{"id":30916,"date":"2025-12-30T18:15:38","date_gmt":"2025-12-30T11:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/penerobos-akan-maju-di-depan-mereka-mikha-213\/"},"modified":"2025-12-30T18:15:39","modified_gmt":"2025-12-30T11:15:39","slug":"penerobos-akan-maju-di-depan-mereka-mikha-213","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/penerobos-akan-maju-di-depan-mereka-mikha-213\/","title":{"rendered":"Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. [Pengkhotbah 7:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Lihatlah kepada Tuhan dan Rajanya Daud; lihatlah permulaannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan [Yesaya 53:3]. Mau lihat akhirnya? Ia duduk di sebelah kanan Bapa, menanti hingga musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya [Mazmur 110:1]. &quot;Sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.&quot; [1 Yohanes 4:17] Engkau harus menanggung salib, kalau tidak engkau tidak akan dimahkotai; engkau harus menyeberangi lumpur, kalau tidak engkau tidak akan berjalan di atas lantai emas. Maka itu bersukalah, hai orang Kristen yang malang. \u201cAkhir suatu hal lebih baik daripada awalnya.\u201d Lihat ulat yang merayap, betapa hina kelihatannya! Itu baru permulaannya. Perhatikan serangga yang sayapnya menawan itu, bermain di bawah sinar matahari, menghirup isi bunga, penuh kebahagiaan dan hidup; itulah akhirnya. Ulat itu adalah dirimu sendiri, sampai engkau dibungkus kepompong kematian; namun ketika Kristus muncul engkau akan menjadi seperti Dia, karena engkau akan melihat Dia sebagaimana diri-Nya. Jadilah puas untuk menjadi seperti ulat, bukan manusia, agar seperti ulat itu engkau puas ketika engkau bangkit dalam rupa diri-Nya. Berlian yang terlihat kasar ditaruh di atas roda tukang permata. Ia mengikis setiap sisinya. Berlian itu kehilangan banyak bagiannya \u2014 yang kelihatannya berharga. Kemudian seorang raja dimahkotai; mahkota itu ditaruh di atas kepala raja dengan bunyi terompet sukacita. Sinar yang berkilauan terpancar dari mahkota itu, dan pancaran itu keluar dari berlian yang barusan jengkel sekali dengan tukang permata. Engkau dapat membandingkan dirimu dengan berlian semacam itu, karena engkau adalah salah satu anak Allah; dan inilah saat proses pemotongan. Biarkanlah iman dan kesabaran bekerja dengan sempurna, karena pada hari ketika mahkota itu ditaruh di atas kepala Raja yang Kekal, Abadi, dan Tak Nampak itu, satu sinar kemuliaan akan mengalir dari engkau. \u201cMereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,\u201d firman Tuhan, &quot;pada hari yang Kusiapkan.&quot; [Maleakhi 3:17] \u201cAkhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.\u201d RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Lihatlah kepada Tuhan dan Rajanya Daud; lihatlah permulaannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2053:3\">Yesaya 53:3<\/a>]. Mau lihat akhirnya? Ia duduk di sebelah kanan Bapa, menanti hingga musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20110:1\">Mazmur 110:1<\/a>]. &#8220;Sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Yohanes%204:17\">1 Yohanes 4:17<\/a>] Engkau harus menanggung salib, kalau tidak engkau tidak akan dimahkotai; engkau harus menyeberangi lumpur, kalau tidak engkau tidak akan berjalan di atas lantai emas. Maka itu bersukalah, hai orang Kristen yang malang. \u201cAkhir suatu hal lebih baik daripada awalnya.\u201d Lihat ulat yang merayap, betapa hina kelihatannya! Itu baru permulaannya. Perhatikan serangga yang sayapnya menawan itu, bermain di bawah sinar matahari, menghirup isi bunga, penuh kebahagiaan dan hidup; itulah akhirnya. Ulat itu adalah dirimu sendiri, sampai engkau dibungkus kepompong kematian; namun ketika Kristus muncul engkau akan menjadi seperti Dia, karena engkau akan melihat Dia sebagaimana diri-Nya. Jadilah puas untuk menjadi seperti ulat, bukan manusia, agar seperti ulat itu engkau puas ketika engkau bangkit dalam rupa diri-Nya. Berlian yang terlihat kasar ditaruh di atas roda tukang permata. Ia mengikis setiap sisinya. Berlian itu kehilangan banyak bagiannya \u2014 yang kelihatannya berharga. Kemudian seorang raja dimahkotai; mahkota itu ditaruh di atas kepala raja dengan bunyi terompet sukacita. Sinar yang berkilauan terpancar dari mahkota itu, dan pancaran itu keluar dari berlian yang barusan jengkel sekali dengan tukang permata. Engkau dapat membandingkan dirimu dengan berlian semacam itu, karena engkau adalah salah satu anak Allah; dan inilah saat proses pemotongan. Biarkanlah iman dan kesabaran bekerja dengan sempurna, karena pada hari ketika mahkota itu ditaruh di atas kepala Raja yang Kekal, Abadi, dan Tak Nampak itu, satu sinar kemuliaan akan mengalir dari engkau. \u201cMereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,\u201d firman Tuhan, &#8220;pada hari yang Kusiapkan.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maleakhi%203:17\">Maleakhi 3:17<\/a>] \u201cAkhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Lihatlah kepada Tuhan dan Rajanya Daud; lihatlah permulaannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan [Yesaya 53:3]. Mau lihat akhirnya? Ia duduk di sebelah kanan Bapa, menanti hingga musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya [Mazmur 110:1]. &#8220;Sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.&#8221; [1 Yohanes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"137","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30916"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68646,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30916\/revisions\/68646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}