{"id":31374,"date":"2026-03-08T18:15:37","date_gmt":"2026-03-08T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-sekarang-berdoa-kisah-para-rasul-911\/"},"modified":"2026-03-08T18:15:39","modified_gmt":"2026-03-08T11:15:39","slug":"ia-sekarang-berdoa-kisah-para-rasul-911","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-sekarang-berdoa-kisah-para-rasul-911\/","title":{"rendered":"Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. [Kisah Para Rasul 14:22]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Umat Allah mempunyai ujiannya sendiri. Ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya, tak pernah Dia merancang mereka menjadi orang-orang yang tidak mengalami ujian. Mereka dipilih di dalam dapur api kesengsaraan; mereka tidak pernah dipilih ke dalam kedamaian dan kesenangan duniawi. Bebas dari kesakitan dan kematian tidak pernah dijanjikan kepada mereka, tetapi ketika Tuhan mereka merancangkan hak-hak istimewa, Dia menyertakan siksaan sebagai salah satu hal yang mau tidak mau harus mereka warisi. Ujian adalah bagian dari milik kita, ditentukan untuk kita di dalam peninggalan terakhir dari Kristus. Sama pastinya dengan bintang-bintang dihias oleh tangan-Nya, dan peredarannya ditentukan oleh-Nya, ujian-ujian kita pun dibagikan untuk kita: Dia sudah menentukan musimnya dan tempatnya, intensitas dan pengaruh yang diberikannya kepada kita. Orang-orang baik tidak boleh berharap lari dari masalah; apabila mereka lari, mereka akan kecewa, karena tidak ada satu pun pendahulunya yang tidak mengalami ujian. Amati kesabaran Ayub; ingatlah Abraham, karena ujian-ujian yang dialaminya, dan karena imannya ketika diuji, dia disebut \u201cBapa orang beriman.\u201d Perhatikanlah baik-baik cerita kehidupan semua bapa iman Israel, para nabi, para rasul, dan para martir, dan engkau akan menemukan bahwa tidak seorang pun dari mereka, yang telah dibuat Tuhan menjadi benda-benda belas kasihan-Nya, yang tidak melewati api kesengsaraan. Sudah ditentukan dari semula bahwa salib sengsara terukir di setiap benda belas kasihan sebagai cap kerajaan yang menandai bahwa benda-benda itu merupakan milik Raja. Namun, walaupun kesengsaraan adalah jalan yang harus ditempuh anak-anak Allah, mereka dihibur ketika mengetahui bahwa Tuan mereka sudah melintasi jalan itu sebelum mereka; mereka memiliki kehadiran-Nya dan simpati-Nya untuk menghibur mereka, kasih karunia-Nya untuk mendukung mereka, dan teladan-Nya untuk mengajar mereka bagaimana bertahan; dan ketika mereka tiba di \u201ckerajaan\u201d, mereka menerima yang jauh lebih indah dari sekedar ganti rugi untuk \u201cbanyak sengsara\u201d yang harus mereka alami untuk masuk ke dalamnya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Umat Allah mempunyai ujiannya sendiri. Ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya, tak pernah Dia merancang mereka menjadi orang-orang yang tidak mengalami ujian. Mereka dipilih di dalam dapur api kesengsaraan; mereka tidak pernah dipilih ke dalam kedamaian dan kesenangan duniawi. Bebas dari kesakitan dan kematian tidak pernah dijanjikan kepada mereka, tetapi ketika Tuhan mereka merancangkan hak-hak istimewa, Dia menyertakan siksaan sebagai salah satu hal yang mau tidak mau harus mereka warisi. Ujian adalah bagian dari milik kita, ditentukan untuk kita di dalam peninggalan terakhir dari Kristus. Sama pastinya dengan bintang-bintang dihias oleh tangan-Nya, dan peredarannya ditentukan oleh-Nya, ujian-ujian kita pun dibagikan untuk kita: Dia sudah menentukan musimnya dan tempatnya, intensitas dan pengaruh yang diberikannya kepada kita. Orang-orang baik tidak boleh berharap lari dari masalah; apabila mereka lari, mereka akan kecewa, karena tidak ada satu pun pendahulunya yang tidak mengalami ujian. Amati kesabaran Ayub; ingatlah Abraham, karena ujian-ujian yang dialaminya, dan karena imannya ketika diuji, dia disebut \u201cBapa orang beriman.\u201d Perhatikanlah baik-baik cerita kehidupan semua bapa iman Israel, para nabi, para rasul, dan para martir, dan engkau akan menemukan bahwa tidak seorang pun dari mereka, yang telah dibuat Tuhan menjadi benda-benda belas kasihan-Nya, yang tidak melewati api kesengsaraan. Sudah ditentukan dari semula bahwa salib sengsara terukir di setiap benda belas kasihan sebagai cap kerajaan yang menandai bahwa benda-benda itu merupakan milik Raja. Namun, walaupun kesengsaraan adalah jalan yang harus ditempuh anak-anak Allah, mereka dihibur ketika mengetahui bahwa Tuan mereka sudah melintasi jalan itu sebelum mereka; mereka memiliki kehadiran-Nya dan simpati-Nya untuk menghibur mereka, kasih karunia-Nya untuk mendukung mereka, dan teladan-Nya untuk mengajar mereka bagaimana bertahan; dan ketika mereka tiba di \u201ckerajaan\u201d, mereka menerima yang jauh lebih indah dari sekedar ganti rugi untuk \u201cbanyak sengsara\u201d yang harus mereka alami untuk masuk ke dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Umat Allah mempunyai ujiannya sendiri. Ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya, tak pernah Dia merancang mereka menjadi orang-orang yang tidak mengalami ujian. Mereka dipilih di dalam dapur api kesengsaraan; mereka tidak pernah dipilih ke dalam kedamaian dan kesenangan duniawi. Bebas dari kesakitan dan kematian tidak pernah dijanjikan kepada mereka, tetapi ketika Tuhan mereka merancangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"73","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31374"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68834,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31374\/revisions\/68834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}