{"id":31117,"date":"2026-02-14T18:15:39","date_gmt":"2026-02-14T11:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/marilah-kita-mengangkat-hati-dan-tangan-kita-kepada-allah-di-sorga-ratapan-341\/"},"modified":"2026-02-14T18:15:41","modified_gmt":"2026-02-14T11:15:41","slug":"marilah-kita-mengangkat-hati-dan-tangan-kita-kepada-allah-di-sorga-ratapan-341","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/marilah-kita-mengangkat-hati-dan-tangan-kita-kepada-allah-di-sorga-ratapan-341\/","title":{"rendered":"Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya. [2 Raja-Raja 25:30]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Yoyakin tidak diusir dari istana raja dengan bekal yang akan mencukupinya selama berbulan-bulan, tetapi kebutuhannya diberikan seperti dana pensiun yang diberikan tiap-tiap hari. Di sini dia sangat jelas menggambarkan posisi semua umat Allah yang berbahagia. Jatah harian adalah seluruh kebutuhan seorang manusia. Kita tidak memerlukan kebutuhan besok; hari esok belum tiba, dan kebutuhannya masih seperti bayi yang belum lahir. Kehausan yang mungkin kita alami pada bulan Juni tidak perlu dipuaskan pada Februari, karena memang belum kita rasakan; jika kita berkecukupan setiap hari sebagaimana setiap hari tiba, kita tidak akan pernah mengenal kekurangan. Kecukupan hari ini merupakan seluruh yang dapat kita nikmati. Kita tidak dapat makan atau minum maupun memakai lebih dari porsi makanan atau pakaian hari ini; lebih dari itu membuat kita repot menyimpannya, dan gelisah dalam mewaspadai pencuri. Satu tongkat membantu seorang musafir, tetapi segepok tongkat merupakan beban berat. Cukup bukan saja sama baiknya dengan sebuah pesta, tetapi cukup adalah hal yang bisa sungguh-sungguh dinikmati orang paling rakus sekalipun. Inilah seluruh yang seharusnya kita harapkan; menginginkan lebih merupakan tindakan yang tak tahu berterima kasih. Saat Bapa kita tidak memberikan lebih, kita seharusnya berpuas dengan jatah harian dari-Nya. Keadaan Yoyakin merupakan keadaan kita, kita mendapatkan bagian yang pasti, raja selalu memberikannya kepada kita, bagian dari kemurahan hati, dan bagian yang kekal. Tentulah ini merupakan suatu pokok syukur. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Yoyakin tidak diusir dari istana raja dengan bekal yang akan mencukupinya selama berbulan-bulan, tetapi kebutuhannya diberikan seperti dana pensiun yang diberikan tiap-tiap hari. Di sini dia sangat jelas menggambarkan posisi semua umat Allah yang berbahagia. Jatah harian adalah <i>seluruh kebutuhan seorang manusia<\/i>. Kita tidak memerlukan kebutuhan besok; hari esok belum tiba, dan kebutuhannya masih seperti bayi yang belum lahir. Kehausan yang mungkin kita alami pada bulan Juni tidak perlu dipuaskan pada Februari, karena memang belum kita rasakan; jika kita berkecukupan setiap hari sebagaimana setiap hari tiba, kita tidak akan pernah mengenal kekurangan. Kecukupan hari ini merupakan <i>seluruh yang dapat kita nikmati<\/i>. Kita tidak dapat makan atau minum maupun memakai lebih dari porsi makanan atau pakaian hari ini; lebih dari itu membuat kita repot menyimpannya, dan gelisah dalam mewaspadai pencuri. Satu tongkat membantu seorang musafir, tetapi segepok tongkat merupakan beban berat. Cukup bukan saja sama baiknya dengan sebuah pesta, tetapi cukup adalah hal yang bisa sungguh-sungguh dinikmati orang paling rakus sekalipun. Inilah <i>seluruh yang seharusnya kita harapkan<\/i>; menginginkan lebih merupakan tindakan yang tak tahu berterima kasih. Saat Bapa kita tidak memberikan lebih, kita seharusnya berpuas dengan jatah harian dari-Nya. Keadaan Yoyakin merupakan keadaan kita, kita mendapatkan bagian yang pasti, <i>raja selalu memberikannya kepada kita<\/i>, bagian dari <i>kemurahan hati<\/i>, dan bagian yang <i>kekal<\/i>. Tentulah ini merupakan suatu pokok syukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Yoyakin tidak diusir dari istana raja dengan bekal yang akan mencukupinya selama berbulan-bulan, tetapi kebutuhannya diberikan seperti dana pensiun yang diberikan tiap-tiap hari. Di sini dia sangat jelas menggambarkan posisi semua umat Allah yang berbahagia. Jatah harian adalah seluruh kebutuhan seorang manusia. Kita tidak memerlukan kebutuhan besok; hari esok belum tiba, dan kebutuhannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"91","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31117"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68774,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31117\/revisions\/68774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}