{"id":31026,"date":"2026-01-29T18:15:42","date_gmt":"2026-01-29T11:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/karena-aku-malu-meminta-tentara-dan-orang-orang-berkuda-kepada-raja-untuk-mengawal-kami-terhadap-musuh-di-jalan-sebab-kami-telah-berkata-kepada-raja-demikian-tangan-allah-kami-melindungi-semua-ora\/"},"modified":"2026-01-29T18:15:44","modified_gmt":"2026-01-29T11:15:44","slug":"karena-aku-malu-meminta-tentara-dan-orang-orang-berkuda-kepada-raja-untuk-mengawal-kami-terhadap-musuh-di-jalan-sebab-kami-telah-berkata-kepada-raja-demikian-tangan-allah-kami-melindungi-semua-ora","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/karena-aku-malu-meminta-tentara-dan-orang-orang-berkuda-kepada-raja-untuk-mengawal-kami-terhadap-musuh-di-jalan-sebab-kami-telah-berkata-kepada-raja-demikian-tangan-allah-kami-melindungi-semua-ora\/","title":{"rendered":"Hal-hal yang tak kelihatan. [2 Korintus 4:18]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam ziarah kita sebagai orang Kristen, dalam banyak hal, baiklah kalau kita melihat ke depan. Mahkota dan gol itu ada di depan. Apakah itu demi pengharapan, demi sukacita, demi penghiburan, atau demi inspirasi kasih kita, masa depan haruslah, bagaimanapun juga, menjadi objek utama dari mata iman. Ke arah masa depan, kita melihat dosa dienyahkan, tubuh dosa dan maut dihancurkan, jiwa disempurnakan, dan kita layak mengambil bagian dalam warisan orang-orang kudus dalam terang. Lebih jauh lagi, kita orang-orang percaya dapat melihat sungai maut berlalu, arus yang suram diseberangi, dan puncak bukit-bukit terang dengan kota-kota surgawinya dicapai. Kita juga melihat diri kita memasuki gerbang mutiara, disambut sebagai &quot;lebih dari pemenang&quot;, dimahkotai oleh tangan Kristus, dipeluk dalam lengan Yesus, dimuliakan bersama Dia, dan duduk dengan Dia pada Takhta-Nya. Pemikiran mengenai masa depan kita tentu akan melegakan kita dari kegelapan masa lampau dan kesuraman masa kini. Sukacita surga pastinya akan mengganjar dukacita bumi ini. Enyahlah, enyahlah, keraguanku! Bukankah kematian hanyalah berupa selokan yang sempit, dan kamu akan segera menyebranginya? Waktu, betapa singkatnya\u2014Kekekalan, betapa lamanya! Kematian, betapa ringkasnya\u2014Imortalitas, betapa tak berujung! Sekarang pun, kurasa aku bisa mengecap rasa makanan Surga, dan menyeruput air dari sumur yang terletak di dalam gerbangnya. Jalan ini betapa, betapa pendeknya! Aku akan segera tiba di sana. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam ziarah kita sebagai orang Kristen, dalam banyak hal, baiklah kalau kita melihat ke depan. Mahkota dan gol itu ada di depan. Apakah itu demi pengharapan, demi sukacita, demi penghiburan, atau demi inspirasi kasih kita, masa depan haruslah, bagaimanapun juga, menjadi objek utama dari mata iman. Ke arah masa depan, kita melihat dosa dienyahkan, tubuh dosa dan maut dihancurkan, jiwa disempurnakan, dan kita layak mengambil bagian dalam warisan orang-orang kudus dalam terang. Lebih jauh lagi, kita orang-orang percaya dapat melihat sungai maut berlalu, arus yang suram diseberangi, dan puncak bukit-bukit terang dengan kota-kota surgawinya dicapai. Kita juga melihat diri kita memasuki gerbang mutiara, disambut sebagai &#8220;lebih dari pemenang&#8221;, dimahkotai oleh tangan Kristus, dipeluk dalam lengan Yesus, dimuliakan bersama Dia, dan duduk dengan Dia pada Takhta-Nya. Pemikiran mengenai masa depan kita tentu akan melegakan kita dari kegelapan masa lampau dan kesuraman masa kini. Sukacita surga pastinya akan mengganjar dukacita bumi ini. Enyahlah, enyahlah, keraguanku! Bukankah kematian hanyalah berupa selokan yang sempit, dan kamu akan segera menyebranginya? Waktu, betapa singkatnya\u2014Kekekalan, betapa lamanya! Kematian, betapa ringkasnya\u2014Imortalitas, betapa tak berujung! Sekarang pun, kurasa aku bisa mengecap rasa makanan Surga, dan menyeruput air dari sumur yang terletak di dalam gerbangnya. Jalan ini betapa, betapa pendeknya! Aku akan segera tiba di sana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam ziarah kita sebagai orang Kristen, dalam banyak hal, baiklah kalau kita melihat ke depan. Mahkota dan gol itu ada di depan. Apakah itu demi pengharapan, demi sukacita, demi penghiburan, atau demi inspirasi kasih kita, masa depan haruslah, bagaimanapun juga, menjadi objek utama dari mata iman. Ke arah masa depan, kita melihat dosa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"58","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31026"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68721,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31026\/revisions\/68721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}