{"id":31045,"date":"2026-02-03T18:15:46","date_gmt":"2026-02-03T11:15:46","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mazmurkanlah-kemuliaan-nama-nya-muliakanlah-dia-dengan-puji-pujian-mazmur-662\/"},"modified":"2026-02-03T18:15:49","modified_gmt":"2026-02-03T11:15:49","slug":"mazmurkanlah-kemuliaan-nama-nya-muliakanlah-dia-dengan-puji-pujian-mazmur-662","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mazmurkanlah-kemuliaan-nama-nya-muliakanlah-dia-dengan-puji-pujian-mazmur-662\/","title":{"rendered":"Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang. [Roma 8:12]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebagai ciptaan Allah, kita semua berhutang kepada-Nya: untuk menaati Dia dengan segenap tubuh, jiwa, dan tenaga. Dengan melanggar perjanjian-Nya, seperti yang kita semua telah perbuat, kita adalah orang yang berhutang keadilan-Nya, dan hutang kita jumlahnya terlalu besar dan tidak mampu kita bayar. Tetapi mengenai orang Kristen kita bisa mengatakan bahwa ia tidak berhutang keadilan kepada Allah sedikit pun, karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya; itulah sebabnya, orang percaya lebih berhutang untuk mengasihi. Aku adalah orang yang berhutang anugerah dan pengampunan Allah; namun aku bukan berhutang keadilan-Nya, karena Dia tidak akan pernah mendakwa aku atas hutang yang sudah dibayar. Kristus berkata, \u201cSudah selesai,\u201d [Yohanes 19:30] dan dengan itu Dia menyatakan bahwa apapun hutang umat-Nya telah selamanya dihapuskan dari kitab peringatan [Maleakhi 3:16]. Kristus telah lunas memuaskan keadilan ilahi; rekening telah seimbang; tanda tangan itu telah dipakukan di kayu salib; kuitansi telah diberikan, dan kita bukan lagi penghutang keadilan Allah. Tetapi kemudian, karena kita bukan lagi orang berhutang kepada Allah dalam pengertian itu, kita telah menjadi penghutang yang sepuluh kali lebih besar. Orang Kristen, berhentilah dan renungkan sejenak. Betapa besar engkau berhutang kedaulatan ilahi! Begitu banyak hutangmu atas kasih-Nya yang tanpa pamrih, yang karenanya Dia memberikan Putra-Nya sendiri untuk mati bagimu. Perhitungkanlah berapa banyak engkau berhutang atas anugerah pengampunan-Nya yang cuma-cuma, yang masih selamanya mengasihimu bahkan setelah ribuan penghinaan. Pikirkan berapa hutangmu terhadap kuasa-Nya; bagaimana Dia membangkitkan engkau dari kematian dalam dosa; bagaimana Dia menjaga kehidupan rohanimu; bagaimana Dia menjaga supaya engkau tidak jatuh; dan bagaimana Dia, walaupun ribuan musuh menghadang, membuat engkau tetap melangkah pada jalurmu. Renungkan hutangmu kepada Dia yang tidak pernah berubah. Meskipun engkau telah berubah ribuan kali, Dia tidak pernah sekali pun berubah. Tak terdulang hutangmu kepada setiap sifat Allah. Kepada Allah engkau berhutang, engkau dan segala yang engkau miliki\u2014persembahkanlah tubuhmu sebagai suatu persembahan yang hidup, itu adalah ibadahmu yang sejati. [Roma 12:1] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sebagai ciptaan Allah, kita semua berhutang kepada-Nya: untuk menaati Dia dengan segenap tubuh, jiwa, dan tenaga. Dengan melanggar perjanjian-Nya, seperti yang kita semua telah perbuat, kita adalah orang yang berhutang keadilan-Nya, dan hutang kita jumlahnya terlalu besar dan tidak mampu kita bayar. Tetapi mengenai orang <i>Kristen<\/i> kita bisa mengatakan bahwa ia tidak berhutang <i>keadilan<\/i> kepada Allah sedikit pun, karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya; itulah sebabnya, orang percaya lebih berhutang untuk <i>mengasihi<\/i>. Aku adalah orang yang berhutang anugerah dan pengampunan Allah; namun aku bukan berhutang keadilan-Nya, karena Dia tidak akan pernah mendakwa aku atas hutang yang sudah dibayar. Kristus berkata, \u201cSudah selesai,\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%2019:30\">Yohanes 19:30<\/a>] dan dengan itu Dia menyatakan bahwa apapun hutang umat-Nya telah selamanya dihapuskan dari kitab peringatan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maleakhi%203:16\">Maleakhi 3:16<\/a>]. Kristus telah lunas memuaskan keadilan ilahi; rekening telah seimbang; tanda tangan itu telah dipakukan di kayu salib; kuitansi telah diberikan, dan kita bukan lagi penghutang keadilan Allah. Tetapi kemudian, karena kita bukan lagi orang berhutang kepada Allah dalam pengertian itu, kita telah menjadi penghutang yang sepuluh kali lebih besar. Orang Kristen, berhentilah dan renungkan sejenak. Betapa besar engkau berhutang <i>kedaulatan<\/i> ilahi! Begitu banyak hutangmu atas kasih-Nya yang tanpa pamrih, yang karenanya Dia memberikan Putra-Nya sendiri untuk mati bagimu. Perhitungkanlah berapa banyak engkau berhutang atas <i>anugerah<\/i> pengampunan-Nya yang cuma-cuma, yang masih selamanya mengasihimu bahkan setelah ribuan penghinaan. Pikirkan berapa hutangmu terhadap <i>kuasa-Nya<\/i>; bagaimana Dia membangkitkan engkau dari kematian dalam dosa; bagaimana Dia menjaga kehidupan rohanimu; bagaimana Dia menjaga supaya engkau tidak jatuh; dan bagaimana Dia, walaupun ribuan musuh menghadang, membuat engkau tetap melangkah pada jalurmu. Renungkan hutangmu kepada Dia yang <i>tidak pernah berubah<\/i>. Meskipun engkau telah berubah ribuan kali, Dia tidak pernah sekali pun berubah. Tak terdulang hutangmu kepada setiap sifat Allah. Kepada Allah engkau berhutang, engkau dan segala yang engkau miliki\u2014persembahkanlah tubuhmu sebagai suatu persembahan yang hidup, itu adalah ibadahmu yang sejati. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%2012:1\">Roma 12:1<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebagai ciptaan Allah, kita semua berhutang kepada-Nya: untuk menaati Dia dengan segenap tubuh, jiwa, dan tenaga. Dengan melanggar perjanjian-Nya, seperti yang kita semua telah perbuat, kita adalah orang yang berhutang keadilan-Nya, dan hutang kita jumlahnya terlalu besar dan tidak mampu kita bayar. Tetapi mengenai orang Kristen kita bisa mengatakan bahwa ia tidak berhutang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"72","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31045"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31045\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68731,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31045\/revisions\/68731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}