{"id":31080,"date":"2026-02-08T18:15:29","date_gmt":"2026-02-08T11:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-bangunlah-ia-lalu-makan-dan-minum-dan-oleh-kekuatan-makanan-itu-ia-berjalan-empat-puluh-hari-empat-puluh-malam-lamanya-1-raja-raja-198\/"},"modified":"2026-02-08T18:15:31","modified_gmt":"2026-02-08T11:15:31","slug":"maka-bangunlah-ia-lalu-makan-dan-minum-dan-oleh-kekuatan-makanan-itu-ia-berjalan-empat-puluh-hari-empat-puluh-malam-lamanya-1-raja-raja-198","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-bangunlah-ia-lalu-makan-dan-minum-dan-oleh-kekuatan-makanan-itu-ia-berjalan-empat-puluh-hari-empat-puluh-malam-lamanya-1-raja-raja-198\/","title":{"rendered":"Engkau akan menamakan Dia Yesus. [Matius 1:21]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika kita mengasihi seseorang, segala sesuatu yang berkaitan dengan dia kita kasihi pula demi dia. Maka, sedemikian berhargalah pribadi Tuhan Yesus bagi semua orang percaya yang sejati, sehingga bagi mereka segala sesuatu tentang Dia menjadi tidak ternilai harganya. \u201cSegala pakaianmu berbau mur, gaharu, dan cendana,\u201d kata Daud [Mazmur 45:9], seolah-olah pakaian Sang Juruselamat begitu diharumkan oleh pribadi-Nya sehingga Daud tidak bisa tidak mencintai mereka pula. Pastilah tidak ada suatu tempat yang dipijak kaki-Nya yang kudus\u2014maupun suatu kata yang telah diucapkan dari bibir-Nya yang mulia\u2014maupun suatu pikiran yang disingkapkan Firman-Nya yang penuh kasih\u2014yang bagi kita tidak berharga tiada tara. Demikian pula hal ini berlaku bagi nama-nama Kristus\u2014semuanya manis di telinga orang percaya. Baik Dia dipanggil Suami, Mempelai Laki-Laki, Sahabat Jemaat; baik Dia diberi gelar Sang Anak Domba yang telah disembelih [Wahyu 13:8]\u2014Sang Raja, Nabi, atau Imam\u2014setiap gelar Tuan kita\u2014Silo, Immanuel, Ajaib, Penasehat Perkasa [Yesaya 9:5]\u2014setiap nama bagaikan sarang madu menitikkan madu, sungguh lezat tetesannya yang murni. Tetapi jikalau ada satu nama yang lebih manis bagi telinga seorang percaya, itulah nama Yesus. Yesus! nama yang menggerakkan harpa surgawi untuk bernyanyi. Yesus! hidup daripada segala sukacita kita. Jikalau ada nama yang lebih memukau, lebih berharga dari lainnya, inilah nama itu. Nama itu tersulam di dalam rajutan pujian kita. Banyak lagu pujian kita dimulai dengan nama itu, dan jarang lagu pujian yang cukup bagus, yang berakhir tanpa adanya nama itu. Nama itu adalah seluruh kegembiraan kita. Nama itulah musik yang dikumandangkan lonceng-lonceng surga; sebuah lagu dalam satu kata; seluas samudera untuk diselami, walaupun ringkas seperti satu tetesan; sebuah oratorio yang tak tersaingi dalam dua suku kata; kumpulan seluruh haleluya sepanjang masa dalam lima huruf. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ketika kita mengasihi seseorang, segala sesuatu yang berkaitan dengan dia kita kasihi pula demi dia. Maka, sedemikian berhargalah pribadi Tuhan Yesus bagi semua orang percaya yang sejati, sehingga bagi mereka segala sesuatu tentang Dia menjadi tidak ternilai harganya. \u201cSegala pakaianmu berbau mur, gaharu, dan cendana,\u201d kata Daud [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2045:9\">Mazmur 45:9<\/a>], seolah-olah pakaian Sang Juruselamat begitu diharumkan oleh pribadi-Nya sehingga Daud tidak bisa tidak mencintai mereka pula. Pastilah tidak ada suatu tempat yang dipijak kaki-Nya yang kudus\u2014maupun suatu kata yang telah diucapkan dari bibir-Nya yang mulia\u2014maupun suatu pikiran yang disingkapkan Firman-Nya yang penuh kasih\u2014yang bagi kita tidak berharga tiada tara. Demikian pula hal ini berlaku bagi <i>nama-nama<\/i> Kristus\u2014semuanya manis di telinga orang percaya. Baik Dia dipanggil Suami, Mempelai Laki-Laki, Sahabat Jemaat; baik Dia diberi gelar Sang Anak Domba yang telah disembelih [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wahyu%2013:8\">Wahyu 13:8<\/a>]\u2014Sang Raja, Nabi, atau Imam\u2014setiap gelar Tuan kita\u2014Silo, Immanuel, Ajaib, Penasehat Perkasa [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%209:5\">Yesaya 9:5<\/a>]\u2014setiap nama bagaikan sarang madu menitikkan madu, sungguh lezat tetesannya yang murni. Tetapi jikalau ada satu nama yang lebih manis bagi telinga seorang percaya, itulah nama <i>Yesus<\/i>. Yesus! nama yang menggerakkan harpa surgawi untuk bernyanyi. Yesus! hidup daripada segala sukacita kita. Jikalau ada nama yang lebih memukau, lebih berharga dari lainnya, inilah nama itu. Nama itu tersulam di dalam rajutan pujian kita. Banyak lagu pujian kita dimulai dengan nama itu, dan jarang lagu pujian yang cukup bagus, yang berakhir tanpa adanya nama itu. Nama itu adalah seluruh kegembiraan kita. Nama itulah musik yang dikumandangkan lonceng-lonceng surga; sebuah lagu dalam satu kata; seluas samudera untuk diselami, walaupun ringkas seperti satu tetesan; sebuah oratorio yang tak tersaingi dalam dua suku kata; kumpulan seluruh haleluya sepanjang masa dalam lima huruf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika kita mengasihi seseorang, segala sesuatu yang berkaitan dengan dia kita kasihi pula demi dia. Maka, sedemikian berhargalah pribadi Tuhan Yesus bagi semua orang percaya yang sejati, sehingga bagi mereka segala sesuatu tentang Dia menjadi tidak ternilai harganya. \u201cSegala pakaianmu berbau mur, gaharu, dan cendana,\u201d kata Daud [Mazmur 45:9], seolah-olah pakaian Sang Juruselamat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"92","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31080"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68761,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31080\/revisions\/68761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}