{"id":31066,"date":"2026-02-05T18:15:32","date_gmt":"2026-02-05T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengharapan-yang-disediakan-bagi-kamu-di-sorga-kolose-15\/"},"modified":"2026-02-05T18:15:34","modified_gmt":"2026-02-05T11:15:34","slug":"pengharapan-yang-disediakan-bagi-kamu-di-sorga-kolose-15","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengharapan-yang-disediakan-bagi-kamu-di-sorga-kolose-15\/","title":{"rendered":"Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. [1 Yohanes 4:14]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sungguh manis bahwa Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia tanpa izin, kekuasaan, persetujuan, dan bantuan dari Bapa. Dia dikirim oleh Bapa untuk menjadi Juruselamat manusia. Kita terlalu sering lupa bahwa meskipun ada perbedaan dalam kepribadian di antara Allah Tritunggal, tidak ada perbedaan dalam hal kehormatan. Kita sering sekali menghaturkan hormat atas keselamatan kita, atau setidaknya atas dalamnya kebaikan daripada keselamatan itu, kepada Yesus Kristus lebih daripada kepada Bapa. Ini adalah suatu kesalahan besar. Memangnya kenapa kalau Yesus datang? Bukankah Bapa yang mengutus-Nya? Bila perkataan-Nya menakjubkan, bukankah itu karena Bapa menuangkan anugerah melalui bibir-Nya, sehingga Dia menjadi pelayan perjanjian baru yang cakap? Siapa yang mengenal Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebagaimana seharusnya, tidak akan pilih kasih antara satu dengan yang lain; ia melihat Mereka di Betlehem, Getsemani, dan Bukit Kalvari, bersama-sama bekerja untuk keselamatan manusia. O Orang Kristen, sudahkah engkau percaya kepada Yesus Kristus Sang Manusia? Apakah engkau bersandar sepenuhnya hanya kepada Dia? Apakah engkau bersatu dengan-Nya? Maka percayalah bahwa engkau juga bersatu dengan Allah di surga. Karena engkau adalah saudara Yesus Kristus Sang Manusia, dan bersekutu erat dengan-Nya, maka engkau juga berhubungan dengan Allah yang kekal, dan Yang Lanjut Usianya [Daniel 7:9] adalah Bapamu dan Temanmu. Pernahkah engkau menilik kedalaman kasih dalam hati TUHAN, ketika Allah Bapa memperlengkapi Anak-Nya dalam tindakan kemurahan-Nya yang besar? Jika tidak, jadikanlah ini renunganmu untuk hari ini. Bapa mengutus-Nya! Renungkanlah hal itu. Pikirkanlah bagaimana Yesus mengerjakan apa yang Bapa kehendaki. Di dalam bilur-bilur sang Juruselamat yang sekarat, lihatlah kasih AKULAH AKU [Keluaran 3:14] yang Mahabesar. Biarlah setiap pikiran tentang Yesus bersambung kepada sang Kekal, Allah Maha terpuji, karena \u201cTUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.\u201d [Yesaya 53:10] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sungguh manis bahwa Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia tanpa izin, kekuasaan, persetujuan, dan bantuan dari Bapa. Dia dikirim oleh Bapa untuk menjadi Juruselamat manusia. Kita terlalu sering lupa bahwa meskipun ada perbedaan dalam kepribadian di antara Allah Tritunggal, tidak ada perbedaan dalam hal <i>kehormatan<\/i>. Kita sering sekali menghaturkan hormat atas keselamatan kita, atau setidaknya atas dalamnya kebaikan daripada keselamatan itu, kepada Yesus Kristus lebih daripada kepada Bapa. Ini adalah suatu kesalahan besar. Memangnya kenapa kalau Yesus datang? Bukankah Bapa yang mengutus-Nya? Bila perkataan-Nya menakjubkan, bukankah itu karena Bapa menuangkan anugerah melalui bibir-Nya, sehingga Dia menjadi pelayan perjanjian baru yang cakap? Siapa yang mengenal Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebagaimana seharusnya, tidak akan pilih kasih antara satu dengan yang lain; ia melihat Mereka di Betlehem, Getsemani, dan Bukit Kalvari, bersama-sama bekerja untuk keselamatan manusia. O Orang Kristen, sudahkah engkau percaya kepada Yesus Kristus Sang Manusia? Apakah engkau bersandar sepenuhnya hanya kepada Dia? Apakah engkau bersatu dengan-Nya? Maka percayalah bahwa engkau juga bersatu dengan Allah di surga. Karena engkau adalah saudara Yesus Kristus Sang Manusia, dan bersekutu erat dengan-Nya, maka engkau juga berhubungan dengan Allah yang kekal, dan Yang Lanjut Usianya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Daniel%207:9\">Daniel 7:9<\/a>] adalah Bapamu dan Temanmu. Pernahkah engkau menilik kedalaman kasih dalam hati TUHAN, ketika Allah Bapa memperlengkapi Anak-Nya dalam tindakan kemurahan-Nya yang besar? Jika tidak, jadikanlah ini renunganmu untuk hari ini. <i>Bapa<\/i> mengutus-Nya! Renungkanlah hal itu. Pikirkanlah bagaimana Yesus mengerjakan apa yang <i>Bapa<\/i> kehendaki. Di dalam bilur-bilur sang Juruselamat yang sekarat, lihatlah kasih AKULAH AKU [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%203:14\">Keluaran 3:14<\/a>] yang Mahabesar. Biarlah setiap pikiran tentang Yesus bersambung kepada sang Kekal, Allah Maha terpuji, karena \u201cTUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2053:10\">Yesaya 53:10<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sungguh manis bahwa Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia tanpa izin, kekuasaan, persetujuan, dan bantuan dari Bapa. Dia dikirim oleh Bapa untuk menjadi Juruselamat manusia. Kita terlalu sering lupa bahwa meskipun ada perbedaan dalam kepribadian di antara Allah Tritunggal, tidak ada perbedaan dalam hal kehormatan. Kita sering sekali menghaturkan hormat atas keselamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"108","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31066"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68755,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31066\/revisions\/68755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}