{"id":31461,"date":"2026-03-20T18:15:36","date_gmt":"2026-03-20T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-adalah-bagianku-kata-jiwaku-ratapan-324\/"},"modified":"2026-03-20T18:15:38","modified_gmt":"2026-03-20T11:15:38","slug":"tuhan-adalah-bagianku-kata-jiwaku-ratapan-324","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-adalah-bagianku-kata-jiwaku-ratapan-324\/","title":{"rendered":"Kekasihku. [Kidung Agung 2:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ini adalah sebuah nama emas yang biasa diberikan oleh Gereja kuno di saat-saat sukacita kepada Yang Diurapi TUHAN. Waktu nyanyian burung datang, dan suara tekukur terdengar di tanahnya, surat cintanya lebih manis daripada keduanya, saat dia bernyanyi, &quot;Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.\u201d [Kidung Agung 2:16] Pernah dalam kidung agungnya dia memanggil-Nya dengan nama-Nya yang penuh kegemaran itu, &quot;Kekasihku!&quot; Bahkan di musim dingin yang panjang, ketika penyembahan berhala telah membuat taman TUHAN layu, nabi-Nya menemukan tempat untuk meletakkan beban TUHAN sebentar, dan mengatakan, seperti yang Yesaya katakan, &quot;Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya.&quot; [Yesaya 5:1] Meskipun orang-orang kudus belum pernah melihat wajah-Nya, meskipun Dia belum menjadi daging, belum tinggal di antara kita, dan manusia belum melihat kemuliaan-Nya, namun Dia adalah penghiburan bagi Israel, harapan dan sukacita dari semua umat terpilih, &quot;Kekasih&quot; dari semua orang-orang yang jujur di hadapan Yang Maha Tinggi. Kita, pada hari-hari musim panas Gereja, juga terbiasa untuk berbicara tentang Kristus sebagai Kekasih terbaik jiwa kita, dan merasa bahwa Dia sangat berharga, &quot;menyolok mata di antara selaksa orang [Kidung Agung 5:10], dan segala sesuatu padanya menarik [Kidung Agung 5:16].&quot; Sungguh benar bahwa Gereja mengasihi Yesus, dan mengklaim Dia sebagai Kekasihnya, sehingga sang rasul berani menghadapi seluruh alam semesta yang hendak memisahkan Gereja dari kasih Kristus, dan menyatakan bahwa baik penganiayaan, kesesakan, penderitaan, bahaya, atau pedang tidak mampu memisahkan mereka [Roma 8:35]; bahkan, dia dengan gembira bermegah, &quot;Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.&quot; [Roma 8:37] O betapa kami ingin mengenal-Mu lebih dalam, Engkau yang selamanya berharga! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ini adalah sebuah nama emas yang biasa diberikan oleh Gereja kuno di saat-saat sukacita kepada Yang Diurapi TUHAN. Waktu nyanyian burung datang, dan suara tekukur terdengar di tanahnya, surat cinta<i>nya<\/i> lebih manis daripada keduanya, saat dia bernyanyi, &#8220;<i>Kekasihku<\/i> kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%202:16\">Kidung Agung 2:16<\/a>] Pernah dalam kidung agungnya dia memanggil-Nya dengan nama-Nya yang penuh kegemaran itu, &#8220;Kekasihku!&#8221; Bahkan di musim dingin yang panjang, ketika penyembahan berhala telah membuat taman TUHAN layu, nabi-Nya menemukan tempat untuk meletakkan beban TUHAN sebentar, dan mengatakan, seperti yang Yesaya katakan, &#8220;Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%205:1\">Yesaya 5:1<\/a>] Meskipun orang-orang kudus belum pernah melihat wajah-Nya, meskipun Dia belum menjadi daging, belum tinggal di antara kita, dan manusia belum melihat kemuliaan-Nya, namun Dia adalah penghiburan bagi Israel, harapan dan sukacita dari semua umat terpilih, &#8220;Kekasih&#8221; dari semua orang-orang yang jujur di hadapan Yang Maha Tinggi. Kita, pada hari-hari musim panas Gereja, juga terbiasa untuk berbicara tentang Kristus sebagai Kekasih terbaik jiwa kita, dan merasa bahwa Dia sangat berharga, &#8220;menyolok mata di antara selaksa orang [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%205:10\">Kidung Agung 5:10<\/a>], dan segala sesuatu padanya menarik [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kidung%20Agung%205:16\">Kidung Agung 5:16<\/a>].&#8221; Sungguh benar bahwa Gereja mengasihi Yesus, dan mengklaim Dia sebagai Kekasihnya, sehingga sang rasul berani menghadapi seluruh alam semesta yang hendak memisahkan Gereja dari kasih Kristus, dan menyatakan bahwa baik penganiayaan, kesesakan, penderitaan, bahaya, atau pedang tidak mampu memisahkan mereka [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:35\">Roma 8:35<\/a>]; bahkan, dia dengan gembira bermegah, &#8220;Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:37\">Roma 8:37<\/a>] O betapa kami ingin mengenal-Mu lebih dalam, Engkau yang selamanya berharga!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ini adalah sebuah nama emas yang biasa diberikan oleh Gereja kuno di saat-saat sukacita kepada Yang Diurapi TUHAN. Waktu nyanyian burung datang, dan suara tekukur terdengar di tanahnya, surat cintanya lebih manis daripada keduanya, saat dia bernyanyi, &#8220;Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.\u201d [Kidung Agung 2:16] [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"77","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31461"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68858,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31461\/revisions\/68858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}