{"id":31009,"date":"2026-01-23T18:15:31","date_gmt":"2026-01-23T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jikalau-kita-hidup-oleh-roh-baiklah-hidup-kita-juga-dipimpin-oleh-roh-galatia-525\/"},"modified":"2026-01-23T18:15:33","modified_gmt":"2026-01-23T11:15:33","slug":"jikalau-kita-hidup-oleh-roh-baiklah-hidup-kita-juga-dipimpin-oleh-roh-galatia-525","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jikalau-kita-hidup-oleh-roh-baiklah-hidup-kita-juga-dipimpin-oleh-roh-galatia-525\/","title":{"rendered":"Telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu. [Mazmur 89:19]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Mengapa Kristus dipilih dari antara bangsa itu? Katakan, hai hatiku, karena pemikiran hati adalah yang terbaik. Bukankah supaya Dia bisa menjadi Saudara kita, dalam ikatan darah persaudaraan penuh berkat? Oh, ada relasi antara Kristus dan orang percaya! Orang percaya dapat berkata, \u201cAku punya seorang Saudara di surga; aku bisa saja miskin, tapi aku punya Saudara yang kaya, seorang Raja, mungkinkah Ia membiarkanku menderita dalam kekurangan sementara Ia bertakhta? Tidak! Ia mengasihiku; Ia Saudaraku.\u201d Orang percaya, kenakan pemikiran penuh berkat ini, seperti kalung berlian, pada sekeliling leher ingatanmu; kenakan, sebagai cincin emas, pada jari kenanganmu, dan gunakanlah sebagai cap Sang Raja sendiri, yang dibubuhkan pada petisi imanmu, dengan keyakinan bahwa petisinya akan lolos. Dialah Saudara dalam kesukaran [Amsal 17:17], bersikaplah terhadap Dia sebagaimana mestinya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mengapa Kristus dipilih dari antara bangsa itu? Katakan, hai hatiku, karena pemikiran hati adalah yang terbaik. Bukankah supaya Dia bisa menjadi Saudara kita, dalam ikatan darah persaudaraan penuh berkat? Oh, ada relasi antara Kristus dan orang percaya! Orang percaya dapat berkata, \u201cAku punya seorang Saudara di surga; aku bisa saja miskin, tapi aku punya Saudara yang kaya, seorang Raja, mungkinkah Ia membiarkanku menderita dalam kekurangan sementara Ia bertakhta? Tidak! Ia mengasihiku; Ia Saudaraku.\u201d Orang percaya, kenakan pemikiran penuh berkat ini, seperti kalung berlian, pada sekeliling leher ingatanmu; kenakan, sebagai cincin emas, pada jari kenanganmu, dan gunakanlah sebagai cap Sang Raja sendiri, yang dibubuhkan pada petisi imanmu, dengan keyakinan bahwa petisinya akan lolos. Dialah Saudara dalam kesukaran [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%2017:17\">Amsal 17:17<\/a>], bersikaplah terhadap Dia sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengapa Kristus dipilih dari antara bangsa itu? Katakan, hai hatiku, karena pemikiran hati adalah yang terbaik. Bukankah supaya Dia bisa menjadi Saudara kita, dalam ikatan darah persaudaraan penuh berkat? Oh, ada relasi antara Kristus dan orang percaya! Orang percaya dapat berkata, \u201cAku punya seorang Saudara di surga; aku bisa saja miskin, tapi aku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"35","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31009"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68708,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31009\/revisions\/68708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}