{"id":31372,"date":"2026-03-07T18:17:00","date_gmt":"2026-03-07T11:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-tuhan-tidak-berubah-maleakhi-36\/"},"modified":"2026-03-07T18:17:02","modified_gmt":"2026-03-07T11:17:02","slug":"aku-tuhan-tidak-berubah-maleakhi-36","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-tuhan-tidak-berubah-maleakhi-36\/","title":{"rendered":"Percayalah kepada Allah. [Markus 11:22]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Iman adalah kaki jiwa yang dengannya kita bisa melangkah maju sepanjang jalan perintah-perintah Allah. Kasih bisa membuat kaki kita melangkah lebih cepat; tetapi iman adalah kaki yang membawa jiwa kita berjalan. Iman adalah minyak yang membuat roda kesetiaan suci dan kesalehan yang tulus berputar dengan baik; dan tanpa iman roda itu terlepas dari kereta kuda kita, dan kita dengan berat menariknya. Dengan iman aku bisa melakukan segala sesuatu; tanpa iman aku tidak akan mempunyai niat maupun kekuatan untuk melakukan apa pun untuk melayani Tuhan. Jika engkau hendak mencari orang-orang yang paling baik melayani Tuhan, engkau harus mencari orang-orang yang paling beriman. Iman yang kecil akan menyelamatkan seseorang, tetapi iman yang kecil tidak bisa melakukan hal yang besar untuk Tuhan. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa bertarung melawan \u201cApolion\u201d [Wahyu 9:11]; perlu \u201cChristian\u201d untuk melakukannya [1]. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa membunuh \u201cPutus Asa Raksasa\u201d, diperlukan tangan sang \u201cHati Yang Besar\u201d untuk menjatuhkan raksasa itu. Iman yang kecil tentu saja akan pergi ke surga, tetapi sering ia bersembunyi di dalam kulit kacang dan seringkali ia kehilangan segalanya kecuali permata-permatanya. Si Iman Kecil berkata, \u201dIni jalan yang sukar, duri tajam berserakan dan bahaya di mana-mana; aku takut untuk pergi;\u201d tetapi Si Iman Besar ingat akan janji, \u201cBiarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu: [Ulangan 33:25]\u201d dan dengan itu ia berjalan dengan berani. Si Iman Kecil kehilangan semangat dan harapan, air matanya berbaur dengan banjir; tetapi Si Iman Besar bernyanyi, \u201cApabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan: [Yesaya 43:2]\u201d dan dengan itu ia langsung menyeberangi sungai. Maukah engkau merasa tenteram dan bahagia? Maukah engkau menikmati kerohanian? Maukah engkau memiliki kerohanian yang ceria, optimis, bukan kerohanian yang suram, dan kehilangan harapan? Maka \u201cpercayalah kepada Allah.\u201d Jika engkau menyukai kegelapan, dan puas berdiam di dalam kesuraman dan keterpurukan, maka cukuplah dengan iman yang kecil; tetapi jikalau engkau mencintai sinar surya, dan hendak menyanyikan lagu sukacita, kejarlah sungguh-sungguh hadiah terbaik ini, \u201ciman yang besar.\u201d RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Iman adalah kaki jiwa yang dengannya kita bisa melangkah maju sepanjang jalan perintah-perintah Allah. Kasih bisa membuat kaki kita melangkah lebih cepat; tetapi iman adalah kaki yang membawa jiwa kita berjalan. Iman adalah minyak yang membuat roda kesetiaan suci dan kesalehan yang tulus berputar dengan baik; dan tanpa iman roda itu terlepas dari kereta kuda kita, dan kita dengan berat menariknya. Dengan iman aku bisa melakukan segala sesuatu; tanpa iman aku tidak akan mempunyai niat maupun kekuatan untuk melakukan apa pun untuk melayani Tuhan. Jika engkau hendak mencari orang-orang yang paling baik melayani Tuhan, engkau harus mencari orang-orang yang paling beriman. Iman yang kecil akan menyelamatkan seseorang, tetapi iman yang kecil tidak bisa melakukan hal yang besar untuk Tuhan. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa bertarung melawan \u201cApolion\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wahyu%209:11\">Wahyu 9:11<\/a>]; perlu \u201cChristian\u201d untuk melakukannya [1]. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa membunuh \u201cPutus Asa Raksasa\u201d, diperlukan tangan sang \u201cHati Yang Besar\u201d untuk menjatuhkan raksasa itu. Iman yang kecil tentu saja akan pergi ke surga, tetapi sering ia bersembunyi di dalam kulit kacang dan seringkali ia kehilangan segalanya kecuali permata-permatanya. Si Iman Kecil berkata, \u201dIni jalan yang sukar, duri tajam berserakan dan bahaya di mana-mana; aku takut untuk pergi;\u201d tetapi Si Iman Besar ingat akan janji, \u201cBiarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu: [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2033:25\">Ulangan 33:25<\/a>]\u201d dan dengan itu ia berjalan dengan berani. Si Iman Kecil kehilangan semangat dan harapan, air matanya berbaur dengan banjir; tetapi Si Iman Besar bernyanyi, \u201cApabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan: [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2043:2\">Yesaya 43:2<\/a>]\u201d dan dengan itu ia langsung menyeberangi sungai. Maukah engkau merasa tenteram dan bahagia? Maukah engkau menikmati kerohanian? Maukah engkau memiliki kerohanian yang ceria, optimis, bukan kerohanian yang suram, dan kehilangan harapan? Maka \u201cpercayalah kepada Allah.\u201d Jika engkau menyukai kegelapan, dan puas berdiam di dalam kesuraman dan keterpurukan, maka cukuplah dengan iman yang kecil; tetapi jikalau engkau mencintai sinar surya, dan hendak menyanyikan lagu sukacita, kejarlah sungguh-sungguh hadiah terbaik ini, \u201ciman yang besar.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Iman adalah kaki jiwa yang dengannya kita bisa melangkah maju sepanjang jalan perintah-perintah Allah. Kasih bisa membuat kaki kita melangkah lebih cepat; tetapi iman adalah kaki yang membawa jiwa kita berjalan. Iman adalah minyak yang membuat roda kesetiaan suci dan kesalehan yang tulus berputar dengan baik; dan tanpa iman roda itu terlepas dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"108","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31372"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68832,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372\/revisions\/68832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}