{"id":31088,"date":"2026-02-09T18:15:39","date_gmt":"2026-02-09T11:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-barangsiapa-minum-air-yang-akan-kuberikan-kepadanya-ia-tidak-akan-haus-untuk-selama-lamanya-yohanes-414\/"},"modified":"2026-02-09T18:15:40","modified_gmt":"2026-02-09T11:15:40","slug":"tetapi-barangsiapa-minum-air-yang-akan-kuberikan-kepadanya-ia-tidak-akan-haus-untuk-selama-lamanya-yohanes-414","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-barangsiapa-minum-air-yang-akan-kuberikan-kepadanya-ia-tidak-akan-haus-untuk-selama-lamanya-yohanes-414\/","title":{"rendered":"Maka bertanyalah Daud kepada TUHAN. [2 Samuel 5:23]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika Daud mengajukan pertanyaan ini, dia baru saja bertempur dengan orang Filistin, dan memperoleh kemenangan yang penting. Orang Filistin datang dengan pasukan yang besar, tetapi dengan bantuan Allah, Daud dengan mudahnya menungganglanggangkan mereka. Tetapi perhatikanlah, bahwa ketika mereka datang untuk kedua kalinya, Daud tidak maju berperang tanpa bertanya kepada Tuhan. Daud sudah pernah satu kali menang, bisa saja dia berkata, seperti banyak orang lain, \u201cAku akan menang lagi; aku yakin bahwa karena aku pernah menang sekali aku akan menang lagi. Mengapa aku harus berlambat-lambat mencari tangan Tuhan?\u201d Tidak demikian Daud. Daud telah memenangkan satu pertempuran dengan kekuatan Tuhan; dia tidak akan berangkat ke pertempuran selanjutnya tanpa memastikan hal itu. Daud bertanya, \u201cBolehkah aku maju melawan mereka?\u201d Daud menunggu sampai tanda dari Allah telah diberikan. Belajarlah dari Daud untuk tidak mengambil langkah tanpa Allah. Orang Kristen, apabila engkau ingin tahu jalan tugasmu, jadikan Allah sebagai kompasmu; apabila engkau hendak mengemudikan kapalmu melewati badai gelap, serahkanlah kemudi kepada tangan Sang Mahakuasa. Banyaklah karang yang bisa kita hindari, bila kita membiarkan Bapa memegang kemudi; banyaklah beting atau pasir hisap yang dapat kita hindari jikalau kita berserah kepada kehendak-Nya yang berdaulat untuk memilih dan memerintah. Seorang Puritan berkata, \u201cPastilah setiap kali seorang Kristen mengukir demi dirinya sendiri, dia akan memotong jarinya sendiri;\u201d sungguh benar perkataan ini. Perkataan suci kuno lainnya, \u201cDia yang mendahului awan penyertaan Allah menapaki jalan orang bebal;\u201d dan demikianlah terjadi padanya. Kita harus memperhatikan penyertaan Allah yang memimpin kita; dan jika penyertaan itu berlambat-lambat, berlambat-lambatlah sampai penyertaan itu tiba. Seorang yang mendahului penyertaan itu, akan harus berlari kembali lagi. \u201cAku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus engkau tempuh,\u201d merupakan janji Allah kepada umat-Nya [Mazmur 32:8]. Maka marilah kita membawa segala kebingungan kita kepada-Nya dan berkata, \u201cTuhan, apakah yang Engkau kehendaki untuk aku lakukan?\u201d Jangan tinggalkan kamarmu pagi ini tanpa bertanya kepada Tuhan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ketika Daud mengajukan pertanyaan ini, dia baru saja bertempur dengan orang Filistin, dan memperoleh kemenangan yang penting. Orang Filistin datang dengan pasukan yang besar, tetapi dengan bantuan Allah, Daud dengan mudahnya menungganglanggangkan mereka. Tetapi perhatikanlah, bahwa ketika mereka datang untuk kedua kalinya, Daud tidak maju berperang tanpa bertanya kepada Tuhan. Daud sudah pernah satu kali menang, bisa saja dia berkata, seperti banyak orang lain, \u201cAku akan menang lagi; aku yakin bahwa karena aku pernah menang sekali aku akan menang lagi. Mengapa aku harus berlambat-lambat mencari tangan Tuhan?\u201d Tidak demikian Daud. Daud telah memenangkan satu pertempuran dengan kekuatan Tuhan; dia tidak akan berangkat ke pertempuran selanjutnya tanpa memastikan hal itu. Daud bertanya, \u201cBolehkah aku maju melawan mereka?\u201d Daud menunggu sampai tanda dari Allah telah diberikan. Belajarlah dari Daud untuk tidak mengambil langkah tanpa Allah. Orang Kristen, apabila engkau ingin tahu jalan tugasmu, jadikan Allah sebagai kompasmu; apabila engkau hendak mengemudikan kapalmu melewati badai gelap, serahkanlah kemudi kepada tangan Sang Mahakuasa. Banyaklah karang yang bisa kita hindari, bila kita membiarkan Bapa memegang kemudi; banyaklah beting atau pasir hisap yang dapat kita hindari jikalau kita berserah kepada kehendak-Nya yang berdaulat untuk memilih dan memerintah. Seorang Puritan berkata, \u201cPastilah setiap kali seorang Kristen mengukir demi dirinya sendiri, dia akan memotong jarinya sendiri;\u201d sungguh benar perkataan ini. Perkataan suci kuno lainnya, \u201cDia yang mendahului awan penyertaan Allah menapaki jalan orang bebal;\u201d dan demikianlah terjadi padanya. Kita harus memperhatikan penyertaan Allah yang memimpin kita; dan jika penyertaan itu berlambat-lambat, berlambat-lambatlah sampai penyertaan itu tiba. Seorang yang mendahului penyertaan itu, akan harus berlari kembali lagi. \u201cAku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus engkau tempuh,\u201d merupakan janji Allah kepada umat-Nya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2032:8\">Mazmur 32:8<\/a>]. Maka marilah kita membawa segala kebingungan kita kepada-Nya dan berkata, \u201cTuhan, apakah yang Engkau kehendaki untuk aku lakukan?\u201d Jangan tinggalkan kamarmu pagi ini tanpa bertanya kepada Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika Daud mengajukan pertanyaan ini, dia baru saja bertempur dengan orang Filistin, dan memperoleh kemenangan yang penting. Orang Filistin datang dengan pasukan yang besar, tetapi dengan bantuan Allah, Daud dengan mudahnya menungganglanggangkan mereka. Tetapi perhatikanlah, bahwa ketika mereka datang untuk kedua kalinya, Daud tidak maju berperang tanpa bertanya kepada Tuhan. Daud sudah pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"87","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31088"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68763,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31088\/revisions\/68763"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}