{"id":30961,"date":"2026-01-04T18:16:01","date_gmt":"2026-01-04T11:16:01","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kasihanilah-aku-ya-allah-mazmur-511\/"},"modified":"2026-01-04T18:16:03","modified_gmt":"2026-01-04T11:16:03","slug":"kasihanilah-aku-ya-allah-mazmur-511","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kasihanilah-aku-ya-allah-mazmur-511\/","title":{"rendered":"Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. [2 Petrus 3:18]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - &quot;Bertumbuhlah dalam kasih karunia&quot;\u2014bukan hanya dalam satu kasih karunia, tetapi dalam segala kasih karunia. Bertumbuhlah dalam kasih karunia akarnya, iman. Percayalah lebih yakin akan janji-janji daripada sebelumnya. Hendaklah iman bertambah dalam kepenuhan, keteguhan, kesederhanaan. Bertumbuhlah juga di dalam kasih. Mintalah agar kasihmu menjadi lebih luas, lebih intens, lebih nyata, memengaruhi setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Demikian juga bertumbuhlah dalam kerendahan hati. Berusahalah untuk berada dalam kerendahan, ketahuilah lebih banyak bahwa dirimu tidak ada apa-apa. Selagi engkau bertumbuh ke arah bawah dalam kerendahan hati, usahakanlah juga pertumbuhan ke arah atas\u2014lebih dekat dengan Allah dalam doa dan lebih intim bersekutu dengan Yesus. Semoga Allah Roh Kudus membuat engkau dapat &quot;bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita.&quot; Barangsiapa yang tidak bertumbuh dalam mengenal Yesus, ia menolak berkat. Mengenal Dia adalah &quot;hidup kekal,&quot; dan semakin mengenal Dia berarti semakin bahagia. Orang yang tidak rindu untuk lebih mengenal Kristus, belum mengenal apa-apa tentang Dia. Siapapun yang pernah mengecap anggur ini akan semakin haus akannya, sebab meskipun Kristus memang memuaskan dahaga, kepuasan itu tidak menghilangkan selera, justru meningkatkan selera. Jika engkau kenal kasih Yesus\u2014seperti rusa yang merindukan sungai yang berair [Mazmur 42:1], engkau pun akan rindu meneguk kasih-Nya lebih dalam. Apabila engkau tidak ingin mengenal Dia lebih baik lagi, pasti engkau tidak mengasihi Dia, karena kasih selalu berseru, &quot;Lebih dekat, lebih dekat.&quot; Tiadanya Kristus adalah neraka; tetapi hadirnya Yesus adalah surga. Maka jangan berhenti dan berpuas tanpa mengenal makin dalam akan Yesus. Usahakanlah mengenal Dia lebih banyak di dalam natur ilahi-Nya, dalam relasi-Nya dengan manusia, dalam pekerjaan-Nya yang genap, dalam kematian-Nya, dalam kebangkitan-Nya, dalam syafaat-Nya yang mulia saat ini, dan dalam datangnya kerajaan-Nya pada masa yang akan datang. Terus tinggal di sebelah Salib, dan selidiki misteri luka-luka-Nya. Kasih yang semakin besar kepada Yesus, dan pengertian yang lebih sempurna akan kasih-Nya kepada kita, adalah salah satu ujian terbaik bagi pertumbuhan di dalam kasih karunia. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">&#8220;Bertumbuhlah dalam kasih karunia&#8221;\u2014bukan hanya dalam satu kasih karunia, tetapi dalam <i>segala<\/i> kasih karunia. Bertumbuhlah dalam kasih karunia akarnya, <i>iman<\/i>. Percayalah lebih yakin akan janji-janji daripada sebelumnya. Hendaklah iman bertambah dalam kepenuhan, keteguhan, kesederhanaan. Bertumbuhlah juga di dalam <i>kasih<\/i>. Mintalah agar kasihmu menjadi lebih luas, lebih intens, lebih nyata, memengaruhi setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Demikian juga bertumbuhlah dalam <i>kerendahan hati<\/i>. Berusahalah untuk berada dalam kerendahan, ketahuilah lebih banyak bahwa dirimu tidak ada apa-apa. Selagi engkau bertumbuh ke arah bawah dalam kerendahan hati, usahakanlah juga pertumbuhan ke arah atas\u2014lebih dekat dengan Allah dalam doa dan lebih intim bersekutu dengan Yesus. Semoga Allah Roh Kudus membuat engkau dapat <i>&#8220;bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita.&#8221;<\/i> Barangsiapa yang tidak bertumbuh dalam mengenal Yesus, ia menolak berkat. Mengenal Dia adalah &#8220;hidup kekal,&#8221; dan semakin mengenal Dia berarti semakin bahagia. Orang yang tidak rindu untuk lebih mengenal Kristus, belum mengenal apa-apa tentang Dia. Siapapun yang pernah mengecap anggur ini akan semakin haus akannya, sebab meskipun Kristus memang memuaskan dahaga, kepuasan itu tidak menghilangkan selera, justru meningkatkan selera. Jika engkau kenal kasih Yesus\u2014seperti rusa yang merindukan sungai yang berair [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2042:1\">Mazmur 42:1<\/a>], engkau pun akan rindu meneguk kasih-Nya lebih dalam. Apabila engkau tidak ingin mengenal Dia lebih baik lagi, pasti engkau tidak mengasihi Dia, karena kasih selalu berseru, &#8220;Lebih dekat, lebih dekat.&#8221; Tiadanya Kristus adalah neraka; tetapi hadirnya Yesus adalah surga. Maka jangan berhenti dan berpuas tanpa mengenal makin dalam akan Yesus. Usahakanlah mengenal Dia lebih banyak di dalam natur ilahi-Nya, dalam relasi-Nya dengan manusia, dalam pekerjaan-Nya yang genap, dalam kematian-Nya, dalam kebangkitan-Nya, dalam syafaat-Nya yang mulia saat ini, dan dalam datangnya kerajaan-Nya pada masa yang akan datang. Terus tinggal di sebelah Salib, dan selidiki misteri luka-luka-Nya. Kasih yang semakin besar kepada Yesus, dan pengertian yang lebih sempurna akan kasih-Nya kepada kita, adalah salah satu ujian terbaik bagi pertumbuhan di dalam kasih karunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; &#8220;Bertumbuhlah dalam kasih karunia&#8221;\u2014bukan hanya dalam satu kasih karunia, tetapi dalam segala kasih karunia. Bertumbuhlah dalam kasih karunia akarnya, iman. Percayalah lebih yakin akan janji-janji daripada sebelumnya. Hendaklah iman bertambah dalam kepenuhan, keteguhan, kesederhanaan. Bertumbuhlah juga di dalam kasih. Mintalah agar kasihmu menjadi lebih luas, lebih intens, lebih nyata, memengaruhi setiap pikiran, perkataan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-30961","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"105","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30961"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68657,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30961\/revisions\/68657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}