{"id":31001,"date":"2026-01-22T18:15:45","date_gmt":"2026-01-22T11:15:45","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bawalah-anak-itu-ke-mari-markus-919\/"},"modified":"2026-01-22T18:15:47","modified_gmt":"2026-01-22T11:15:47","slug":"bawalah-anak-itu-ke-mari-markus-919","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bawalah-anak-itu-ke-mari-markus-919\/","title":{"rendered":"Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur dari semua kayu yang buahnya seperti anggur yang tumbuh di antara kayu-kayu di hutan? [Yehezkiel 15:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kata-kata itu untuk merendahkan hati umat Allah; mereka disebut pohon anggur Allah, tapi apakah mereka secara alami lebih baik daripada orang-orang lain? Mereka, berkat kebaikan Allah, sudah berbuah banyak, karena ditanam di tanah yang baik; Tuhan melatih mereka pada tembok altar, dan mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya, tapi apalah peran mereka tanpa Allah mereka? Apalah mereka tanpa pengaruh Roh yang berlangsung terus-menerus, yang menghasilkan kemunculan banyak buah dalam diri mereka? Hai orang percaya, belajarlah untuk menolak kesombongan, setelah kamu melihat dirimu tidak memiliki alasan apapun untuk bersombong. Semakin banyak yang kamu punyai, semakin banyak pula hutangmu pada Allah, dan kamu seharusnya tidak bangga akan apa yang membuatmu menjadi seorang penghutang. Pikirkanlah asal usulmu; seperti apa dahulunya kamu. Pikirkan kamu akan menjadi apa kalau bukan karena anugerah ilahi. Lihat keadaanmu sekarang. Tidakkah hati nuranimu menuduh kamu? Bukankah kamu sudah beribu-ribu kali melarikan diri dari Allah, sehingga kamu tidak lagi layak disebut anak-Nya? Dan kalau Allah sudah membuatmu menjadi seseorang, bukankah kamu sudah diajarkan bahwa anugerahlah yang membuatmu menjadi berubah? Hai orang percaya, kamu akan menjadi pendosa besar kalau saja Allah tidak mengubahmu. Hai, kamu yang katanya berjuang demi kebenaran, kamu bakal menjadi pejuang demi kekacauan kalau anugerah tidak turun ke atasmu. Oleh karena itu, janganlah sombong, walaupun kamu sekarang sudah memiliki banyak hal \u2014 banyak anugerah yang telah menjadi milikmu, dahulu kamu tidak punya satu hal pun yang bisa kamu sebut milikmu selain dosa dan kesusahanmu. Oh! kamu pernah merasa mau meninggikan dirimu sendiri, padahal segalanya yang kamu punya itu hanya pinjaman! Kamu meluap-luap sendiri, aneh! Bukankah kamu hanya seorang pensiunan miskin yang tergantung pada kiriman dana dari Penyelamatmu? Kamu akan mati kalau tidak ada aliran kehidupan yang segar dari Yesus, tetapi kamu tetap sombong! Bodohnya kamu, hati yang tolol! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kata-kata itu untuk merendahkan hati umat Allah; mereka disebut pohon anggur Allah, tapi apakah mereka secara alami lebih baik daripada orang-orang lain? Mereka, berkat kebaikan Allah, sudah berbuah banyak, karena ditanam di tanah yang baik; Tuhan melatih mereka pada tembok altar, dan mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya, tapi apalah peran mereka tanpa Allah mereka? Apalah mereka tanpa pengaruh Roh yang berlangsung terus-menerus, yang menghasilkan kemunculan banyak buah dalam diri mereka? Hai orang percaya, belajarlah untuk menolak kesombongan, setelah kamu melihat dirimu tidak memiliki alasan apapun untuk bersombong. Semakin banyak yang kamu punyai, semakin banyak pula hutangmu pada Allah, dan kamu seharusnya tidak bangga akan apa yang membuatmu menjadi seorang penghutang. Pikirkanlah asal usulmu; seperti apa dahulunya kamu. Pikirkan kamu akan menjadi apa kalau bukan karena anugerah ilahi. Lihat keadaanmu sekarang. Tidakkah hati nuranimu menuduh kamu? Bukankah kamu sudah beribu-ribu kali melarikan diri dari Allah, sehingga kamu tidak lagi layak disebut anak-Nya? Dan kalau Allah sudah membuatmu menjadi seseorang, bukankah kamu sudah diajarkan bahwa anugerahlah yang membuatmu menjadi berubah? Hai orang percaya, kamu akan menjadi pendosa besar kalau saja Allah tidak mengubahmu. Hai, kamu yang katanya berjuang demi kebenaran, kamu bakal menjadi pejuang demi kekacauan kalau anugerah tidak turun ke atasmu. Oleh karena itu, janganlah sombong, walaupun kamu sekarang sudah memiliki banyak hal \u2014 banyak anugerah yang telah menjadi milikmu, dahulu kamu tidak punya satu hal pun yang bisa kamu sebut milikmu selain dosa dan kesusahanmu. Oh! kamu pernah merasa mau meninggikan dirimu sendiri, padahal segalanya yang kamu punya itu hanya pinjaman! Kamu meluap-luap sendiri, aneh! Bukankah kamu hanya seorang pensiunan miskin yang tergantung pada kiriman dana dari Penyelamatmu? Kamu akan mati kalau tidak ada aliran kehidupan yang segar dari Yesus, tetapi kamu tetap sombong! Bodohnya kamu, hati yang tolol!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kata-kata itu untuk merendahkan hati umat Allah; mereka disebut pohon anggur Allah, tapi apakah mereka secara alami lebih baik daripada orang-orang lain? Mereka, berkat kebaikan Allah, sudah berbuah banyak, karena ditanam di tanah yang baik; Tuhan melatih mereka pada tembok altar, dan mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya, tapi apalah peran mereka tanpa Allah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"92","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31001"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68706,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31001\/revisions\/68706"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}