang pengasih, demikian jugalah tubuh, dan setiap anggota pada khususnya. Kepala yang terpilih dan anggota yang terpilih; Kepala yang diterima dan anggota yang diterima; Kepala yang hidup dan anggota yang hidup. Jika Kepala itu emas murni, seluruh bagian tubuh juga emas murni. Sebab itu ada persatuan kodrat yang ganda sebagai basis dari persekutuan yang paling intim. Berhentilah sejenak disini, pembaca budiman, tidakkah engkau merenungkan dengan kekaguman luar biasa perendahan diri Anak Allah yang tak terhingga yang meninggikan keadaanmu yang menyedihkan ke dalam persatuan penuh bahagia dengan kemuliaan-Nya. Engkau sangat jahat sehingga ketika mengingat-ingat keadaanmu yang fana, engkau berkata kepada liang kubur, \u201cEngkau ayahku,\u201d kepada berenga, \u201cIbuku dan saudara perempuanku\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ayub%2017:14\">Ayub 17:14<\/a>]; namun dalam Kristus engkau sangat dihargai sehingga engkau dapat berkata kepada yang Mahakuasa, \u201cAbba, Bapa\u201d, dan kepada Allah Inkarnasi, \u201cEngkau Saudaraku dan Suamiku.\u201d Jikalau relasi terhadap keluarga bangsawan dan terhormat membuat orang menilai tinggi dirinya, apalagi kita yang mendapat kemuliaan lebih dari mereka semua. Marilah orang percaya yang termiskin dan terhina memegang erat-erat hak istimewa ini; jangan biarkan kemalasan yang tidak masuk akal membuatnya lalai untuk menelusuri asal usulnya, dan jangan sampai ia begitu bodohnya sehingga terikat dengan kesia-siaan masa kini yang memenuhi pikirannya sehingga menyingkirkan persatuan dengan Kristus yang mulia, dan merupakan kehormatan sorgawi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kepala dan anggota-anggota tubuh ada dalam satu sifat dasar, dan tidak seperti gambaran mengerikan yang Nebukadnezar lihat dalam mimpinya. Kepalanya terbuat dari emas murni, namun perut dan pinggangnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi, dan kakinya, sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat [Daniel 2:32-33]. Tubuh Kristus yang mistis bukanlah gabungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":5,"views":"250","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30432"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68594,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30432\/revisions\/68594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}