{"id":31479,"date":"2026-03-23T18:15:40","date_gmt":"2026-03-23T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hindarilah-persoalan-yang-dicari-cari-dan-yang-bodoh-titus-39\/"},"modified":"2026-03-23T18:15:42","modified_gmt":"2026-03-23T11:15:42","slug":"hindarilah-persoalan-yang-dicari-cari-dan-yang-bodoh-titus-39","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hindarilah-persoalan-yang-dicari-cari-dan-yang-bodoh-titus-39\/","title":{"rendered":"Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. [Lukas 22:44]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tekanan mental yang timbul dari pergumulan Tuhan kita dengan cobaan, begitu memaksa tubuh-Nya gempar dengan tidak wajar, sehingga pori-pori-Nya menitikkan banyak darah yang jatuh ke tanah. Ini membuktikan betapa luar biasa beban dosa yang saat itu mampu menghancurkan Sang Juruselamat sehingga titik-titik darah-Nya tersuling keluar! Ini menunjukkan kuat perkasa cinta-Nya. Adalah pengamatan yang sangat cantik dari Isaac Ambrose tua bahwa getah yang dicucurkan dari pohon tanpa dipotong terlebih dahulu selalu adalah yang terbaik. Pohon bunga pacar yang berharga ini menghasilkan rempah-rempah yang paling manis ketika terluka oleh cambuk yang bersimpul-simpul, juga ketika ditusuk paku di salib; tapi lihat, pohon itu memberikan rempah-rempah yang terbaik saat tidak ada cambuk, paku, maupun luka. Ini menyatakan penderitaan Kristus itu sukarela, karena tanpa tombak pun darah mengalir deras. Tidak perlu menaruh lintah, atau menyayat dengan pisau; darah-Nya mengalir secara spontan. Tidak perlu para penguasa berteriak, &quot;Berbual-buallah, hai sumur!&quot; [Bilangan 21:17] dari-Nya sendiri darah menyembur seperti aliran merah kirmizi. Jika seseorang menderita kesakitan batin yang besar, rupanya darah bergegas menuju jantung. Pipi menjadi pucat; rasanya seperti ingin pingsan; darah mengalir ke dalam seolah-olah ingin memelihara manusia batiniah saat seorang manusia melewati ujian. Tapi lihat Juruselamat kita dalam penderitaan-Nya; Dia sama sekali tidak mementingkan diri, bahwa kesakitan-Nya alih-alih membuat darah-Nya menuju ke jantung untuk memelihara diri-Nya sendiri, kesakitan itu justru mendorong darah ke luar untuk memerciki bumi. Penderitaan Kristus, yang sampai-sampai membuat-Nya tertuang ke tanah, menggambarkan kepenuhan persembahan yang Ia beri kepada umat manusia. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tekanan mental yang timbul dari pergumulan Tuhan kita dengan cobaan, begitu memaksa tubuh-Nya gempar dengan tidak wajar, sehingga pori-pori-Nya menitikkan banyak darah yang jatuh ke tanah. Ini membuktikan <i>betapa luar biasa beban dosa<\/i> yang saat itu mampu menghancurkan Sang Juruselamat sehingga titik-titik darah-Nya tersuling keluar! Ini menunjukkan <i>kuat perkasa cinta-Nya<\/i>. Adalah pengamatan yang sangat cantik dari Isaac Ambrose tua bahwa getah yang dicucurkan dari pohon tanpa dipotong terlebih dahulu selalu adalah yang terbaik. Pohon bunga pacar yang berharga ini menghasilkan rempah-rempah yang paling manis ketika terluka oleh cambuk yang bersimpul-simpul, juga ketika ditusuk paku di salib; tapi lihat, pohon itu memberikan rempah-rempah yang terbaik saat tidak ada cambuk, paku, maupun luka. Ini menyatakan <i>penderitaan Kristus itu sukarela<\/i>, karena tanpa tombak pun darah mengalir deras. Tidak perlu menaruh lintah, atau menyayat dengan pisau; darah-Nya mengalir secara spontan. Tidak perlu para penguasa berteriak, &#8220;Berbual-buallah, hai sumur!&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Bilangan%2021:17\">Bilangan 21:17<\/a>] dari-Nya sendiri darah menyembur seperti aliran merah kirmizi. Jika seseorang menderita kesakitan batin yang besar, rupanya darah bergegas menuju jantung. Pipi menjadi pucat; rasanya seperti ingin pingsan; darah mengalir ke dalam seolah-olah ingin memelihara manusia batiniah saat seorang manusia melewati ujian. Tapi lihat Juruselamat kita dalam penderitaan-Nya; Dia sama sekali tidak mementingkan diri, bahwa kesakitan-Nya alih-alih membuat darah-Nya menuju ke jantung untuk memelihara diri-Nya sendiri, kesakitan itu justru mendorong darah ke luar untuk memerciki bumi. Penderitaan Kristus, yang sampai-sampai membuat-Nya tertuang ke tanah, menggambarkan kepenuhan persembahan yang Ia beri kepada umat manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tekanan mental yang timbul dari pergumulan Tuhan kita dengan cobaan, begitu memaksa tubuh-Nya gempar dengan tidak wajar, sehingga pori-pori-Nya menitikkan banyak darah yang jatuh ke tanah. Ini membuktikan betapa luar biasa beban dosa yang saat itu mampu menghancurkan Sang Juruselamat sehingga titik-titik darah-Nya tersuling keluar! Ini menunjukkan kuat perkasa cinta-Nya. Adalah pengamatan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"77","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31479"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68864,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31479\/revisions\/68864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}