{"id":31509,"date":"2026-03-26T18:15:41","date_gmt":"2026-03-26T11:15:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/israel-memperhambakan-diri-untuk-mendapat-isteri-ya-untuk-mendapat-isteri-ia-menjadi-gembala-hosea-1212\/"},"modified":"2026-03-26T18:15:42","modified_gmt":"2026-03-26T11:15:42","slug":"israel-memperhambakan-diri-untuk-mendapat-isteri-ya-untuk-mendapat-isteri-ia-menjadi-gembala-hosea-1212","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/israel-memperhambakan-diri-untuk-mendapat-isteri-ya-untuk-mendapat-isteri-ia-menjadi-gembala-hosea-1212\/","title":{"rendered":"Jawab Yesus: Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi. [Yohanes 18:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Perhatikanlah, hai jiwaku, kepedulian yang ditunjukkan Yesus kepada domba-domba di tangan-Nya, bahkan saat Dia diuji! Keinginan-Nya yang terbesar itu tetap kuat hingga di dalam kematian. Dia menyerahkan diri-Nya kepada si musuh, tapi Dia mengucapkan sepatah kata kuasa untuk membebaskan murid-murid-Nya. Diri-Nya sendiri, seperti domba yang kelu di depan si pencukur, diam dan tidak membuka mulut-Nya, tapi demi para murid-Nya Dia berbicara dengan daya Mahakuasa. Inilah kasih itu; kasih yang tetap, tidak mementingkan diri, dan setia. Tapi bukankah di sini ada yang lebih dalam daripada apa yang terlihat di permukaan? Apakah kita memiliki jiwa dan roh penebusan di dalam kata-kata ini? Sang Gembala yang Baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya [Yohanes 10:15] agar mereka dapat dilepaskan. Sang Penjamin sudah terikat, dan tuntutan keadilan menyatakan bahwa mereka yang sudah digantikan oleh-Nya harus boleh pergi. Di tengah-tengah perbudakan Mesir, suara itu berdenging sebagai firman yang berkuasa, &quot;Biarkanlah mereka ini pergi.&quot; Orang-orang yang ditebus harus keluar dari perbudakan dosa dan Iblis. Dalam setiap sel penjara bawah tanah Putus Asa, suara ini bergema, &quot;Biarkanlah mereka ini pergi,&quot; maka Si Patah Semangat dan Si Banyak Takut pun keluar. Iblis mendengar suara yang amat dikenalnya, sehingga ia mengangkat kakinya dari leher orang-orang yang jatuh; dan kedengaran oleh Maut, sehingga kuburan membuka gerbang-gerbangnya agar orang-orang mati bangkit. &quot;Pergi&quot; berarti kemajuan, kekudusan, kemenangan, kemuliaan; dan tidak ada yang berani menahan mereka di dalamnya. Singa tidak boleh menghalangi mereka, juga binatang buas tidak boleh mengejar mereka. &quot;Rusa di kala fajar\u201d [Mazmur 22:1] telah menarik para pemburu yang kejam mendekatinya, dan sekarang kijang-kijang dan rusa-rusa di padang yang paling penakut pun dapat merumput dalam damai yang sempurna di antara bunga-bunga bakung kesukaan mereka. Awan dan guntur telah menggelegar di atas Salib Kalvari, maka peziarah Sion tidak akan pernah disambar petir balas dendam. Datanglah, hai hatiku, bersukacitalah di dalam pengamanan dari Penebus yang membuatmu kebal, dan pujilah nama-Nya sepanjang hari dan setiap hari. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Perhatikanlah, hai jiwaku, kepedulian yang ditunjukkan Yesus kepada domba-domba di tangan-Nya, bahkan saat Dia diuji! Keinginan-Nya yang terbesar itu tetap kuat hingga di dalam kematian. Dia menyerahkan diri-Nya kepada si musuh, tapi Dia mengucapkan sepatah kata kuasa untuk membebaskan murid-murid-Nya. Diri-Nya sendiri, seperti domba yang kelu di depan si pencukur, diam dan tidak membuka mulut-Nya, tapi demi para murid-Nya Dia berbicara dengan daya Mahakuasa. Inilah kasih itu; kasih yang tetap, tidak mementingkan diri, dan setia. Tapi bukankah di sini ada yang lebih dalam daripada apa yang terlihat di permukaan? Apakah kita memiliki jiwa dan roh penebusan di dalam kata-kata ini? Sang Gembala yang Baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%2010:15\">Yohanes 10:15<\/a>] agar mereka dapat dilepaskan. Sang Penjamin sudah terikat, dan tuntutan keadilan menyatakan bahwa mereka yang sudah digantikan oleh-Nya harus boleh pergi. Di tengah-tengah perbudakan Mesir, suara itu berdenging sebagai firman yang berkuasa, &#8220;<i>Biarkanlah mereka ini pergi.<\/i>&#8221; Orang-orang yang ditebus harus keluar dari perbudakan dosa dan Iblis. Dalam setiap sel penjara bawah tanah Putus Asa, suara ini bergema, &#8220;<i>Biarkanlah mereka ini pergi,<\/i>&#8221; maka Si Patah Semangat dan Si Banyak Takut pun keluar. Iblis mendengar suara yang amat dikenalnya, sehingga ia mengangkat kakinya dari leher orang-orang yang jatuh; dan kedengaran oleh Maut, sehingga kuburan membuka gerbang-gerbangnya agar orang-orang mati bangkit. &#8220;<i>Pergi<\/i>&#8221; berarti kemajuan, kekudusan, kemenangan, kemuliaan; dan tidak ada yang berani menahan mereka di dalamnya. Singa tidak boleh menghalangi mereka, juga binatang buas tidak boleh mengejar mereka. &#8220;Rusa di kala fajar\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2022:1\">Mazmur 22:1<\/a>] telah menarik para pemburu yang kejam mendekatinya, dan sekarang kijang-kijang dan rusa-rusa di padang yang paling penakut pun dapat merumput dalam damai yang sempurna di antara bunga-bunga bakung kesukaan mereka. Awan dan guntur telah menggelegar di atas Salib Kalvari, maka peziarah Sion tidak akan pernah disambar petir balas dendam. Datanglah, hai hatiku, bersukacitalah di dalam pengamanan dari Penebus yang membuatmu kebal, dan pujilah nama-Nya sepanjang hari dan setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Perhatikanlah, hai jiwaku, kepedulian yang ditunjukkan Yesus kepada domba-domba di tangan-Nya, bahkan saat Dia diuji! Keinginan-Nya yang terbesar itu tetap kuat hingga di dalam kematian. Dia menyerahkan diri-Nya kepada si musuh, tapi Dia mengucapkan sepatah kata kuasa untuk membebaskan murid-murid-Nya. Diri-Nya sendiri, seperti domba yang kelu di depan si pencukur, diam dan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"49","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31509"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68871,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31509\/revisions\/68871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}