{"id":30896,"date":"2025-12-26T18:17:39","date_gmt":"2025-12-26T11:17:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pemazmur-yang-disenangi-di-israel-2-samuel-231\/"},"modified":"2025-12-26T18:17:40","modified_gmt":"2025-12-26T11:17:40","slug":"pemazmur-yang-disenangi-di-israel-2-samuel-231","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pemazmur-yang-disenangi-di-israel-2-samuel-231\/","title":{"rendered":"Adam yang akhir. [1 Korintus 15:45]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Yesus adalah kepala pemerintahan orang-orang pilihan-Nya. Seperti dalam Adam, setiap keturunan darah dagingnya memiliki kepentingan pribadi, karena Adam adalah pemimpin dan wakil ras manusia berdasarkan perjanjian di bawah hukum perbuatan baik; jadi di bawah hukum kasih karunia, setiap jiwa yang ditebus bersatu dengan Tuhan dari surga, sebab Dia adalah Adam Kedua, Penjamin dan Pengganti orang-orang pilihan dalam perjanjian yang baru, yaitu perjanjian kasih. Rasul Paulus menyatakan bahwa bangsa Lewi berada di dalam tubuh Abraham ketika Melkisedek bertemu dengan Abraham [Ibrani 7:10]: maka pastilah benar bahwa orang percaya pun berada di dalam tubuh Kristus, Sang Mediator, ketika dalam kekekalan mula-mula perjanjian kasih karunia itu ditetapkan, disahkan, dan dijalankan selamanya. Karena itu, apapun yang Kristus telah perbuat, Dia telah mengerjakannya untuk seluruh tubuh jemaat-Nya. Kita telah disalib bersama Dia dan dikubur bersama Dia (baca Kol 2:10-13), dan lebih hebatnya lagi, kita dibangkitkan bersama-Nya dan bahkan naik ke takhta yang tinggi bersama-Nya (Ef 2:6). Demikianlah jemaat telah memenuhi hukum Taurat, dan &quot;diterima melalui Dia, yang dikasihi-Nya&quot; [Efesus 1:6]. Demikianlah jemaat dipandang memenuhi syarat oleh TUHAN yang adil, karena TUHAN melihat jemaat dalam Yesus, dan tidak melihat jemaat sebagai bagian yang terpisah dari Sang Kepala perjanjian. Sebagai Penebus Israel yang Diurapi, Yesus Kristus tidaklah terpisah dari jemaat-Nya, tapi semua yang Dia punya Dia simpan untuk mereka. Kebenaran Adam adalah milik kita selagi dia mempertahankannya, dan dosa Adam adalah milik kita ketika dia melakukannya; dan dengan cara yang sama, segala sesuatu mengenai Adam Kedua dan apa yang Dia perbuat, juga adalah milik kita; karena Dia mewakili kita. Inilah dasar perjanjian kasih karunia. Sistem perwakilan dan penggantian penuh belas kasihan ini, yang mendorong Justin Martyr berseru, &quot;O penggantian yang penuh berkat, O pertukaran yang manis!&quot; adalah pokok dari injil keselamatan kita, dan patut diterima dengan iman yang teguh dan bersukaria. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Yesus adalah kepala pemerintahan orang-orang pilihan-Nya. Seperti dalam Adam, setiap keturunan darah dagingnya memiliki kepentingan pribadi, karena Adam adalah pemimpin dan wakil ras manusia berdasarkan perjanjian di bawah hukum perbuatan baik; jadi di bawah hukum kasih karunia, setiap jiwa yang ditebus bersatu dengan Tuhan dari surga, sebab Dia adalah Adam Kedua, Penjamin dan Pengganti orang-orang pilihan dalam perjanjian yang baru, yaitu perjanjian kasih. Rasul Paulus menyatakan bahwa bangsa Lewi berada di dalam tubuh Abraham ketika Melkisedek bertemu dengan Abraham [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibrani%207:10\">Ibrani 7:10<\/a>]: maka pastilah benar bahwa orang percaya pun berada di dalam tubuh Kristus, Sang Mediator, ketika dalam kekekalan mula-mula perjanjian kasih karunia itu ditetapkan, disahkan, dan dijalankan selamanya. Karena itu, apapun yang Kristus telah perbuat, Dia telah mengerjakannya untuk seluruh tubuh jemaat-Nya. Kita telah disalib bersama Dia dan dikubur bersama Dia (baca <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kol%20%202:10-13\">Kol  2:10-13<\/a>), dan lebih hebatnya lagi, kita dibangkitkan bersama-Nya dan bahkan naik ke takhta yang tinggi bersama-Nya (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ef%20%202:6\">Ef  2:6<\/a>). Demikianlah jemaat telah memenuhi hukum Taurat, dan &#8220;diterima <i>melalui Dia, yang dikasihi-Nya<\/i>&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%201:6\">Efesus 1:6<\/a>]. Demikianlah jemaat dipandang memenuhi syarat oleh TUHAN yang adil, karena TUHAN melihat jemaat dalam Yesus, dan tidak melihat jemaat sebagai bagian yang terpisah dari Sang Kepala perjanjian. Sebagai Penebus Israel yang Diurapi, Yesus Kristus tidaklah terpisah dari jemaat-Nya, tapi semua yang Dia punya Dia simpan untuk mereka. Kebenaran Adam adalah milik kita selagi dia mempertahankannya, dan dosa Adam adalah milik kita ketika dia melakukannya; dan dengan cara yang sama, segala sesuatu mengenai Adam Kedua dan apa yang Dia perbuat, juga adalah milik kita; karena Dia mewakili kita. Inilah dasar perjanjian kasih karunia. Sistem perwakilan dan penggantian penuh belas kasihan ini, yang mendorong Justin Martyr berseru, &#8220;O penggantian yang penuh berkat, O pertukaran yang manis!&#8221; adalah pokok dari injil keselamatan kita, dan patut diterima dengan iman yang teguh dan bersukaria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Yesus adalah kepala pemerintahan orang-orang pilihan-Nya. Seperti dalam Adam, setiap keturunan darah dagingnya memiliki kepentingan pribadi, karena Adam adalah pemimpin dan wakil ras manusia berdasarkan perjanjian di bawah hukum perbuatan baik; jadi di bawah hukum kasih karunia, setiap jiwa yang ditebus bersatu dengan Tuhan dari surga, sebab Dia adalah Adam Kedua, Penjamin dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"108","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30896"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68636,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30896\/revisions\/68636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}