{"id":31679,"date":"2026-04-08T18:15:40","date_gmt":"2026-04-08T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/makhluk-makhluk-sorgawi-sama-dengan-dia-yang-berasal-dari-sorga-1-korintus-1548\/"},"modified":"2026-04-08T18:15:41","modified_gmt":"2026-04-08T11:15:41","slug":"makhluk-makhluk-sorgawi-sama-dengan-dia-yang-berasal-dari-sorga-1-korintus-1548","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/makhluk-makhluk-sorgawi-sama-dengan-dia-yang-berasal-dari-sorga-1-korintus-1548\/","title":{"rendered":"Jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering? [Lukas 23:31]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di antara beberapa penafsiran dari pertanyaan sugestif ini, yang berikut ini penuh dengan pengajaran: &quot;Jika Orang yang tidak berdosa sebagai pengganti orang-orang berdosa, demikian menderita, apakah yang akan dilakukan terhadap pendosa itu sendiri \u2014 kayu yang kering \u2014 ketika ia jatuh ke tangan Allah yang murka?&quot; Ketika Allah melihat Yesus di tempat pendosa, Dia tidak melepaskan-Nya; dan ketika Allah menemukan orang yang tidak lahir baru dan tanpa Kristus, Allah tidak akan melepaskannya. O pendosa, Yesus dibawa oleh musuh-musuhnya: begitu pula seharusnya engkau diseret oleh roh jahat ke tempat yang telah diperuntukkan bagimu. Yesus ditinggalkan Allah; dan jika Dia, yang menjadi pendosa hanya karena diperhitungkan kepada-Nya, ditinggalkan, betapa engkau seharusnya lebih lagi? &quot;Eli, Eli lama sabakhtani?&quot; lengkingan yang sungguh mengerikan! Tetapi apakah seruanmu saat engkau harus berkata, &quot;O Allah! O Allah! Mengapa Engkau meninggalkanku?&quot; dan jawaban-Nya akan datang, &quot;Karena kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu.&quot; [Amsal 1:25-26] Bila Allah tidak melepaskan Anak-Nya sendiri, apalagi engkau! Cambukan kawat yang terbakar seperti apakah yang akan kauterima ketika hati nurani memukul keras dirimu dengan ngerinya. Engkau yang kaya, engkau yang bersuka, engkau pendosa yang paling merasa dirinya benar \u2014 siapa yang akan berdiri di tempatmu ketika Allah berkata, &quot;Hai pedang, bangkitlah terhadap orang yang menolak Aku; bunuhlah dia dan biarlah dia merasakan kesakitan itu selamanya&quot;? Yesus diludahi: hai pendosa, malu seperti apakah yang engkau dapatkan! Kita tidak dapat menyimpulkan dalam satu kata seluruh beban kesedihan yang bertemu di atas kepala Yesus yang mati bagi kita; karena itu mustahil bagi kami untuk mengatakan padamu aliran sungai atau lautan kesedihan apakah yang menggilas rohmu jika engkau mati seperti keadaanmu sekarang ini. Engkau bisa mati seperti itu, engkau bisa mati sekarang. Dengan kesakitan Kristus yang luar biasa, oleh luka-luka dan darah-Nya, janganlah mendatangkan bagimu sendiri kutukan yang akan datang! Percayalah kepada Anak Allah dan engkau takkan pernah mati. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Di antara beberapa penafsiran dari pertanyaan sugestif ini, yang berikut ini penuh dengan pengajaran: &#8220;Jika Orang yang tidak berdosa sebagai pengganti orang-orang berdosa, demikian menderita, apakah yang akan dilakukan terhadap pendosa itu sendiri \u2014 kayu yang kering \u2014 ketika ia jatuh ke tangan Allah yang murka?&#8221; Ketika Allah melihat Yesus di tempat pendosa, Dia tidak melepaskan-Nya; dan ketika Allah menemukan orang yang tidak lahir baru dan tanpa Kristus, Allah tidak akan melepaskannya. O pendosa, Yesus dibawa oleh musuh-musuhnya: begitu pula seharusnya engkau diseret oleh roh jahat ke tempat yang telah diperuntukkan bagimu. Yesus ditinggalkan Allah; dan jika Dia, yang menjadi pendosa hanya karena diperhitungkan kepada-Nya, ditinggalkan, betapa engkau seharusnya lebih lagi? &#8220;<i>Eli, Eli lama sabakhtani?<\/i>&#8221; lengkingan yang sungguh mengerikan! Tetapi apakah seruanmu saat engkau harus berkata, &#8220;O Allah! O Allah! Mengapa Engkau meninggalkanku?&#8221; dan jawaban-Nya akan datang, &#8220;Karena kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%201:25-26\">Amsal 1:25-26<\/a>] Bila Allah tidak melepaskan Anak-Nya sendiri, apalagi engkau! Cambukan kawat yang terbakar seperti apakah yang akan kauterima ketika hati nurani memukul keras dirimu dengan ngerinya. Engkau yang kaya, engkau yang bersuka, engkau pendosa yang paling merasa dirinya benar \u2014 siapa yang akan berdiri di tempatmu ketika Allah berkata, &#8220;Hai pedang, bangkitlah terhadap orang yang menolak Aku; bunuhlah dia dan biarlah dia merasakan kesakitan itu selamanya&#8221;? Yesus diludahi: hai pendosa, malu seperti apakah yang engkau dapatkan! Kita tidak dapat menyimpulkan dalam satu kata seluruh beban kesedihan yang bertemu di atas kepala Yesus yang mati bagi kita; karena itu mustahil bagi kami untuk mengatakan padamu aliran sungai atau lautan kesedihan apakah yang menggilas roh<i>mu<\/i> jika engkau mati seperti keadaanmu sekarang ini. Engkau bisa mati seperti itu, engkau bisa mati sekarang. Dengan kesakitan Kristus yang luar biasa, oleh luka-luka dan darah-Nya, janganlah mendatangkan bagimu sendiri kutukan yang akan datang! Percayalah kepada Anak Allah dan engkau takkan pernah mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di antara beberapa penafsiran dari pertanyaan sugestif ini, yang berikut ini penuh dengan pengajaran: &#8220;Jika Orang yang tidak berdosa sebagai pengganti orang-orang berdosa, demikian menderita, apakah yang akan dilakukan terhadap pendosa itu sendiri \u2014 kayu yang kering \u2014 ketika ia jatuh ke tangan Allah yang murka?&#8221; Ketika Allah melihat Yesus di tempat pendosa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"71","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31679"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68899,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679\/revisions\/68899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}