{"id":30651,"date":"2025-12-20T18:15:29","date_gmt":"2025-12-20T11:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-telah-kaubuat-aku-bersukacita-ya-tuhan-dengan-pekerjaan-mu-mazmur-924\/"},"modified":"2025-12-20T18:15:30","modified_gmt":"2025-12-20T11:15:30","slug":"sebab-telah-kaubuat-aku-bersukacita-ya-tuhan-dengan-pekerjaan-mu-mazmur-924","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-telah-kaubuat-aku-bersukacita-ya-tuhan-dengan-pekerjaan-mu-mazmur-924\/","title":{"rendered":"Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. [Yeremia 31:3]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kadang Tuhan Yesus memberitahukan Jemaat-Nya tentang pikiran kasih-Nya. &quot;Dia tidak merasa cukup hanya dengan mengatakannya di belakang punggung jemaat-Nya, maka dalam kehadiran jemaat-Nya Dia berkata, &#039;Engkau cantik sekali, manisku.&#039; [Kidung Agung 4:7] Memang ini bukan cara-Nya yang biasa; Dia adalah pengasih yang bijak, dan mengetahui kapan harus menyimpan dan kapan harus menyatakan kemesraan kasih-Nya; tapi ada saat-saat Dia tidak merahasiakannya; saat-saat Dia meletakkan kemesraan kasih-Nya tanpa bisa diragukan lagi pada jiwa-jiwa umat-Nya&quot; (Khotbah-khotbah R. Erskine). Roh Kudus sering kali berkenan, dengan cara yang begitu anggun, menyaksikan bersama roh kita akan kasih Yesus. Dia menyatakan hal-hal mengenai Kristus kepada kita. Tidak ada suara yang terdengar dari awan-awan, dan tidak ada penglihatan pada malam hari, tetapi kita memiliki kesaksian yang lebih yakin daripada kedua hal tadi. Andaikata malaikat terbang dari surga dan memberitahukan seorang kudus secara pribadi akan kasih Juruselamat kepadanya, hal itu bukanlah bukti yang lebih memuaskan daripada bukti yang ditanam di dalam hati oleh Roh Kudus sendiri. Tanyakan kepada umat Tuhan yang telah hidup begitu dekat dengan gerbang surga, dan mereka akan memberi tahu engkau bahwa mereka telah mengalami masa-masa di mana kasih Kristus merupakan fakta yang begitu jelas yang pasti, sehingga mereka tidak bisa meragukan kasih Kristus lebih daripada mempertanyakan keberadaan mereka. Ya, orang percaya yang terkasih, engkau dan aku telah melewati saat-saat yang menyegarkan karena kehadiran Tuhan, dan kemudian iman kita telah naik ke puncak-puncak jaminan. Kita telah memiliki keyakinan untuk menaruh kepala kita dekat kepada Tuhan, dan kita tidak lagi mempertanyakan kasih Tuan kita kepada kita lebih daripada Yohanes ketika dia dalam postur yang penuh berkat itu; bahkan, jauh dari itu: sebab pertanyaan yang suram itu, &quot;Tuhan, apakah aku yang akan menyangkal Engkau?&quot; telah dibuang jauh dari kita. Ia telah mencium kita dengan kecupan-Nya [Kidung Agung 1:2], dan membunuh keraguan kita dengan keeratan dekapan-Nya. Kasih-Nya lebih manis daripada anggur bagi jiwa kita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kadang Tuhan Yesus memberitahukan Jemaat-Nya tentang pikiran kasih-Nya. &#8220;Dia tidak merasa cukup hanya dengan mengatakannya di belakang punggung jemaat-Nya, maka dalam kehadiran jemaat-Nya Dia berkata, &#8216;Engkau cantik sekali, manisku.&#8217; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%204:7\">Kidung Agung 4:7<\/a>] Memang ini bukan cara-Nya yang biasa; Dia adalah pengasih yang bijak, dan mengetahui kapan harus menyimpan dan kapan harus menyatakan kemesraan kasih-Nya; tapi ada saat-saat Dia tidak merahasiakannya; saat-saat Dia meletakkan kemesraan kasih-Nya tanpa bisa diragukan lagi pada jiwa-jiwa umat-Nya&#8221; (Khotbah-khotbah R. Erskine). Roh Kudus sering kali berkenan, dengan cara yang begitu anggun, menyaksikan bersama roh kita akan kasih Yesus. Dia menyatakan hal-hal mengenai Kristus kepada kita. Tidak ada suara yang terdengar dari awan-awan, dan tidak ada penglihatan pada malam hari, tetapi kita memiliki kesaksian yang lebih yakin daripada kedua hal tadi. Andaikata malaikat terbang dari surga dan memberitahukan seorang kudus secara pribadi akan kasih Juruselamat kepadanya, hal itu bukanlah bukti yang lebih memuaskan daripada bukti yang ditanam di dalam hati oleh Roh Kudus sendiri. Tanyakan kepada umat Tuhan yang telah hidup begitu dekat dengan gerbang surga, dan mereka akan memberi tahu engkau bahwa mereka telah mengalami masa-masa di mana kasih Kristus merupakan fakta yang begitu jelas yang pasti, sehingga mereka tidak bisa meragukan kasih Kristus lebih daripada mempertanyakan keberadaan mereka. Ya, orang percaya yang terkasih, engkau dan aku telah melewati saat-saat yang menyegarkan karena kehadiran Tuhan, dan kemudian iman kita telah naik ke puncak-puncak jaminan. Kita telah memiliki keyakinan untuk menaruh kepala kita dekat kepada Tuhan, dan kita tidak lagi mempertanyakan kasih Tuan kita kepada kita lebih daripada Yohanes ketika dia dalam postur yang penuh berkat itu; bahkan, jauh dari itu: sebab pertanyaan yang suram itu, &#8220;Tuhan, apakah aku yang akan menyangkal Engkau?&#8221; telah dibuang jauh dari kita. Ia telah mencium kita dengan kecupan-Nya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%201:2\">Kidung Agung 1:2<\/a>], dan membunuh keraguan kita dengan keeratan dekapan-Nya. Kasih-Nya lebih manis daripada anggur bagi jiwa kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kadang Tuhan Yesus memberitahukan Jemaat-Nya tentang pikiran kasih-Nya. &#8220;Dia tidak merasa cukup hanya dengan mengatakannya di belakang punggung jemaat-Nya, maka dalam kehadiran jemaat-Nya Dia berkata, &#8216;Engkau cantik sekali, manisku.&#8217; [Kidung Agung 4:7] Memang ini bukan cara-Nya yang biasa; Dia adalah pengasih yang bijak, dan mengetahui kapan harus menyimpan dan kapan harus menyatakan kemesraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"132","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30651"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68624,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30651\/revisions\/68624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}