{"id":31484,"date":"2026-03-24T18:15:58","date_gmt":"2026-03-24T11:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ya-tuhan-engkau-telah-memperjuangkan-perkaraku-ratapan-358\/"},"modified":"2026-03-24T18:16:00","modified_gmt":"2026-03-24T11:16:00","slug":"ya-tuhan-engkau-telah-memperjuangkan-perkaraku-ratapan-358","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ya-tuhan-engkau-telah-memperjuangkan-perkaraku-ratapan-358\/","title":{"rendered":"Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. [Ibrani 5:7] [1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apakah rasa takut ini timbul dari gagasan dari neraka bahwa Ia benar-benar ditinggalkan? Mungkin ada ujian yang lebih sulit daripada ini, tapi pastinya ini merupakan salah satu yang tersulit jika benar-benar ditinggalkan, bukan? &quot;Lihat,&quot; kata Iblis, &quot;Engkau tidak lagi mempunyai kawan! Bapa-Mu telah menutup pintu hati kasih sayang-Nya terhadap Engkau. Tak seorang malaikat pun di pelataran-Nya yang akan mengulurkan tangannya untuk menolong Engkau. Seluruh surga diasingkan dari-Mu; Engkau ditinggalkan sendirian. Lihat kawan-kawan yang dengannya Engkau pernah bergaul dengan baik, apakah mereka layak menjadi kawan-Mu? Anak Maria, lihatlah saudara-Mu Yakobus, lihatlah murid yang Kaukasihi Yohanes, dan rasul-Mu yang berani Petrus, lihatlah para pengecut ini tertidur ketika Engkau sedang menderita! Lihat! Tidak ada lagi kawan yang tersisa di surga ataupun di bumi. Seluruh neraka melawan Engkau. Aku telah mempersiapkan liang neraka milikku. Aku telah mengirim surat resmi ke seluruh wilayah memanggil setiap pangeran kegelapan menyerang-Mu malam ini juga, dan kami tidak akan menyayangkan satu anak panah pun, kami akan menggunakan seluruh kekuatan neraka kami untuk menindas Engkau: dan apa yang bisa Kaulakukan, hai Engkau yang tersendiri?&quot; Mungkin, memang inilah pencobaan-Nya; kami rasa demikian, karena munculnya seorang malaikat kepada-Nya itu menguatkan Dia dan menghapus rasa takut-Nya. Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan; Ia tidak lagi sendiri, tetapi surga bersama-Nya. Bisa jadi inilah alasan mengapa Dia tiga kali mendapati murid-murid-Nya\u2014seperti kata Hart \u2014 RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apakah rasa takut ini timbul dari gagasan dari neraka <i>bahwa Ia benar-benar ditinggalkan<\/i>? Mungkin ada ujian yang lebih sulit daripada ini, tapi pastinya ini merupakan <i>salah satu<\/i> yang tersulit jika benar-benar ditinggalkan, bukan? &#8220;Lihat,&#8221; kata Iblis, &#8220;Engkau tidak lagi mempunyai kawan! Bapa-Mu telah menutup pintu hati kasih sayang-Nya terhadap Engkau. Tak seorang malaikat pun di pelataran-Nya yang akan mengulurkan tangannya untuk menolong Engkau. Seluruh surga diasingkan dari-Mu; Engkau ditinggalkan sendirian. Lihat kawan-kawan yang dengannya Engkau pernah bergaul dengan baik, apakah mereka layak menjadi kawan-Mu? Anak Maria, lihatlah saudara-Mu Yakobus, lihatlah murid yang Kaukasihi Yohanes, dan rasul-Mu yang berani Petrus, lihatlah para pengecut ini tertidur ketika Engkau sedang menderita! Lihat! Tidak ada lagi kawan yang tersisa di surga ataupun di bumi. Seluruh neraka melawan Engkau. Aku telah mempersiapkan liang neraka milikku. Aku telah mengirim surat resmi ke seluruh wilayah memanggil setiap pangeran kegelapan menyerang-Mu malam ini juga, dan kami tidak akan menyayangkan satu anak panah pun, kami akan menggunakan seluruh kekuatan neraka kami untuk menindas Engkau: dan apa yang bisa Kaulakukan, hai Engkau yang tersendiri?&#8221; Mungkin, memang inilah pencobaan-Nya; kami rasa demikian, karena munculnya seorang malaikat kepada-Nya itu menguatkan Dia dan menghapus rasa takut-Nya. Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan; Ia tidak lagi sendiri, tetapi surga bersama-Nya. Bisa jadi inilah alasan mengapa Dia tiga kali mendapati murid-murid-Nya\u2014seperti kata Hart \u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah rasa takut ini timbul dari gagasan dari neraka bahwa Ia benar-benar ditinggalkan? Mungkin ada ujian yang lebih sulit daripada ini, tapi pastinya ini merupakan salah satu yang tersulit jika benar-benar ditinggalkan, bukan? &#8220;Lihat,&#8221; kata Iblis, &#8220;Engkau tidak lagi mempunyai kawan! Bapa-Mu telah menutup pintu hati kasih sayang-Nya terhadap Engkau. Tak seorang malaikat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"64","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31484"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68866,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31484\/revisions\/68866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}