{"id":31463,"date":"2026-03-21T18:15:35","date_gmt":"2026-03-21T11:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagi-dialah-kemuliaan-sampai-selama-lamanya-roma-1136\/"},"modified":"2026-03-21T18:15:37","modified_gmt":"2026-03-21T11:15:37","slug":"bagi-dialah-kemuliaan-sampai-selama-lamanya-roma-1136","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagi-dialah-kemuliaan-sampai-selama-lamanya-roma-1136\/","title":{"rendered":"Kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. [Yohanes 16:32]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sedikit yang bersekutu dalam dukacita Getsemani. Sebagian besar murid-murid itu tidak memiliki kasih karunia yang cukup berkembang untuk diizinkan menyaksikan misteri &quot;penderitaan.&quot; Sibuk dengan pesta Paskah di rumah mereka sendiri, mereka mewakili banyak orang yang hidup menurut huruf-huruf, tetapi dalam semangat injili mereka tidak lebih dari bayi. Untuk dua belas murid, bukan, hanya untuk sebelas murid diberikan hak istimewa untuk memasuki Getsemani dan melihat &quot;penglihatan yang hebat itu.&quot; [Keluaran 3:3] Dari sebelas, delapan ditinggalkan di kejauhan; mereka memiliki persekutuan, tapi bukan persekutuan sedalam itu yang hanya mereka yang terkasih yang boleh diizinkan masuk. Hanya tiga yang sangat diperkenan yang bisa mendekati tabir dukacita misterius Tuhan kita: bahkan mereka tidak boleh mengganggu di dalam tabir ini; jarak sepelempar batu harus disisakan. Dia harus melakukan pengirikan sendirian [Yesaya 63:3], dan tidak ada seorang pun yang boleh bersama Dia. Petrus dan kedua anak Zebedeus, mewakili beberapa yang terkemuka, orang-orang kudus yang berpengalaman, yang dapat dicatat sebagai &quot;Bapa-bapa,&quot; mereka ini telah melakukan aktivitasnya di perairan yang luas, sedikit banyak dapat mengukur gelombang Atlantik penderitaan Penebus mereka yang sungguh besar itu. Kepada beberapa roh yang terpilih, diberikan konflik yang khusus dan luar biasa, demi kebaikan orang lain, dan demi memperkuat mereka di masa depan, mereka boleh masuk ke lingkaran yang lebih dalam dan mendengar permohonan dari Imam Besar yang menderita; mereka memiliki persekutuan dengan Dia di dalam penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. [Filipi 3:10] Namun bahkan mereka ini tidak bisa memasuki tempat-tempat rahasia dari duka sang Juruselamat. &quot;Penderitaan-Mu yang tersembunyi&quot; merupakan satu ungkapan yang luar biasa dari liturgi Yunani: ada ruang batin di dalam kesedihan Tuan kita yang tertutup dari pengetahuan dan persekutuan manusia. Di sana Yesus \u201cditinggalkan seorang diri\u201d. Di sini Yesus adalah \u201cKarunia yang tak terkatakan!\u201d [2 Korintus 9:15] lebih daripada segalanya. Sungguh benar Watts ketika ia bernyanyi\u2014 RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sedikit yang bersekutu dalam dukacita Getsemani. Sebagian besar murid-murid itu tidak memiliki kasih karunia yang cukup berkembang untuk diizinkan menyaksikan misteri &#8220;penderitaan.&#8221; Sibuk dengan pesta Paskah di rumah mereka sendiri, mereka mewakili banyak orang yang hidup menurut huruf-huruf, tetapi dalam semangat injili mereka tidak lebih dari bayi. Untuk dua belas murid, bukan, hanya untuk sebelas murid diberikan hak istimewa untuk memasuki Getsemani dan melihat &#8220;penglihatan yang hebat itu.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%203:3\">Keluaran 3:3<\/a>] Dari sebelas, delapan ditinggalkan di kejauhan; mereka memiliki persekutuan, tapi bukan persekutuan sedalam itu yang hanya mereka yang terkasih yang boleh diizinkan masuk. Hanya tiga yang sangat diperkenan yang bisa mendekati tabir dukacita misterius Tuhan kita: bahkan mereka tidak boleh mengganggu di dalam tabir ini; jarak sepelempar batu harus disisakan. Dia harus melakukan pengirikan <i>sendirian<\/i> [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2063:3\">Yesaya 63:3<\/a>], dan tidak ada seorang pun yang boleh bersama Dia. Petrus dan kedua anak Zebedeus, mewakili beberapa yang terkemuka, orang-orang kudus yang berpengalaman, yang dapat dicatat sebagai &#8220;Bapa-bapa,&#8221; mereka ini telah melakukan aktivitasnya di perairan yang luas, sedikit banyak dapat mengukur gelombang Atlantik penderitaan Penebus mereka yang sungguh besar itu. Kepada beberapa roh yang terpilih, diberikan konflik yang khusus dan luar biasa, demi kebaikan orang lain, dan demi memperkuat mereka di masa depan, mereka boleh masuk ke lingkaran yang lebih dalam dan mendengar permohonan dari Imam Besar yang menderita; mereka memiliki persekutuan dengan Dia di dalam penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Filipi%203:10\">Filipi 3:10<\/a>] Namun bahkan mereka ini tidak bisa memasuki tempat-tempat rahasia dari duka sang Juruselamat. &#8220;Penderitaan-Mu yang tersembunyi&#8221; merupakan satu ungkapan yang luar biasa dari liturgi Yunani: ada ruang batin di dalam kesedihan Tuan kita yang tertutup dari pengetahuan dan persekutuan manusia. Di sana Yesus \u201c<i>ditinggalkan seorang diri<\/i>\u201d. Di sini Yesus adalah \u201cKarunia yang tak terkatakan!\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Korintus%209:15\">2 Korintus 9:15<\/a>] lebih daripada segalanya. Sungguh benar Watts ketika ia bernyanyi\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sedikit yang bersekutu dalam dukacita Getsemani. Sebagian besar murid-murid itu tidak memiliki kasih karunia yang cukup berkembang untuk diizinkan menyaksikan misteri &#8220;penderitaan.&#8221; Sibuk dengan pesta Paskah di rumah mereka sendiri, mereka mewakili banyak orang yang hidup menurut huruf-huruf, tetapi dalam semangat injili mereka tidak lebih dari bayi. Untuk dua belas murid, bukan, hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"84","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31463"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68860,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31463\/revisions\/68860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}