{"id":31102,"date":"2026-02-11T18:15:55","date_gmt":"2026-02-11T11:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bertolaklah-ke-tempat-yang-dalam-dan-tebarkanlah-jalamu-untuk-menangkap-ikan-lukas-54\/"},"modified":"2026-02-11T18:15:57","modified_gmt":"2026-02-11T11:15:57","slug":"bertolaklah-ke-tempat-yang-dalam-dan-tebarkanlah-jalamu-untuk-menangkap-ikan-lukas-54","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bertolaklah-ke-tempat-yang-dalam-dan-tebarkanlah-jalamu-untuk-menangkap-ikan-lukas-54\/","title":{"rendered":"Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. [Kisah Para Rasul 4:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Seorang Kristen seharusnya mirip sekali dengan Yesus Kristus. Engkau sudah membaca riwayat hidup Kristus, yang tertulis indah dan penuh perasaan, tetapi riwayat terbaik Kristus adalah biografi-Nya yang hidup, yang tertulis dalam kata-kata dan perilaku umat-Nya. Kalau kita sesuai dengan pengakuan kita, dan dengan apa yang seharusnya, kita seharusnya merupakan gambaran Kristus; ya, sedemikian menyolok menyerupai Dia, sehingga dunia tidak bertemu dengan kita untuk sekian waktu dan berkata, \u201cya, sepertinya ada kemiripannya\u201d; tetapi mereka, saat memandang kita, akan berseru, \u201cDia pengikut Yesus; dia belajar dari Yesus; dia mirip Yesus; dia telah mengerti siapa itu sang Kudus dari Nazaret, dan dia melakukannya dalam kehidupan dan tindakannya sehari-hari.\u201d Seorang Kristen seharusnya mirip Kristus dalam keberanian-Nya. Jangan malu menganut agamamu; pengakuanmu takkan pernah mempermalukanmu: hati-hatilah jangan sampai kamu mempermalukannya. Jadilah seperti Yesus, gagah berani demi Allah-mu. Tirulah Dia dalam roh yang mengasihi; berbaik hatilah dalam pikiranmu, perkataanmu, dan perbuatanmu, sehingga mengenai engkau orang akan berkata, \u201cDia pengikut Yesus.\u201d Tirulah Yesus dalam kesucian-Nya. Tidakkah Dia giat demi Tuan-Nya? Maka jadilah demikian; selalu berbuat baik. Jangan ada waktu yang terbuang: terlalu bernilai adanya. Tidakkah Dia menyangkal diri-Nya, tidak pernah mengejar kepentingan-Nya sendiri? Jadilah demikian. Tidakkah Dia berbakti? Demikianlah engkau harus tekun dalam doamu. Tidakkah Dia tunduk pada kehendak Bapa-Nya? Maka serahkanlah dirimu kepada-Nya. Tidakkah Dia sabar? Maka belajarlah bertahan. Dan yang terindah, sebagai gambaran Yesus yang tertinggi, berusahalah untuk mengampuni musuhmu, seperti Dia telah mengampuni; dan biarlah ucapan agung Tuanmu, \u201cYa Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d [Lukas 23:34] selalu berkumandang di telingamu. Ampunilah, seperti engkau berharap diampuni. Timbunkanlah bara api di atas kepala seterumu dengan kebaikanmu. [Roma 12:20] Ingatlah, kebaikan membalas kejahatan adalah menyerupai Allah. Oleh karena itu, jadilah serupa dengan Allah; dan dalam segala jalan dan dengan segala cara, hiduplah agar tentang engkau semua orang berkata, \u201cDia pengikut Yesus.\u201d RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Seorang Kristen seharusnya mirip sekali dengan Yesus Kristus. Engkau sudah membaca riwayat hidup Kristus, yang tertulis indah dan penuh perasaan, tetapi riwayat terbaik Kristus adalah biografi-Nya yang hidup, yang tertulis dalam kata-kata dan perilaku umat-Nya. Kalau kita sesuai dengan pengakuan kita, dan dengan apa yang seharusnya, kita seharusnya merupakan gambaran Kristus; ya, sedemikian menyolok menyerupai Dia, sehingga dunia tidak bertemu dengan kita untuk sekian waktu dan berkata, \u201cya, sepertinya ada kemiripannya\u201d; tetapi mereka, saat memandang kita, akan berseru, \u201cDia pengikut Yesus; dia belajar dari Yesus; dia mirip Yesus; dia telah mengerti siapa itu sang Kudus dari Nazaret, dan dia melakukannya dalam kehidupan dan tindakannya sehari-hari.\u201d Seorang Kristen seharusnya mirip Kristus dalam <i>keberanian<\/i>-Nya. Jangan malu menganut agamamu; pengakuanmu takkan pernah mempermalukanmu: hati-hatilah jangan sampai kamu mempermalukan<i>nya<\/i>. Jadilah seperti Yesus, gagah berani demi Allah-mu. Tirulah Dia dalam roh yang <i>mengasihi<\/i>; berbaik hatilah dalam pikiranmu, perkataanmu, dan perbuatanmu, sehingga mengenai engkau orang akan berkata, \u201cDia pengikut Yesus.\u201d Tirulah Yesus dalam <i>kesucian<\/i>-Nya. Tidakkah Dia giat demi Tuan-Nya? Maka jadilah demikian; selalu berbuat baik. Jangan ada waktu yang terbuang: terlalu bernilai adanya. Tidakkah Dia menyangkal diri-Nya, tidak pernah mengejar kepentingan-Nya sendiri? Jadilah demikian. Tidakkah Dia berbakti? Demikianlah engkau harus tekun dalam doamu. Tidakkah Dia tunduk pada kehendak Bapa-Nya? Maka serahkanlah dirimu kepada-Nya. Tidakkah Dia sabar? Maka belajarlah bertahan. Dan yang terindah, sebagai gambaran Yesus yang tertinggi, berusahalah untuk mengampuni musuhmu, seperti Dia telah mengampuni; dan biarlah ucapan agung Tuanmu, \u201cYa Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2023:34\">Lukas 23:34<\/a>] selalu berkumandang di telingamu. Ampunilah, seperti engkau berharap diampuni. Timbunkanlah bara api di atas kepala seterumu dengan kebaikanmu. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%2012:20\">Roma 12:20<\/a>] Ingatlah, kebaikan membalas kejahatan adalah menyerupai Allah. Oleh karena itu, jadilah serupa dengan Allah; dan dalam segala jalan dan dengan segala cara, hiduplah agar tentang engkau semua orang berkata, \u201cDia pengikut Yesus.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Seorang Kristen seharusnya mirip sekali dengan Yesus Kristus. Engkau sudah membaca riwayat hidup Kristus, yang tertulis indah dan penuh perasaan, tetapi riwayat terbaik Kristus adalah biografi-Nya yang hidup, yang tertulis dalam kata-kata dan perilaku umat-Nya. Kalau kita sesuai dengan pengakuan kita, dan dengan apa yang seharusnya, kita seharusnya merupakan gambaran Kristus; ya, sedemikian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"125","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31102"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68768,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31102\/revisions\/68768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}