{"id":30612,"date":"2025-12-15T18:15:48","date_gmt":"2025-12-15T11:15:48","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-kota-itu-tidak-memerlukan-matahari-dan-bulan-untuk-menyinarinya-wahyu-2123\/"},"modified":"2025-12-15T18:15:51","modified_gmt":"2025-12-15T11:15:51","slug":"dan-kota-itu-tidak-memerlukan-matahari-dan-bulan-untuk-menyinarinya-wahyu-2123","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-kota-itu-tidak-memerlukan-matahari-dan-bulan-untuk-menyinarinya-wahyu-2123\/","title":{"rendered":"Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. [Rut 1:14]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan bahwa mereka akan hidup di tengah-tengah umat Tuhan; tapi setelah berpikir lebih lanjut, Orpa dengan penuh kesedihan dan dengan ciuman yang penuh hormat meninggalkan ibu mertuanya, dan orang-orangnya, dan Allahnya, dan kembali kepada teman-temannya yang menyembah berhala, sementara Rut dengan sepenuh hati menyerahkan dirinya kepada Allah ibu mertuanya. Mencintai jalan Tuhan ketika segalanya berjalan baik, merupakan hal yang cukup berbeda dengan tetap berpegang erat kepada jalan Tuhan di dalam segala putus asa dan kesulitan. Ciuman yang kelihatan itu murahan dan gampang dilakukan, tetapi berpegang erat pada Tuhan secara nyata, yang harus kelihatan dari keputusan yang suci untuk memilih kebenaran dan kekudusan, bukan merupakan perkara yang mudah. Bagaimana dengan kita, apakah hati kita mengarah kepada Yesus, apakah korban hari raya itu terikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah [Mazmur 118:27]? Sudahkah kita memperhitungkan harganya, dan apakah kita sungguh-sungguh siap mengalami segala kehilangan duniawi demi Tuan kita? Kita akan mendapatkan kompensasi yang melimpah, sebab harta Mesir tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Orpa tidak lagi disebut-sebut; dalam kenyamanan gemilang dan kenikmatan berhala hidupnya meleleh ke dalam suramnya maut; tapi Rut hidup dalam sejarah dan dalam surga, sebab anugerah menempatkan dia dalam jalur silsilah luhur yang melahirkan Raja atas segala raja [Matius 1:5]. Diberkatilah di antara semua perempuan yaitu mereka yang demi Kristus dapat merelakan segalanya; tetapi terlupalah, dan bahkan lebih buruk dari itu, mereka yang pada saat pencobaan melanggar hati nurani dan berpaling kepada dunia. Oh semoga pagi ini kita tidak puas dengan bentuk pengabdian yang mungkin tidak lebih baik daripada ciuman Orpa, tetapi semoga Roh Kudus mengerjakan di dalam kita yaitu keteguhan dari seluruh hati kita untuk terus berpegang kepada Yesus, Tuhan kita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan bahwa mereka akan hidup di tengah-tengah umat Tuhan; tapi setelah berpikir lebih lanjut, Orpa dengan penuh kesedihan dan dengan ciuman yang penuh hormat meninggalkan ibu mertuanya, dan orang-orangnya, dan Allahnya, dan kembali kepada teman-temannya yang menyembah berhala, sementara Rut dengan sepenuh hati menyerahkan dirinya kepada Allah ibu mertuanya. Mencintai jalan Tuhan ketika segalanya berjalan baik, merupakan hal yang cukup berbeda dengan tetap berpegang erat kepada jalan Tuhan di dalam segala putus asa dan kesulitan. Ciuman yang kelihatan itu murahan dan gampang dilakukan, tetapi berpegang erat pada Tuhan secara nyata, yang harus kelihatan dari keputusan yang suci untuk memilih kebenaran dan kekudusan, bukan merupakan perkara yang mudah. Bagaimana dengan kita, apakah hati kita mengarah kepada Yesus, apakah korban hari raya itu terikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20118:27\">Mazmur 118:27<\/a>]? Sudahkah kita memperhitungkan harganya, dan apakah kita sungguh-sungguh siap mengalami segala kehilangan duniawi demi Tuan kita? Kita akan mendapatkan kompensasi yang melimpah, sebab harta Mesir tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Orpa tidak lagi disebut-sebut; dalam kenyamanan gemilang dan kenikmatan berhala hidupnya meleleh ke dalam suramnya maut; tapi Rut hidup dalam sejarah dan dalam surga, sebab anugerah menempatkan dia dalam jalur silsilah luhur yang melahirkan Raja atas segala raja [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%201:5\">Matius 1:5<\/a>]. Diberkatilah di antara semua perempuan yaitu mereka yang demi Kristus dapat merelakan segalanya; tetapi terlupalah, dan bahkan lebih buruk dari itu, mereka yang pada saat pencobaan melanggar hati nurani dan berpaling kepada dunia. Oh semoga pagi ini kita tidak puas dengan bentuk pengabdian yang mungkin tidak lebih baik daripada ciuman Orpa, tetapi semoga Roh Kudus mengerjakan di dalam kita yaitu keteguhan dari seluruh hati kita untuk terus berpegang kepada Yesus, Tuhan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"99","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30612"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68612,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30612\/revisions\/68612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}