{"id":31238,"date":"2026-03-03T18:15:47","date_gmt":"2026-03-03T11:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/karena-itu-berdoalah-demikian-bapa-kami-yang-di-sorga-dst-matius-69\/"},"modified":"2026-03-03T18:15:49","modified_gmt":"2026-03-03T11:15:49","slug":"karena-itu-berdoalah-demikian-bapa-kami-yang-di-sorga-dst-matius-69","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/karena-itu-berdoalah-demikian-bapa-kami-yang-di-sorga-dst-matius-69\/","title":{"rendered":"Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. [Yesaya 48:10]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Tenangkanlah dirimu, hai orang percaya yang sedang diuji, dengan memikirkan ini: Allah berkata, \u201cAku telah memilih engkau [1] dalam dapur kesengsaraan.\u201d Bukankah kalimat ini seperti siraman air yang lembut, menyejukkanmu dari api yang ganas? Ya, bukankah itu seperti perlengkapan perang asbestos yang membuat api itu kehilangan panasnya? Silakan penderitaan datang \u2014 Allah telah memilihku. Hai kemiskinan, engkau berjalan dengan tegap memasuki pintu rumahku, tetapi Allah sudah berada di dalam rumahku, dan Dia telah memilihku. Hai sakit-penyakit, engkau bisa menggangguku, tetapi aku sudah siap dengan balsam \u2014 Allah telah memilihku. Apapun yang menimpaku di dalam lembah air mata ini, aku tahu Dia telah \\\"memilih\\\"ku. Hai orang percaya, jika engkau masih membutuhkan lebih banyak penghiburan, ingatlah bahwa engkau memiliki Anak Manusia yang menyertaimu di dalam dapur api. Di dalam ruanganmu yang sunyi, Seorang yang tidak kaulihat, tetapi kaukasihi, sedang duduk di sebelahmu; dan sering kali tanpa engkau sadari, Dia menyiapkan tempat tidur bagimu di tengah-tengah penderitaanmu, dan merapikan bantalmu. Engkau berada dalam kemiskinan; tetapi Allah Pemilik hidup dan kemuliaan adalah Seorang tamu yang sering datang ke rumahmu yang indah itu. Dia bersedia masuk ke dalam tempat-tempat gelap dan penuh kesuraman asalkan Dia dapat mengunjungimu. Dia adalah Temanmu yang selalu berada di dekatmu. Engkau tidak bisa melihat Dia, tetapi engkau merasakan kehadiran tangan-Nya. Tidakkah engkau mendengar suara-Nya? Bahkan di dalam lembah kekelaman [Mazmur 23:4], Dia berkata, \u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu.\u201d [Yesaya 41:10] Ingatlah perkataan agung dari Kaisar [2] itu: \u201cJanganlah takut, engkau membawa Kaisar dan segala keberuntungannya.\u201d Jangan takut, hai orang Kristen; Yesus besertamu. Dalam segala api pencobaanmu, kehadiran-Nya adalah ketenangan dan keamanan bagimu. Dia tidak akan pernah meninggalkan orang yang Dia telah pilih bagi-Nya sendiri. \u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,\u201d adalah janji-Nya yang pasti untuk orang-orang pilihan-Nya yang berada dalam \u201cdapur kesengsaraan\u201d. Jadi, tidakkah engkau akan memegang Kristus erat-erat dan berkata\u2014 RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tenangkanlah dirimu, hai orang percaya yang sedang diuji, dengan memikirkan ini: Allah berkata, \u201cAku telah memilih engkau [1] dalam dapur kesengsaraan.\u201d Bukankah kalimat ini seperti siraman air yang lembut, menyejukkanmu dari api yang ganas? Ya, bukankah itu seperti perlengkapan perang asbestos yang membuat api itu kehilangan panasnya? Silakan penderitaan datang \u2014 Allah telah memilihku. Hai kemiskinan, engkau berjalan dengan tegap memasuki pintu rumahku, tetapi Allah sudah berada di dalam rumahku, dan Dia telah memilihku. Hai sakit-penyakit, engkau bisa menggangguku, tetapi aku sudah siap dengan balsam \u2014 Allah telah memilihku. Apapun yang menimpaku di dalam lembah air mata ini, aku tahu Dia telah &#8220;memilih&#8221;ku. Hai orang percaya, jika engkau masih membutuhkan lebih banyak penghiburan, ingatlah bahwa <i>engkau memiliki Anak Manusia yang menyertaimu di dalam dapur api<\/i>. Di dalam ruanganmu yang sunyi, Seorang yang tidak kaulihat, tetapi kaukasihi, sedang duduk di sebelahmu; dan sering kali tanpa engkau sadari, Dia menyiapkan tempat tidur bagimu di tengah-tengah penderitaanmu, dan merapikan bantalmu. Engkau berada dalam kemiskinan; tetapi Allah Pemilik hidup dan kemuliaan adalah Seorang tamu yang sering datang ke rumahmu yang indah itu. Dia bersedia masuk ke dalam tempat-tempat gelap dan penuh kesuraman asalkan Dia dapat mengunjungimu. Dia adalah Temanmu yang selalu berada di dekatmu. Engkau tidak bisa melihat Dia, tetapi engkau merasakan kehadiran tangan-Nya. Tidakkah engkau mendengar suara-Nya? Bahkan di dalam lembah kekelaman [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2023:4\">Mazmur 23:4<\/a>], Dia berkata, \u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2041:10\">Yesaya 41:10<\/a>] Ingatlah perkataan agung dari Kaisar [2] itu: \u201cJanganlah takut, engkau membawa Kaisar dan segala keberuntungannya.\u201d Jangan takut, hai orang Kristen; Yesus besertamu. Dalam segala api pencobaanmu, kehadiran-Nya adalah ketenangan dan keamanan bagimu. Dia tidak akan pernah meninggalkan orang yang Dia telah pilih bagi-Nya sendiri. \u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,\u201d adalah janji-Nya yang pasti untuk orang-orang pilihan-Nya yang berada dalam \u201cdapur kesengsaraan\u201d. Jadi, tidakkah engkau akan memegang Kristus erat-erat dan berkata\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tenangkanlah dirimu, hai orang percaya yang sedang diuji, dengan memikirkan ini: Allah berkata, \u201cAku telah memilih engkau [1] dalam dapur kesengsaraan.\u201d Bukankah kalimat ini seperti siraman air yang lembut, menyejukkanmu dari api yang ganas? Ya, bukankah itu seperti perlengkapan perang asbestos yang membuat api itu kehilangan panasnya? Silakan penderitaan datang \u2014 Allah telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"25","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31238"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68813,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31238\/revisions\/68813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}