{"id":31364,"date":"2026-03-06T18:15:32","date_gmt":"2026-03-06T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jemaat-di-rumahmu-filemon-12-1\/"},"modified":"2026-03-06T18:15:33","modified_gmt":"2026-03-06T11:15:33","slug":"jemaat-di-rumahmu-filemon-12-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jemaat-di-rumahmu-filemon-12-1\/","title":{"rendered":"Kamu harus dilahirkan kembali. [Yohanes 3:7]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kelahiran kembali adalah topik yang paling mendasar dalam keselamatan, dan kita harus sangat rajin untuk belajar memeriksa diri kita apakah kita benar-benar \u201cdilahirkan kembali\u201d, karena banyak yang mengira sudah dilahirkan kembali, padahal belum. Sudah pasti bahwa memiliki nama Kristen tidak menjadikan kita memiliki kodrat Kristen; dilahirkan di dalam lingkungan orang Kristen, bahkan mengaku dengan mulut kita bahwa kita beragama Kristen pun tidak menjadikan kita Kristen, kecuali ada sesuatu yang ditambahkan\u2014\u201ckelahiran kembali\u201d, hal yang sangat misterius sehingga kata-kata manusia tidak mampu menjelaskannya. \u201cAngin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.\u201d [Yohanes 3:8] Meskipun begitu, ini adalah perubahan yang diketahui dan dirasakan: diketahui dari perbuatan-perbuatan yang keluar dari kekudusan, dan dirasakan melalui pengalaman yang penuh kasih karunia. Pekerjaan besar ini bersifat supranatural. Ini bukan suatu tindakan yang dikerjakan sendiri oleh seorang manusia: prinsip yang baru disuntikkan kepada orang itu, bekerja di dalam hatinya, memperbarui jiwanya, dan mempengaruhi orang itu seluruhnya. Ini bukanlah pergantian namaku, tetapi pembaruan kodratku, sehingga aku bukan lagi aku yang dulu, melainkan seorang manusia baru di dalam Kristus Yesus. Memandikan dan mengenakan pakaian pada mayat berbeda sekali dengan membuatnya hidup kembali: manusia bisa melakukan yang pertama, hanya Tuhan saja yang dapat melakukan yang kedua. Jika kamu sudah \u201cdilahirkan kembali\u201d, maka pengakuanmu adalah, \u201cO Tuhan Yesus, Bapa yang kekal, Engkau adalah Orang Tua rohaniku; kalau Roh-Mu tidak menghembuskan nafas hidup yang baru, suci, dan rohani kepadaku, aku adalah orang yang sampai hari ini \u2018mati karena pelanggaran dan dosa-dosaku\u2019 [Efesus 2:1]. Hidup surgawiku seluruhnya berasal dari-Mu, aku mengaku bahwa Engkaulah yang menyebabkannya. \u2018Hidupku tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah\u2019 [Kolose 3:3]. Sekarang bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.&quot; [Galatia 2:20] Semoga Tuhan membuat kita yakin sepenuhnya akan hal yang penting ini, sebab tidak dilahirkan kembali berarti tidak diselamatkan, tidak diampuni, tanpa Allah, dan tanpa pengharapan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kelahiran kembali adalah topik yang paling mendasar dalam keselamatan, dan kita harus sangat rajin untuk belajar memeriksa diri kita apakah kita benar-benar \u201cdilahirkan kembali\u201d, karena banyak yang mengira sudah dilahirkan kembali, padahal belum. Sudah pasti bahwa memiliki nama Kristen tidak menjadikan kita memiliki kodrat Kristen; dilahirkan di dalam lingkungan orang Kristen, bahkan mengaku dengan mulut kita bahwa kita beragama Kristen pun tidak menjadikan kita Kristen, kecuali ada sesuatu yang ditambahkan\u2014\u201ckelahiran kembali\u201d, hal yang sangat <i>misterius<\/i> sehingga kata-kata manusia tidak mampu menjelaskannya. \u201cAngin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%203:8\">Yohanes 3:8<\/a>] Meskipun begitu, ini adalah perubahan yang <i>diketahui<\/i> dan <i>dirasakan<\/i>: diketahui dari perbuatan-perbuatan yang keluar dari kekudusan, dan dirasakan melalui pengalaman yang penuh kasih karunia. Pekerjaan besar ini bersifat <i>supranatural<\/i>. Ini bukan suatu tindakan yang dikerjakan sendiri oleh seorang manusia: prinsip yang baru disuntikkan kepada orang itu, bekerja di dalam hatinya, memperbarui jiwanya, dan mempengaruhi orang itu seluruhnya. Ini bukanlah pergantian namaku, tetapi pembaruan kodratku, sehingga aku bukan lagi aku yang dulu, melainkan seorang manusia baru di dalam Kristus Yesus. Memandikan dan mengenakan pakaian pada mayat berbeda sekali dengan membuatnya hidup kembali: manusia bisa melakukan yang pertama, hanya Tuhan saja yang dapat melakukan yang kedua. Jika kamu sudah \u201cdilahirkan kembali\u201d, maka pengakuanmu adalah, \u201cO Tuhan Yesus, Bapa yang kekal, Engkau adalah Orang Tua rohaniku; kalau Roh-Mu tidak menghembuskan nafas hidup yang baru, suci, dan rohani kepadaku, aku adalah orang yang sampai hari ini \u2018mati karena pelanggaran dan dosa-dosaku\u2019 [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%202:1\">Efesus 2:1<\/a>]. Hidup surgawiku seluruhnya berasal dari-Mu, aku mengaku bahwa Engkaulah yang menyebabkannya. \u2018Hidupku tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah\u2019 [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kolose%203:3\">Kolose 3:3<\/a>]. Sekarang bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Galatia%202:20\">Galatia 2:20<\/a>] Semoga Tuhan membuat kita yakin sepenuhnya akan hal yang penting ini, sebab tidak dilahirkan kembali berarti tidak diselamatkan, tidak diampuni, tanpa Allah, dan tanpa pengharapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kelahiran kembali adalah topik yang paling mendasar dalam keselamatan, dan kita harus sangat rajin untuk belajar memeriksa diri kita apakah kita benar-benar \u201cdilahirkan kembali\u201d, karena banyak yang mengira sudah dilahirkan kembali, padahal belum. Sudah pasti bahwa memiliki nama Kristen tidak menjadikan kita memiliki kodrat Kristen; dilahirkan di dalam lingkungan orang Kristen, bahkan mengaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"51","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31364"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68830,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31364\/revisions\/68830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}