{"id":31173,"date":"2026-02-28T18:15:36","date_gmt":"2026-02-28T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-mengharapkan-banyak-tetapi-hasilnya-sedikit-dan-ketika-kamu-membawanya-ke-rumah-aku-menghembuskannya-oleh-karena-apa-demikianlah-firman-tuhan-semesta-alam-oleh-karena-rumah-ku-yang-tetap-me\/"},"modified":"2026-02-28T18:15:38","modified_gmt":"2026-02-28T11:15:38","slug":"kamu-mengharapkan-banyak-tetapi-hasilnya-sedikit-dan-ketika-kamu-membawanya-ke-rumah-aku-menghembuskannya-oleh-karena-apa-demikianlah-firman-tuhan-semesta-alam-oleh-karena-rumah-ku-yang-tetap-me","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-mengharapkan-banyak-tetapi-hasilnya-sedikit-dan-ketika-kamu-membawanya-ke-rumah-aku-menghembuskannya-oleh-karena-apa-demikianlah-firman-tuhan-semesta-alam-oleh-karena-rumah-ku-yang-tetap-me\/","title":{"rendered":"Sebab dari pada-Nyalah harapanku. [Mazmur 62:5]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Menggunakan bahasa ini merupakan hak istimewa orang percaya. Jika dia mencari sesuatu dari dunia, \u201charapan\u201dnya merupakan harapan yang percuma. Tetapi jika dia menantikan Allah untuk memenuhi kebutuhannya, baik berkat sementara maupun berkat rohani, \u201charapan\u201dnya tidak akan sia-sia. Dia akan dapat mengambilnya dari gudang iman, dan kebutuhannya akan dipuaskan melalui kekayaan kasih setia Allah. Inilah yang kutahu, aku lebih suka memiliki Allah sebagai bankirku daripada orang-orang Rothschild [1]. Tuhanku tidak pernah ingkar akan janji-janji-Nya; dan ketika kita membawa janji-janji itu ke takhta-Nya, Ia tidak pernah mengembalikannya kepada kita tanpa sebuah jawaban. Maka itu aku akan menanti di pintu-Nya, karena Ia selalu membuka pintu itu dengan tangan kemurahan anugerah-Nya. Pada jam ini aku akan mencoba lagi hal itu kepada Tuhan. Tetapi kita mempunyai \u201charapan-harapan\u201d melampaui kehidupan ini. Kita akan segera mati; akan tetapi \u201cdaripada-Nyalah harapan\u201d kita. Tidakkah kita berharap saat kita sakit terbaring di ranjang, Ia akan mengirim malaikat-malaikat untuk membawa kita ke pelukan-Nya? Kita percaya ketika denyut nadi melemah dan nafas terasa berat, malaikat surgawi akan berdiri melihat kita dengan penuh kasih, dan berbisik, \u201cSaudara sesama roh, datanglah!\u201d Ketika kita mendekati gerbang surga, kita dapat berharap mendengarkan suatu sambutan, \u201cMari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.&quot; [Matius 25:34] Kita mengharapkan kecapi emas dan mahkota kemuliaan; kita berharap segera berada di antara banyak orang yang berkilauan di hadapan takhta; kita menanti-nanti dan merindukan saat-saat kita menjadi mulia seperti Tuhan kita\u2014 sebab \u201cKita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.&quot; [1 Yohanes 3:2] Maka, bila hal-hal ini merupakan \u201charapan\u201dmu, oh jiwaku, hiduplah bagi Allah; hiduplah dengan hasrat dan tekad untuk memuliakan Allah yang dari-Nya segala kebutuhanmu berasal, dan yang oleh anugerah-Nya engkau dipilih, ditebus, dan dipanggil, sehingga engkau dapat memiliki suatu &quot;harapan&quot; akan kemuliaan yang menjelang. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Menggunakan bahasa ini merupakan hak istimewa orang percaya. Jika dia mencari sesuatu dari dunia, \u201charapan\u201dnya merupakan harapan yang percuma. Tetapi jika dia menantikan Allah untuk memenuhi kebutuhannya, baik berkat sementara maupun berkat rohani, \u201charapan\u201dnya tidak akan sia-sia. Dia akan dapat mengambilnya dari gudang iman, dan kebutuhannya akan dipuaskan melalui kekayaan kasih setia Allah. Inilah yang kutahu, aku lebih suka memiliki Allah sebagai bankirku daripada orang-orang Rothschild [1]. Tuhanku tidak pernah ingkar akan janji-janji-Nya; dan ketika kita membawa janji-janji itu ke takhta-Nya, Ia tidak pernah mengembalikannya kepada kita tanpa sebuah jawaban. Maka itu aku akan menanti di pintu-Nya, karena Ia selalu membuka pintu itu dengan tangan kemurahan anugerah-Nya. Pada jam ini aku akan mencoba lagi hal itu kepada Tuhan. Tetapi kita mempunyai \u201charapan-harapan\u201d melampaui kehidupan ini. Kita akan segera mati; akan tetapi \u201cdaripada-Nyalah harapan\u201d kita. Tidakkah kita berharap saat kita sakit terbaring di ranjang, Ia akan mengirim malaikat-malaikat untuk membawa kita ke pelukan-Nya? Kita percaya ketika denyut nadi melemah dan nafas terasa berat, malaikat surgawi akan berdiri melihat kita dengan penuh kasih, dan berbisik, \u201cSaudara sesama roh, datanglah!\u201d Ketika kita mendekati gerbang surga, kita dapat berharap mendengarkan suatu sambutan, \u201cMari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%2025:34\">Matius 25:34<\/a>] Kita mengharapkan kecapi emas dan mahkota kemuliaan; kita berharap segera berada di antara banyak orang yang berkilauan di hadapan takhta; kita menanti-nanti dan merindukan saat-saat kita menjadi mulia seperti Tuhan kita\u2014 sebab \u201cKita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Yohanes%203:2\">1 Yohanes 3:2<\/a>] Maka, bila hal-hal ini merupakan \u201charapan\u201dmu, oh jiwaku, hiduplah bagi Allah; hiduplah dengan hasrat dan tekad untuk memuliakan Allah yang dari-Nya segala kebutuhanmu berasal, dan yang oleh anugerah-Nya engkau dipilih, ditebus, dan dipanggil, sehingga engkau dapat memiliki suatu &#8220;harapan&#8221; akan kemuliaan yang menjelang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Menggunakan bahasa ini merupakan hak istimewa orang percaya. Jika dia mencari sesuatu dari dunia, \u201charapan\u201dnya merupakan harapan yang percuma. Tetapi jika dia menantikan Allah untuk memenuhi kebutuhannya, baik berkat sementara maupun berkat rohani, \u201charapan\u201dnya tidak akan sia-sia. Dia akan dapat mengambilnya dari gudang iman, dan kebutuhannya akan dipuaskan melalui kekayaan kasih setia Allah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"77","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31173"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68807,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31173\/revisions\/68807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}