{"id":30634,"date":"2025-12-17T18:15:40","date_gmt":"2025-12-17T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ah-kiranya-aku-seperti-dalam-bulan-bulan-yang-silam-ayub-292\/"},"modified":"2025-12-17T18:15:43","modified_gmt":"2025-12-17T11:15:43","slug":"ah-kiranya-aku-seperti-dalam-bulan-bulan-yang-silam-ayub-292","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ah-kiranya-aku-seperti-dalam-bulan-bulan-yang-silam-ayub-292\/","title":{"rendered":"Aku teringat kepada kasihmu. [Yeremia 2:2] [1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mari perhatikan bahwa Kristus senang memikirkan Gereja-Nya, dan memandang keindahannya. Seperti burung yang sering kembali ke sarangnya, dan seperti seorang musafir bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula pikiran terus-menerus mengejar objek pilihannya. Kita tidak dapat merasa terlalu sering jika memandangi wajah yang kita kasihi; kita selalu ingin hal-hal yang berharga ada dalam pandangan kita. Begitu pula Tuhan Yesus kita. Dari segala kekekalan &quot;kesenangan-Nya adalah anak-anak manusia;&quot; [Amsal 8:31] pikiran-Nya bergulir menuju waktu di saat umat pilihan-Nya dilahirkan ke dalam dunia; Ia melihat mereka pada cermin rencana-Nya. &quot;Dalam kitab-Mu,&quot; kata-Nya, &quot;semua [anggota tubuhku] tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.&quot; (Maz 139:16) Ketika di atas alas bumi Ia menaruh daratan [1 Samuel 2:8], Ia berada di sana, dan Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.&quot; [Ulangan 32:8] Berkali-kali sebelum inkarnasi-Nya, Ia turun ke bumi dalam wujud mirip seorang manusia; di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre (Kej 18), di sungai Yabok (Kej 32:24-30), di bawah tembok Yerikho (Yos 5:13), dan di dalam api perapian di Babel (Dan 3:19, 25), Anak Manusia mengunjungi umat-Nya. Karena jiwa-Nya bersuka atas mereka, Ia tidak dapat bersantai jauh dari mereka, karena hati-Nya merindukan umat-Nya. Tak pernah mereka tidak hadir di hati-Nya, karena Ia telah menuliskan nama-nama mereka di atas telapak tangan-Nya, dan mengukirkan di sisi-Nya. Seperti baju zirah yang bertuliskan nama-nama suku Israel merupakan perhiasan paling cemerlang yang dikenakan oleh imam besar, begitu pula nama-nama umat pilihan Kristus adalah permata yang paling berharga bagi-Nya, yang berkilauan di hati-Nya. Kita mungkin sering lupa merenungkan kesempurnaan Tuhan kita, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengingat kita. Marilah kita tegur diri kita atas kelalaian di masa lampau, dan berdoa demi anugerah untuk selalu dengan mesra mengingat akan Dia. Tuhan, lukiskanlah di bola mata jiwaku gambar Anak-Mu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mari perhatikan bahwa Kristus senang memikirkan Gereja-Nya, dan memandang keindahannya. Seperti burung yang sering kembali ke sarangnya, dan seperti seorang musafir bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula pikiran terus-menerus mengejar objek pilihannya. Kita tidak dapat merasa terlalu sering jika memandangi wajah yang kita kasihi; kita selalu ingin hal-hal yang berharga ada dalam pandangan kita. Begitu pula Tuhan Yesus kita. Dari segala kekekalan &#8220;kesenangan-Nya adalah anak-anak manusia;&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%208:31\">Amsal 8:31<\/a>] pikiran-Nya bergulir menuju waktu di saat umat pilihan-Nya dilahirkan ke dalam dunia; Ia melihat mereka pada cermin rencana-Nya. &#8220;Dalam kitab-Mu,&#8221; kata-Nya, &#8220;semua [anggota tubuhku] tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.&#8221; (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maz%20%20139:16\">Maz  139:16<\/a>) Ketika di atas alas bumi Ia menaruh daratan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Samuel%202:8\">1 Samuel 2:8<\/a>], Ia berada di sana, dan Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2032:8\">Ulangan 32:8<\/a>] Berkali-kali sebelum inkarnasi-Nya, Ia turun ke bumi dalam wujud mirip seorang manusia; di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kej%20%2018\">Kej  18<\/a>), di sungai Yabok (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kej%20%2032:24-30\">Kej  32:24-30<\/a>), di bawah tembok Yerikho (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yos%20%205:13\">Yos  5:13<\/a>), dan di dalam api perapian di Babel (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Dan%203:19,%2025\">Dan 3:19, 25<\/a>), Anak Manusia mengunjungi umat-Nya. Karena jiwa-Nya bersuka atas mereka, Ia tidak dapat bersantai jauh dari mereka, karena hati-Nya merindukan umat-Nya. Tak pernah mereka tidak hadir di hati-Nya, karena Ia telah menuliskan nama-nama mereka di atas telapak tangan-Nya, dan mengukirkan di sisi-Nya. Seperti baju zirah yang bertuliskan nama-nama suku Israel merupakan perhiasan paling cemerlang yang dikenakan oleh imam besar, begitu pula nama-nama umat pilihan Kristus adalah permata yang paling berharga bagi-Nya, yang berkilauan di hati-Nya. Kita mungkin sering lupa merenungkan kesempurnaan Tuhan kita, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengingat kita. Marilah kita tegur diri kita atas kelalaian di masa lampau, dan berdoa demi anugerah untuk selalu dengan mesra mengingat akan Dia. Tuhan, lukiskanlah di bola mata jiwaku gambar Anak-Mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mari perhatikan bahwa Kristus senang memikirkan Gereja-Nya, dan memandang keindahannya. Seperti burung yang sering kembali ke sarangnya, dan seperti seorang musafir bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula pikiran terus-menerus mengejar objek pilihannya. Kita tidak dapat merasa terlalu sering jika memandangi wajah yang kita kasihi; kita selalu ingin hal-hal yang berharga ada dalam pandangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"106","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30634"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68617,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30634\/revisions\/68617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}