{"id":30907,"date":"2025-12-29T18:15:58","date_gmt":"2025-12-29T11:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/di-dalamnya-tidak-akan-kedengaran-lagi-bunyi-tangisan-yesaya-6519\/"},"modified":"2025-12-29T18:15:59","modified_gmt":"2025-12-29T11:15:59","slug":"di-dalamnya-tidak-akan-kedengaran-lagi-bunyi-tangisan-yesaya-6519","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/di-dalamnya-tidak-akan-kedengaran-lagi-bunyi-tangisan-yesaya-6519\/","title":{"rendered":"Sampai di sini TUHAN menolong kita. [1 Samuel 7:12]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Kata \\\"sampai di sini\\\" seperti tangan yang menunjuk ke arah masa lampau. Baik dua puluh ataupun tujuh puluh tahun, \\\"sampai di sini TUHAN sudah menolong!\u201d Melewati kemiskinan, melewati kekayaan, melewati sakit penyakit, melewati kesehatan, di rumah, di luar negeri, di darat, di laut, dalam status terhormat, dalam keadaan dihina, dalam kebingungan, dalam sukacita, dalam ujian, dalam kemenangan, dalam doa, dalam pencobaan, \u201csampai di sini TUHAN telah menolong kita!\u201d Kita senang memandang jalan panjang yang dihiasi pepohonan. Memang menggembirakan melihat dari jauh dari ujung ke ujung suatu pemandangan, semacam kuil yang hijau, dengan cabang dari pilar-pilarnya dan busur dari daun-daunnya; apalagi melihat jalan panjang hidupmu, dahan belas kasihan di atas kepalamu dan pilar-pilar kasih setia yang menopang sukacitamu. Adakah burung-burung bernyanyi di atas cabang-cabangmu? Pasti ada banyak, semuanya menyanyikan belas kasihan yang diterima \u201csampai di sini.\u201d RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kata &#8220;sampai di sini&#8221; seperti tangan yang menunjuk ke arah <i>masa lampau<\/i>. Baik dua puluh ataupun tujuh puluh tahun, &#8220;sampai di sini TUHAN sudah menolong!\u201d Melewati kemiskinan, melewati kekayaan, melewati sakit penyakit, melewati kesehatan, di rumah, di luar negeri, di darat, di laut, dalam status terhormat, dalam keadaan dihina, dalam kebingungan, dalam sukacita, dalam ujian, dalam kemenangan, dalam doa, dalam pencobaan, \u201csampai di sini TUHAN telah menolong kita!\u201d Kita senang memandang jalan panjang yang dihiasi pepohonan. Memang menggembirakan melihat dari jauh dari ujung ke ujung suatu pemandangan, semacam kuil yang hijau, dengan cabang dari pilar-pilarnya dan busur dari daun-daunnya; apalagi melihat jalan panjang hidupmu, dahan belas kasihan di atas kepalamu dan pilar-pilar kasih setia yang menopang sukacitamu. Adakah burung-burung bernyanyi di atas cabang-cabangmu? Pasti ada banyak, semuanya menyanyikan belas kasihan yang diterima <i>\u201csampai di sini.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kata &#8220;sampai di sini&#8221; seperti tangan yang menunjuk ke arah masa lampau. Baik dua puluh ataupun tujuh puluh tahun, &#8220;sampai di sini TUHAN sudah menolong!\u201d Melewati kemiskinan, melewati kekayaan, melewati sakit penyakit, melewati kesehatan, di rumah, di luar negeri, di darat, di laut, dalam status terhormat, dalam keadaan dihina, dalam kebingungan, dalam sukacita, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"80","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30907"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68644,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30907\/revisions\/68644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}