{"id":31515,"date":"2024-02-19T08:46:18","date_gmt":"2024-02-19T01:46:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/persekutuan-dengan-dia-1-yohanes-16\/"},"modified":"2024-02-19T08:46:21","modified_gmt":"2024-02-19T01:46:21","slug":"persekutuan-dengan-dia-1-yohanes-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/persekutuan-dengan-dia-1-yohanes-16\/","title":{"rendered":"Beginilah firman Tuhan ALLAH: Dalam hal ini juga Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku apa yang hendak Kulakukan bagi mereka. [Yehezkiel 36:37]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Doa adalah pelopor rahmat. Tengoklah riwayat suci, dan engkau akan melihat jarang ada rahmat besar turun ke dunia ini tanpa didahului permohonan. Engkau telah menyaksikan benarnya hal ini dalam hidupmu. Allah telah banyak memberikanmu hal yang tidak engkau minta, tetapi tetap saja doa yang agung merupakan lagu pembuka dari rahmat yang agung bagimu. Ketika engkau pertama-tama menemukan kedamaian melalui darah salib, engkau banyak berdoa, dengan sungguh-sungguh bersyafaat dengan Allah agar Dia menghapus keraguanmu, dan melepaskan segala kesusahanmu. Kepastianmu merupakan hasil dari doa. Ketika pada saat apapun engkau merasa bahagia luar biasa, engkau wajib melihatnya sebagai jawaban doa-doamu. Ketika engkau mendapatkan jalan keluar yang menakjubkan dari masalah yang berat, dan mendapatkan pertolongan yang hebat dalam bahaya besar, engkau bisa berkata, &quot;Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.&quot; [Mazmur 34:4] Doa selalu merupakan kata pengantarnya berkat. Ia berjalan mendahului berkat sebagai bayang-bayang berkat. Ketika surya belas kasihan Allah terbit di atas kebutuhan kita, terbentuklah bayang-bayang doa yang jauh melintasi dataran. Atau, dengan ilustrasi lain, ketika Allah menimbun bukit rahmat, Ia sendiri bersinar di balik-Nya, dan Dia menjatuhkan ke atas jiwa kita bayang-bayang doa, supaya kita merasa pasti, jika kita banyak berdoa, permohonan kita merupakan bayang-bayang rahmat. Karena itulah doa berhubungan dengan berkat, agar kepada kita nilai doa dapat ditunjukkan. Jika kita mendapatkan berkat tanpa kita memintanya, kita akan menganggap berkat-berkat itu hal yang lumrah; sedangkan doa membuat segala rahmat kita lebih berharga dari permata. Hal-hal yang kita minta memang berharga, tetapi kita tidak menyadari nilainya sampai kita dengan sungguh-sungguh mencarinya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Doa adalah pelopor rahmat. Tengoklah riwayat suci, dan engkau akan melihat jarang ada rahmat besar turun ke dunia ini tanpa didahului permohonan. Engkau telah menyaksikan benarnya hal ini dalam hidupmu. Allah telah banyak memberikanmu hal yang tidak engkau minta, tetapi tetap saja doa yang agung merupakan lagu pembuka dari rahmat yang agung bagimu. Ketika engkau pertama-tama menemukan kedamaian melalui darah salib, engkau banyak berdoa, dengan sungguh-sungguh bersyafaat dengan Allah agar Dia menghapus keraguanmu, dan melepaskan segala kesusahanmu. Kepastianmu merupakan hasil dari doa. Ketika pada saat apapun engkau merasa bahagia luar biasa, engkau wajib melihatnya sebagai jawaban doa-doamu. Ketika engkau mendapatkan jalan keluar yang menakjubkan dari masalah yang berat, dan mendapatkan pertolongan yang hebat dalam bahaya besar, engkau bisa berkata, &#8220;Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2034:4\">Mazmur 34:4<\/a>] Doa selalu merupakan kata pengantarnya berkat. Ia berjalan mendahului berkat <i>sebagai bayang-bayang berkat<\/i>. Ketika surya belas kasihan Allah terbit di atas kebutuhan kita, terbentuklah bayang-bayang doa yang jauh melintasi dataran. Atau, dengan ilustrasi lain, ketika Allah menimbun bukit rahmat, Ia sendiri bersinar di balik-Nya, dan Dia menjatuhkan ke atas jiwa kita bayang-bayang doa, supaya kita merasa pasti, jika kita banyak berdoa, permohonan kita merupakan bayang-bayang rahmat. Karena itulah doa berhubungan dengan berkat, agar kepada kita <i>nilai doa dapat ditunjukkan<\/i>. Jika kita mendapatkan berkat tanpa kita memintanya, kita akan menganggap berkat-berkat itu hal yang lumrah; sedangkan doa membuat segala rahmat kita lebih berharga dari permata. Hal-hal yang kita minta memang berharga, tetapi kita tidak menyadari nilainya sampai kita dengan sungguh-sungguh mencarinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Doa adalah pelopor rahmat. Tengoklah riwayat suci, dan engkau akan melihat jarang ada rahmat besar turun ke dunia ini tanpa didahului permohonan. Engkau telah menyaksikan benarnya hal ini dalam hidupmu. Allah telah banyak memberikanmu hal yang tidak engkau minta, tetapi tetap saja doa yang agung merupakan lagu pembuka dari rahmat yang agung bagimu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31515","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"233","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31515"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66190,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31515\/revisions\/66190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}