{"id":30853,"date":"2025-12-24T18:16:04","date_gmt":"2025-12-24T11:16:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orang-orang-asing-telah-memasuki-tempat-tempat-kudus-di-rumah-tuhan-yeremia-5151\/"},"modified":"2025-12-24T18:16:05","modified_gmt":"2025-12-24T11:16:05","slug":"orang-orang-asing-telah-memasuki-tempat-tempat-kudus-di-rumah-tuhan-yeremia-5151","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orang-orang-asing-telah-memasuki-tempat-tempat-kudus-di-rumah-tuhan-yeremia-5151\/","title":{"rendered":"Ia, yang oleh karena kamu telah menjadi miskin. [2 Korintus 8:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tuhan Yesus Kristus selamanya kaya, mulia, dan ditinggikan dalam kekekalan; namun, &quot;sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu menjadi miskin.&quot; [2 Kor 8:9] Sebagaimana orang suci yang kaya tidak bisa memiliki persekutuan yang sejati dengan saudara-saudaranya miskin kecuali dari hartanya sebagian dipakai untuk melayani kebutuhan mereka (aturan yang sama berlaku bagi sang kepala, demikian juga antara anggota-anggotanya), Mustahil Tuhan Ilahi kita dapat bersekutu dengan kita kecuali Dia telah menganugerahkan kita kekayaan-Nya yang melimpah, dan menjadi miskin agar kita kaya. Jika Dia tetap duduk di takhta-Nya yang mulia, dan kita terus berjalan dalam puing-puing kejatuhan tanpa menerima keselamatan-Nya, persekutuan akan mustahil bagi kedua belah pihak. Posisi kita setelah kejatuhan, tanpa perjanjian kasih karunia, menyatakan mustahilnya orang yang telah jatuh berkomunikasi dengan Allah, sebagaimana tidak adanya persamaan antara Belial dengan Kristus [2 Korintus 6:15]. Supaya persekutuan dapat terjadi, sanak keluarga yang kaya harus memberikan harta miliknya pada kerabatnya yang miskin, Juruselamat yang adil harus memberikan saudara-saudaranya yang berdosa kesempurnaan milik-Nya, dan kita, yang miskin dan bersalah, dari kepenuhan-Nya menerima kasih karunia demi kasih karunia [Yohanes 1:16]; oleh karena itu dalam hal memberi dan menerima, Seorang turun dari tempat tinggi, dan seorang lain naik dari tempat rendah, dan keduanya saling memeluk dan menyambut dalam persekutuan yang sejati dan tulus. Kemiskinan harus diperkaya oleh Dia yang di dalam-Nya ada harta yang tak terbatas sebelum persekutuan dapat dimulai; dan rasa bersalah harus mati dalam pembenaran yang diperhitungkan dan diberikan sebelum jiwa dapat menjalani persekutuan secara murni. Yesus harus mengenakan umat-Nya jubah milik-Nya sendiri, kalau tidak Dia tidak dapat mengizinkan mereka masuk ke istana mulia-Nya; dan Dia mesti membasuh mereka dalam darah-Nya, kalau tidak mereka akan terlalu najis untuk disambut dalam persekutuan-Nya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tuhan Yesus Kristus selamanya <i>kaya<\/i>, mulia, dan ditinggikan dalam kekekalan; namun, &#8220;sekalipun Ia <i>kaya<\/i>, oleh karena kamu menjadi miskin.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Kor%208:9\">2 Kor 8:9<\/a>] Sebagaimana orang suci yang kaya tidak bisa memiliki persekutuan yang sejati dengan saudara-saudaranya miskin kecuali dari hartanya sebagian dipakai untuk melayani kebutuhan mereka (aturan yang sama berlaku bagi sang kepala, demikian juga antara anggota-anggotanya), Mustahil Tuhan Ilahi kita dapat bersekutu dengan kita kecuali Dia telah menganugerahkan kita kekayaan-Nya yang melimpah, dan menjadi miskin agar kita kaya. Jika Dia tetap duduk di takhta-Nya yang mulia, dan kita terus berjalan dalam puing-puing kejatuhan tanpa menerima keselamatan-Nya, persekutuan akan mustahil bagi kedua belah pihak. Posisi kita setelah kejatuhan, tanpa perjanjian kasih karunia, menyatakan mustahilnya orang yang telah jatuh berkomunikasi dengan Allah, sebagaimana tidak adanya persamaan antara Belial dengan Kristus [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Korintus%206:15\">2 Korintus 6:15<\/a>]. Supaya persekutuan dapat terjadi, sanak keluarga yang kaya harus memberikan harta miliknya pada kerabatnya yang miskin, Juruselamat yang adil harus memberikan saudara-saudaranya yang berdosa kesempurnaan milik-Nya, dan kita, yang miskin dan bersalah, dari kepenuhan-Nya menerima kasih karunia demi kasih karunia [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%201:16\">Yohanes 1:16<\/a>]; oleh karena itu dalam hal memberi dan menerima, Seorang turun dari tempat tinggi, dan seorang lain naik dari tempat rendah, dan keduanya saling memeluk dan menyambut dalam persekutuan yang sejati dan tulus. Kemiskinan harus diperkaya oleh Dia yang di dalam-Nya ada harta yang tak terbatas sebelum persekutuan dapat dimulai; dan rasa bersalah harus mati dalam pembenaran yang diperhitungkan dan diberikan sebelum jiwa dapat menjalani persekutuan secara murni. Yesus harus mengenakan umat-Nya jubah milik-Nya sendiri, kalau tidak Dia tidak dapat mengizinkan mereka masuk ke istana mulia-Nya; dan Dia mesti membasuh mereka dalam darah-Nya, kalau tidak mereka akan terlalu najis untuk disambut dalam persekutuan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tuhan Yesus Kristus selamanya kaya, mulia, dan ditinggikan dalam kekekalan; namun, &#8220;sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu menjadi miskin.&#8221; [2 Kor 8:9] Sebagaimana orang suci yang kaya tidak bisa memiliki persekutuan yang sejati dengan saudara-saudaranya miskin kecuali dari hartanya sebagian dipakai untuk melayani kebutuhan mereka (aturan yang sama berlaku bagi sang kepala, demikian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"83","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30853"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68632,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30853\/revisions\/68632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}