{"id":31016,"date":"2026-01-28T18:16:02","date_gmt":"2026-01-28T11:16:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dikaruniakan-nya-kepada-kita-di-dalam-dia-yang-dikasihi-nya-efesus-16\/"},"modified":"2026-01-28T18:16:03","modified_gmt":"2026-01-28T11:16:03","slug":"dikaruniakan-nya-kepada-kita-di-dalam-dia-yang-dikasihi-nya-efesus-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dikaruniakan-nya-kepada-kita-di-dalam-dia-yang-dikasihi-nya-efesus-16\/","title":{"rendered":"Kesempurnaan dalam Kristus. [Kolose 1:28]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Apakah engkau tidak merasakan di dalam jiwamu bahwa kesempurnaan tidak ada di dalam dirimu? Bukankah hal tersebut diajarkan setiap hari? Setiap air mata yang menetes dari matamu, menangiskan \u201cketidak-sempurnaan;\u201d setiap kata kasar yang keluar dari bibirmu, mengatakan \u201cketidak-sempurnaan.\u201d Engkau terlalu sering membayangkan di dalam hatimu mendambakan suatu saat kesempurnaan di dalam dirimu sendiri. Namun, di tengah kesadaran akan ketidak-sempurnaan yang menyedihkan ini, ada penghiburan bagimu\u2014engkau dipimpin \u201ckepada kesempurnaan dalam Kristus.\u201d [Kolose 1:28] Dalam pandangan Allah, engkau \u201cdipenuhi di dalam Dia;\u201d [Kolose 2:10] bahkan sekarang engkau [memiliki] \u201ckasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya\u201d [Efesus 1:6] Tetapi ada juga kesempurnaan kedua, yang belum terpenuhi, yang merupakan kepastian bagi semua benih. Bukankah sangat menyenangkan menanti waktu ketika setiap noda dosa dihapuskan dari orang percaya, dan dia akan ditampilkan sebagai tak bersalah di hadapan takhta, tanpa noda, ataupun kerutan, atau semacamnya? Gereja Kristus akan menjadi sangat murni, bahkan mata Sang Mahatahu tidak akan melihat noda atau kotoran di dalam diri gereja tersebut; sangat suci dan sangat mulia, bahkan Hart sungguh benar saat ia berkata\u2014 \u201cDengan memakai jubah Juru Selamatku, Kudus seperti Sang Mahakudus.\u201d Saat itu kita akan mengetahui, dan mencicipi, dan merasakan kebahagiaan di dalam kalimat yang luas tetapi singkat ini, \u201ckesempurnaan dalam Kristus.\u201d [Kolose 1:28] Sampai saat itu terjadi, kita baru akan bisa memahami ketinggian dan kedalaman keselamatan dari Yesus dengan sepenuhnya. Bukankah hatimu melompat kegirangan saat memikirkan hal itu? Walaupun sekarang engkau sangatlah hitam, engkau akan menjadi putih suatu hari; Walaupun sekarang engkau sangatlah kotor, engkau akan menjadi bersih. Oh, betapa luar biasa keselamatan itu! Kristus mengambil seekor cacing dan menjadikannya malaikat; Kristus mengambil barang yang hitam dan rusak dan menjadikannya bersih dan mulia tiada banding, cantik tanpa tandingan, dan pantas menjadi pendamping para serafim. Oh jiwaku, berdirilah dan kagumilah kebenaran penuh berkat tentang kesempurnaan dalam Kristus. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apakah engkau tidak merasakan di dalam jiwamu bahwa kesempurnaan tidak ada di dalam dirimu? Bukankah hal tersebut diajarkan setiap hari? Setiap air mata yang menetes dari matamu, menangiskan \u201cketidak-sempurnaan;\u201d setiap kata kasar yang keluar dari bibirmu, mengatakan \u201cketidak-sempurnaan.\u201d Engkau terlalu sering membayangkan di dalam hatimu mendambakan suatu saat kesempurnaan <i>di dalam dirimu sendiri<\/i>. Namun, di tengah kesadaran akan ketidak-sempurnaan yang menyedihkan ini, ada penghiburan bagimu\u2014engkau dipimpin \u201ckepada kesempurnaan dalam <i>Kristus<\/i>.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kolose%201:28\">Kolose 1:28<\/a>] Dalam pandangan Allah, engkau \u201cdipenuhi di dalam Dia;\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kolose%202:10\">Kolose 2:10<\/a>] <i>bahkan sekarang<\/i> engkau [memiliki] \u201ckasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%201:6\">Efesus 1:6<\/a>] Tetapi ada juga kesempurnaan kedua, yang belum terpenuhi, yang merupakan kepastian bagi semua benih. Bukankah sangat menyenangkan menanti waktu ketika setiap noda dosa dihapuskan dari orang percaya, dan dia akan ditampilkan sebagai tak bersalah di hadapan takhta, tanpa noda, ataupun kerutan, atau semacamnya? Gereja Kristus akan menjadi sangat murni, bahkan mata Sang Mahatahu tidak akan melihat noda atau kotoran di dalam diri gereja tersebut; sangat suci dan sangat mulia, bahkan Hart sungguh benar saat ia berkata\u2014 \u201cDengan memakai jubah Juru Selamatku, Kudus seperti Sang Mahakudus.\u201d Saat itu kita akan mengetahui, dan mencicipi, dan merasakan kebahagiaan di dalam kalimat yang luas tetapi singkat ini, \u201ckesempurnaan dalam Kristus.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kolose%201:28\">Kolose 1:28<\/a>] Sampai saat itu terjadi, kita baru akan bisa memahami ketinggian dan kedalaman keselamatan dari Yesus dengan sepenuhnya. Bukankah hatimu melompat kegirangan saat memikirkan hal itu? Walaupun sekarang engkau sangatlah hitam, engkau akan menjadi putih suatu hari; Walaupun sekarang engkau sangatlah kotor, engkau akan menjadi bersih. Oh, betapa luar biasa keselamatan itu! Kristus mengambil seekor cacing dan menjadikannya malaikat; Kristus mengambil barang yang hitam dan rusak dan menjadikannya bersih dan mulia tiada banding, cantik tanpa tandingan, dan pantas menjadi pendamping para serafim. Oh jiwaku, berdirilah dan kagumilah kebenaran penuh berkat tentang kesempurnaan dalam Kristus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah engkau tidak merasakan di dalam jiwamu bahwa kesempurnaan tidak ada di dalam dirimu? Bukankah hal tersebut diajarkan setiap hari? Setiap air mata yang menetes dari matamu, menangiskan \u201cketidak-sempurnaan;\u201d setiap kata kasar yang keluar dari bibirmu, mengatakan \u201cketidak-sempurnaan.\u201d Engkau terlalu sering membayangkan di dalam hatimu mendambakan suatu saat kesempurnaan di dalam dirimu sendiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"69","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31016"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68719,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31016\/revisions\/68719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}