{"id":31380,"date":"2026-03-09T18:15:43","date_gmt":"2026-03-09T11:15:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/justru-dalam-kelemahanlah-kuasa-ku-menjadi-sempurna-2-korintus-129\/"},"modified":"2026-03-09T18:15:44","modified_gmt":"2026-03-09T11:15:44","slug":"justru-dalam-kelemahanlah-kuasa-ku-menjadi-sempurna-2-korintus-129","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/justru-dalam-kelemahanlah-kuasa-ku-menjadi-sempurna-2-korintus-129\/","title":{"rendered":"Segala sesuatu padanya menarik. [Kidung Agung 5:16]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Keindahan tertinggi pribadi Yesus sungguh menarik dalam segala hal; Dia harus lebih banyak dicintai daripada dikagumi. Dia tidak sekedar menyenangkan atau bagus, Dia menarik. Tentulah umat Allah bisa dikatakan layak memakai kata emas ini, sebab Dia adalah objek kasih mereka yang terhangat, cinta yang dibangun dari keunggulan hakiki yang ada di dalam pribadi-Nya, kesempurnaan pesona-Nya. Lihatlah, O murid-murid Yesus, bibir Tuanmu, dan katakan, \u201cBukankah itu yang termanis?\u201d Bukankah hatimu berkobar-kobar, ketika Ia berbicara denganmu di tengah jalan? [Lukas 24:32] Hai penyembah Imanuel, pandanglah kepala-Nya yang bagaikan emas murni [Kidung Agung 5:11], dan beritahukan kepadaku, bukankah pikiran-pikiran-Nya berharga bagimu? Bukankah kekagumanmu menjadi lebih manis dengan kasih sayang ketika kamu merendahkan hati tunduk di hadapan wajah-Nya yang seperti gunung Lebanon, terpilih seperti pohon aras? [Kidung Agung 5:15] Tidakkah ada pesona di setiap sifat-Nya, dan bukankah seluruh diri-Nya harum dengan bau minyak, dan membuat gadis-gadis cinta kepada-Nya? [Kidung Agung 1:3] Adakah salah satu anggota tubuh-Nya yang mulia yang tidak menarik?\u2014satu bagian dari dirinya yang bukan merupakan magnet segar bagi jiwa kita?\u2014atau satu jabatan-Nya yang bukan merupakan tali yang kuat mengikat hatimu? Cinta kita bukan hanya seperti meterai yang diletakkan di atas hati cinta-Nya; melainkan juga diikat pada lengan kuasa-Nya; juga tidak ada satu bagian dari pada-Nya yang tidak diperhatikan oleh cinta kita. Kita mengurapi seluruh pribadi-Nya dengan minyak narwastu cinta kita yang manis dan tulus. Seluruh hidup-Nya akan kita teladani; seluruh karakter-Nya akan kita catat dan salin. Pada setiap makhluk lain kita melihat beberapa kekurangan, pada-Nya ada segala kesempurnaan. Bahkan yang terbaik dari orang-orang kudus yang disukai-Nya memiliki bercak pada pakaian mereka dan keriput pada alis mereka; Dia tiada lain menarik. Semua matahari duniawi memiliki noda: bahkan dunia yang indah ini memiliki hutan belantara; hal yang paling indah saja tidak bisa kita cintai secara menyeluruh; sedangkan Kristus Yesus adalah emas murni tanpa campuran\u2014cahaya tanpa kegelapan\u2014kemuliaan tanpa awan\u2014&quot;Ya, segala sesuatu pada-Nya menarik.&quot; RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Keindahan tertinggi pribadi Yesus sungguh menarik dalam segala hal; Dia harus lebih banyak dicintai daripada dikagumi. Dia tidak sekedar menyenangkan atau bagus, Dia menarik. Tentulah umat Allah bisa dikatakan layak memakai kata emas ini, sebab Dia adalah objek kasih mereka yang terhangat, cinta yang dibangun dari keunggulan hakiki yang ada di dalam pribadi-Nya, kesempurnaan pesona-Nya. Lihatlah, O murid-murid Yesus, bibir Tuanmu, dan katakan, \u201cBukankah itu yang termanis?\u201d Bukankah hatimu berkobar-kobar, ketika Ia berbicara denganmu di tengah jalan? [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2024:32\">Lukas 24:32<\/a>] Hai penyembah Imanuel, pandanglah kepala-Nya yang bagaikan emas murni [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%205:11\">Kidung Agung 5:11<\/a>], dan beritahukan kepadaku, bukankah pikiran-pikiran-Nya berharga bagimu? Bukankah kekagumanmu menjadi lebih manis dengan kasih sayang ketika kamu merendahkan hati tunduk di hadapan wajah-Nya yang seperti gunung Lebanon, terpilih seperti pohon aras? [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%205:15\">Kidung Agung 5:15<\/a>] Tidakkah ada pesona di setiap sifat-Nya, dan bukankah seluruh diri-Nya harum dengan bau minyak, dan membuat gadis-gadis cinta kepada-Nya? [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%201:3\">Kidung Agung 1:3<\/a>] Adakah salah satu anggota tubuh-Nya yang mulia yang tidak menarik?\u2014satu bagian dari dirinya yang bukan merupakan magnet segar bagi jiwa kita?\u2014atau satu jabatan-Nya yang bukan merupakan tali yang kuat mengikat hatimu? Cinta kita bukan hanya seperti meterai yang diletakkan di atas hati cinta-Nya; melainkan juga diikat pada lengan kuasa-Nya; juga tidak ada satu bagian dari pada-Nya yang tidak diperhatikan oleh cinta kita. Kita mengurapi seluruh pribadi-Nya dengan minyak narwastu cinta kita yang manis dan tulus. Seluruh hidup-Nya akan kita teladani; seluruh karakter-Nya akan kita catat dan salin. Pada setiap makhluk lain kita melihat beberapa kekurangan, pada-Nya ada segala kesempurnaan. Bahkan yang terbaik dari orang-orang kudus yang disukai-Nya memiliki bercak pada pakaian mereka dan keriput pada alis mereka; Dia tiada lain menarik. Semua matahari duniawi memiliki noda: bahkan dunia yang indah ini memiliki hutan belantara; hal yang paling indah saja tidak bisa kita cintai secara menyeluruh; sedangkan Kristus Yesus adalah emas murni tanpa campuran\u2014cahaya tanpa kegelapan\u2014kemuliaan tanpa awan\u2014&#8221;Ya, <i>segala sesuatu<\/i> pada-Nya menarik.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Keindahan tertinggi pribadi Yesus sungguh menarik dalam segala hal; Dia harus lebih banyak dicintai daripada dikagumi. Dia tidak sekedar menyenangkan atau bagus, Dia menarik. Tentulah umat Allah bisa dikatakan layak memakai kata emas ini, sebab Dia adalah objek kasih mereka yang terhangat, cinta yang dibangun dari keunggulan hakiki yang ada di dalam pribadi-Nya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"64","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31380"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68836,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31380\/revisions\/68836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}