{"id":31240,"date":"2026-03-04T18:15:33","date_gmt":"2026-03-04T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-mau-bersyukur-kepada-tuhan-mazmur-91\/"},"modified":"2026-03-04T18:15:35","modified_gmt":"2026-03-04T11:15:35","slug":"aku-mau-bersyukur-kepada-tuhan-mazmur-91","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-mau-bersyukur-kepada-tuhan-mazmur-91\/","title":{"rendered":"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. [2 Korintus 12:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Jika tidak ada orang kudus milik Allah yang miskin dan berada dalam ujian, kita tidak akan tahu seberapa besar penghiburan yang datang dari kasih karunia ilahi. Ketika kita bertemu musafir yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya, tetapi masih bisa mengatakan, \u201cAku tetap percaya kepada Tuhan;\u201d ketika kita melihat orang sangat miskin dan lapar akan roti dan air, tetapi masih bisa memuliakan Yesus; ketika kita melihat janda yang penuh penderitaan karena ditinggal mati suaminya, tetapi masih beriman kepada Kristus, oh! betapa mulianya mereka merefleksikan cahaya Injil. Kasih karunia Allah digambarkan dan diagungkan dalam kemiskinan dan ujian orang-orang percaya. Orang-orang kudus bertahan dalam setiap kekecewaan, percaya bahwa segala sesuatu akan mendatangkan kebaikan bagi mereka [Roma 8:28], dan bahwa dari setiap kesusahan yang sedang mereka alami, berkat sesungguhnya akan pada akhirnya memancar keluar \u2014 yaitu bahwa Allah mereka akan segera menyediakan kelepasan bagi mereka, atau secara pasti menopang mereka di dalam derita, selama apapun Dia berkenan menaruh mereka di dalamnya. Kesabaran orang-orang kudus ini membuktikan kuasa kasih karunia ilahi. Ada sebuah mercusuar di laut: di sebuah malam yang tenang \u2014 aku tidak bisa mengatakan apakah bangunan itu teguh; badai yang besar harus menerjang bangunan itu, barulah kemudian aku tahu apakah bangunan itu tetap berdiri. Begitu juga dengan karya Roh Kudus: jika kita tidak berkali-kali dikepung air yang bergelora, kita tidak bakal tahu bahwa karya itu sejati dan kuat; jika angin tidak meniupnya, kita tidak bakal tahu betapa teguh dan amannya karya itu. Karya besar Allah yaitu orang-orang yang berdiri di tengah-tengah kesulitan, teguh, tidak goyah, \u2014 RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Jika tidak ada orang kudus milik Allah yang miskin dan berada dalam ujian, kita tidak akan tahu seberapa besar penghiburan yang datang dari kasih karunia ilahi. Ketika kita bertemu musafir yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya, tetapi masih bisa mengatakan, \u201cAku tetap percaya kepada Tuhan;\u201d ketika kita melihat orang sangat miskin dan lapar akan roti dan air, tetapi masih bisa memuliakan Yesus; ketika kita melihat janda yang penuh penderitaan karena ditinggal mati suaminya, tetapi masih beriman kepada Kristus, oh! betapa mulianya mereka merefleksikan cahaya Injil. Kasih karunia Allah digambarkan dan diagungkan dalam kemiskinan dan ujian orang-orang percaya. Orang-orang kudus bertahan dalam setiap kekecewaan, percaya bahwa segala sesuatu akan mendatangkan kebaikan bagi mereka [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:28\">Roma 8:28<\/a>], dan bahwa dari setiap kesusahan yang sedang mereka alami, berkat sesungguhnya akan pada akhirnya memancar keluar \u2014 yaitu bahwa Allah mereka akan segera menyediakan kelepasan bagi mereka, atau secara pasti menopang mereka di dalam derita, selama apapun Dia berkenan menaruh mereka di dalamnya. Kesabaran orang-orang kudus ini membuktikan kuasa kasih karunia ilahi. Ada sebuah mercusuar di laut: di sebuah malam yang tenang \u2014 aku tidak bisa mengatakan apakah bangunan itu teguh; badai yang besar harus menerjang bangunan itu, barulah kemudian aku tahu apakah bangunan itu tetap berdiri. Begitu juga dengan karya Roh Kudus: jika kita tidak berkali-kali dikepung air yang bergelora, kita tidak bakal tahu bahwa karya itu sejati dan kuat; jika angin tidak meniupnya, kita tidak bakal tahu betapa teguh dan amannya karya itu. Karya besar Allah yaitu orang-orang yang berdiri di tengah-tengah kesulitan, teguh, tidak goyah, \u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Jika tidak ada orang kudus milik Allah yang miskin dan berada dalam ujian, kita tidak akan tahu seberapa besar penghiburan yang datang dari kasih karunia ilahi. Ketika kita bertemu musafir yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya, tetapi masih bisa mengatakan, \u201cAku tetap percaya kepada Tuhan;\u201d ketika kita melihat orang sangat miskin dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"83","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31240"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68815,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31240\/revisions\/68815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}